LIMA PULUH KOTA, KLIKPOSITIF – Sejumlah tokoh Limapuluh Kota ramai-ramai membuat gagasan aksi sosial dan kemanusiaan bernama Palanta Aksi Sosial. Grup komunitas ini lahir untuk melakukan gerakan sosial guna membantu para dhuafa, anak yatim-piatu dan jompo.
Ferizal Ridwan yang merupakan mantan Wakil Bupati Lima Puluh Kota mengatakan ide pemikiran gerakan sosial ini awalnya muncul karena melihat kondisi di lapangan saat ini. Ia menjelaskan bahwa banyak masyarakat Lima Puluh Kota terdampak persoalan sosial-kemanusiaan, apalagi usai pandemi COVID-19.
“Saya menggaris bawahi bahwa aksi sosial kemanusiaan ini bukanlah ajang politik meski diisi oleh orang-orang politik. Akan tetap atas dasar kepedulian bersama atas kondisi masyarakat saat ini karena banyak pihak melaporkan kesulitan kondisi ekonomi pascapandemi COVID-19, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokoK,” katanya saat acara temu ramah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sumpah Pemuda dan berdirinya Yayasan Ibrahim Tan Malaka di Posko Baronggok, kawasan Tanjung Pati, Harau, Kamis 28 Oktober 2021 kemarin.
Ia menjelaskan sebenarnya aksi tersebut hanya untuk mengetuk hati dan memprovokasi kepedulian terhadap kondisi sosial-kemanusiaan yang di sekitar. Melalui gerakan sosial ini pula, pihaknya berencana akan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu.
“Aksi komunitas akan dilakukan minimal seminggu sekali dengan cara mengunjungi rumah-rumah dhuafa yang dinilai layak untuk dibantu. Bantuan bisa berupa uang atau barang senilai Rp500 ribu/KK dan tim bakal diajak ikut turun ke lapanganmembuat semacam acara silaturrahim, ibarat batandang mambaok lapiak. InsyaAllah, untuk pendanaan kegiatan ini kita sudah punya donatur tetap yang siap menyumbang dana dan bahkan untuk setahun (2022) ke depan, sudah dijamin dananya serta tinggal kita bergerak melanjutkan aksi sosial ke masyarakat,” katanya.
Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri ini menambahkan beberapa waktu lalu Tim Palanta Aksi Sosial sudah mulai bergerak memberi bantuan dengan melakukan rehab kedai tidak layak guna di kawasan Mungka. Kemudian setelah aksi tersebut, masyarakat mulai banyak menyampaikan informasi terkait kondisi ekonomi para dhuafa di sekitarnya.
“Minggu depan, Palanta Aksi Sosial berencana akan melakukan aksi di rumah warga berinisial M, di Nagari Taratak Kubang. M, diketahui sekitar dua tahun lalu pernah dipasung akibat menderita gangguan jiwa dan kini sudah terbebas setelah menjalani pengobatan dan pelatihan,” kata Buya Feri didampingi Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra, mantan Ketua DPRD, Ismardi BA, mantan anggota DPRD, Nasrul Rasyid, mantan anggota DPRD, Hendri Jon Dt Junjungan, mantan guru Hafnizal Oyong, serta puluhan tokoh lintas partai politik lainnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mengatakan sangat mendukung aksi sosial yang dilakukan beberapa tokoh masyarakat di daerahnya. Selaku ketua DPRD, Deni menyebut dirinya secara kelembagaan akan mendukung seluruh kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak.
“Saya percaya, aksi sosial ini akan memberi kebermanfaatan bagi orang banyak. Orang baik itu, bermanfaat bagi orang banyak. Tentunya, pemerintah termasuk kami di DPRD belum mampu menjangkau secara keseluruhan persoalan sosial. Intinya, bagaimana kita melihat kondisi saat ini untuk dicarikan solusi bersama, dalam bentuk aksi nyata,” sebut Deni.
Selain Ketua DPRD, dukungan atas gagasan aksi turut didukung mantan Ketua DPRD, Ismardi BE. Dia menyebut kegiatan sosial seperti ini sangat dibutuhkan dalam kondisi sekarant karena para fakir miskin dan anak terlantar sejatinya merupakan tanggung jawab negara.
“Biarlah kita seperti dua bulan lalu, bawa beras 10 kilogram, menangis masyarakat menerimanya. Ini harusnya menjadi semangat pengentasan kemiskinan oleh pemerintah karena tuntutan UUD 1945, dimana seungguhnya para fakir miskin dan orang terlantar dipelihara oleh negara,” katanya.
Secara terpisah, mantan anggota DPRD, Buya Nasrul Rasyid juga turut memberi dukungan serta apresiasi atas dimulainya aksi sosial-kemanusiaan di Limapuluh Kota. Menurutnya, kepedulian bersama untuk tidak menyia-nyiakan fakir miskin, yatim-piatu dan orang terlantar, akan menghindarkan ummat dari azab Allah SWT.






