Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:08 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

WHO Resmikan Vaksin Malaria untuk Anak-Anak

Penelitian dan berbagai percobaan dalam mengembangkan vaksin malaria ini sudah dilakukan sejak tahun 1960

redaksi
Rabu, 8 Des 2021 | 13:07 WIB
Vaksin Malaria

Vaksin Malaria (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – WHO telah meresmikan vaksin malaria pertama di dunia pada Oktober lalu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyetujui dan merekomendasikan vaksin Mosquirix (RTS,S/AS01) untuk penanganan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles itu.

Penelitian dan berbagai percobaan dalam mengembangkan vaksin malaria ini sudah dilakukan sejak tahun 1960. Namun, baru di tahun ini uji klinis vaksin malaria menunjukkan hasil sesuai harapan dan bisa digunakan khalayak. Setelah melalui banyak percobaan, penelitian vaksin malaria ini akhirnya menunjukkan hasil yang efektif untuk mencegah penyakit malaria.

Pada studi permodelan tahun 2020, penggunaan vaksinasi diperkirakan dapat mencegah 5,4 juta kasus dan 23.000 kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun akibat malaria. Penelitian lain menunjukkan pemberian kombinasi obat dan vaksinasi pada anak-anak selama musim penularan, jauh lebih efektif dalam mencegah gejala malaria parah dan mengurangi kasus rawat inap serta menekan angka kematian.

Uji coba vaksin baru-baru ini dengan mengombinasikan vaksin dan obat selama musim penularan menemukan bahwa pendekatan ganda jauh lebih efektif dalam mencegah penyakit parah, rawat inap, dan kematian daripada salah satu metode saja. Perlu diketahui di negara dengan angka insiden malaria yang tinggi penyakit ini bisa menyerang orang yang sama beberapa kali. Infeksi berulang ini dapat menurunkan kinerja sistem imun pada tubuh, sehingga membuat orang tersebut rentan mengalami penyakit lain.

Hal inilah yang menjadi alasan kenapa penyakit malaria dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi di beberapa negara. Setelah pengamatan lebih jauh, pemberian vaksinasi ini dapat meningkatkan presentase anak-anak terlindungi dari malaria lebih dari 90%. Hingga sekarang sudah lebih dari 2,3 juta dosis didistribusikan ke negara-negara yang tinggi kasus malaria, seperti Kenya, Malawi, dan Ghana. Vaksin ini telah menjangkau lebih dari 800.000 anak. Vaksin akan diberikan sebanyak 3 dosis antara usia 5 hingga 17 bulan, dan dosis keempat akan diberikan lagi sekitar 18 bulan kemudian.

Setelah melewati uji klinis beberapa kali, akhirnya vaksin ini dimasukkan ke dalam program imunisasi rutin pada negara yang tinggi kasus malaria. Menurut Dr. Mary Hamel, pimpinan program implementasi vaksin malaria dari WHO, mendistribusikan kelambu berinsektisida pada masyarakat memakan waktu bertahun-tahun. Memasukkan vaksin sebagai bagian dari imunisasi rutin dapat lebih cepat dan mudah didistribusikan, bahkan di tengah pandemi.

Baca Juga

Waspadai Super Flu, Semen Padang Hospital Sediakan Layanan Vaksinasi Influenza

Selasa, 3 Feb 2026 | 07:06 WIB
Proses penyemayaman Pratu Aan Saputra, prajurit TNI asal Padang Pariaman yang wafat di Papua

Menderita Malaria, Prajurit TNI Asal Padang Pariaman Wafat Saat Tugas Papua

Sabtu, 18 Jan 2025 | 21:20 WIB

Efek samping yang ditimbulkan sama seperti vaksin pada umumnya, yakni pembengkakan atau nyeri pada area bekas suntik serta demam. Namun, pada beberapa anak tertentu, pemberian vaksin bisa meningkatkan risiko demam kejang dalam waktu hari setelah penyuntikan vaksin.

Berdasarkan data Kemenkes RI, angka kasus positif malaria di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2010 hingga 2020. Tepatnya dari 465,7 ribu kasus menjadi 235,7 ribu pada tahun 2020. Jika dilihat dari angka tersebut, pemerintah dan masyarakat sudah berhasil mengeliminasi kasus malaria di beberapa wilayah di Indonesia. Tindakan pencegahan yang dilakukan pemerintah Indonesia masih dengan mengedukasi masyarakat tentang penyakit malaria, menyediakan obat malaria ke berbagai daerah, dan menyarankan penggunaan kelambu.

Di beberapa daerah seperti Papua dan Maluku, kasus malaria masih cukup tinggi. Oleh karena itu, vaksin malaria pertama yang disetujui oleh WHO ini juga turut membuka harapan untuk dapat lebih cepat mengeliminasi penyakit malaria.

Tags: InternasionalmalariaVaksinWho

Berita Lainnya

Waspadai Super Flu, Semen Padang Hospital Sediakan Layanan Vaksinasi Influenza

Selasa, 3 Feb 2026 | 07:06 WIB
Proses penyemayaman Pratu Aan Saputra, prajurit TNI asal Padang Pariaman yang wafat di Papua

Menderita Malaria, Prajurit TNI Asal Padang Pariaman Wafat Saat Tugas Papua

Sabtu, 18 Jan 2025 | 21:20 WIB

Daerah Merah, Kemenkes RI Segera Kirim 6 Ribu Dosis Obat Malaria ke Riau

Kamis, 10 Okt 2024 | 10:09 WIB

Korban Jiwa Diperkirakan Terus Meningkat Akibat Badai di Libya

Kamis, 14 Sep 2023 | 10:47 WIB
Selanjutnya
Minyak Dunia

Investor Tak Lagi Khawatir Covid-19 Varian Omnicron, Harga Minyak Dunia Terus Menguat

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara