Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:10 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Gus Baha: Ada 2 Unsur dalam Shalawat, Penyelamat Pembacanya pada Hari Kiamat

membaca shalawat itu, di samping menunjukkan maabbah (cinta) kita kepada Rasulullah, dengan menyatakan beliau sebagai makhluk terbaik yang paling layak mendapat azkash shalawt dari Allah, juga menyatakan Allah sebagai (Tuhan) yang memberi

redaksi
Rabu, 13 Okt 2021 | 12:44 WIB
Gus Baha

Gus Baha (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha menjelaskan bahwa membaca shalawat mampu menjadi penyelamat pembacanya pada hari kiamat karena ada unsur penjagaan akidah, yaitu mengakui Allah sebagai Tuhan, sekaligus meyakini Nabi Muhammad sebagai makhluk-Nya.

Dilansir dari laman nu.or.id, menurutnya, dalam redaksi shalawat yang biasa kita baca, yaitu Allhumma shalli 'al sayyidin muhammad, terdapat dua unsur pengakuan yang agung; pertama adalah mengakui bahwa Allah swt sebagai Dzat yang Maha Pemberi, dan kedua mengakui bahwa Nabi Muhammad saw sebagai kekasih Allah yang betatapun tingggi kedudukannya, tetap sebagai hamba Allah.

“Jadi, membaca shalawat itu, di samping menunjukkan maabbah (cinta) kita kepada Rasulullah, dengan menyatakan beliau sebagai makhluk terbaik yang paling layak mendapat azkash shalawt dari Allah, juga menyatakan Allah sebagai (Tuhan) yang memberi,” jelasnya saat mengisi acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1443 H dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, pada Selasa (13/10/2021).

Gus Baha mendasari argumennya dengan penjelasan Sayyid Az-Zabidi (w. 1205 H) dalam kitab Itfus Sdtil Muttaqn yang berbunyi wannabiyyu shallhu 'alaihi wasallam wa in jalla qodruhu mutjun il rahmatih ta'l wa fadhlih. Betapapun tingginya kedudukan Nabi Muhammad saw, ia tetap membutuhkan kasih sayang dan kemurahan Allah swt.

Umat Nabi Muhammad saw, tetap menganggungkan Rasulullah dengan status sebagai hamba Allah, tidak sampai menuhankannya.

Baca Juga

KAI Divre II Sumbar Layani 8.181 Pelanggan pada Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pariaman Ekspres Jadi Pilihan Favorit

Rabu, 2 Sep 2026 | 08:00 WIB

Maulid Nabi, Bupati Solok Ajak ASN Teladani Rasulullah

Senin, 31 Agu 2026 | 18:19 WIB

“Sehingga, umat ini (umat Nabi Muhammad) tidak akan mendudukkan Rasulullah setingkat dengan Allah,” tegasnya.

Penjelasan serupa, lanjut Gus Baha, juga disebutkan dalam salah satu bait Qashidah Burdah karya Imam Al-Bushiri (w. 696 H) yang berbunyi, da' madda'atshun nashra f nabiyyihimi, wakum bi m syi'ta madan fhi watakimi. Jauhilah kesalahan yang diperbuat umat Nasrani terhadap nabi mereka, dan sanjunglah Muhammad sesukamu.

“Silakan memuji Nabi Muhammad setinggi langit, tapi tinggalkan kesalahan yang (pernah) dilakuan oleh orang Nasrani,” tandas Gus Baha.

Tags: agamaakidahGus BahaimanIslamkeutamaan shalawat nabiMaulid NabiMaulid Nabi MuhammadNUShalawatShalawat nabi

Berita Lainnya

KAI Divre II Sumbar Layani 8.181 Pelanggan pada Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Pariaman Ekspres Jadi Pilihan Favorit

Rabu, 2 Sep 2026 | 08:00 WIB

Maulid Nabi, Bupati Solok Ajak ASN Teladani Rasulullah

Senin, 31 Agu 2026 | 18:19 WIB

Peringati Maulid Nabi, Pemko Padang Panjang Ajak Masyarakat Jaga Marwah Kota

Kamis, 27 Agu 2026 | 14:15 WIB

Pakar ASPIKOM di AICCON Padang: Teknologi dan AI Tak Boleh Lepas dari Budaya, Agama, serta Kearifan Lokal

Kamis, 23 Jul 2026 | 12:40 WIB
Selanjutnya
Ari Pramanto Kenshi asal Sumatera Barat yang bertanding pada nomor randori putra 70 kilogram pada PON XX Papua 2021 berhasil mempersembahkan satu medali emas di GOR STT Gidi, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/10).

Isak Tangis Ari Pramanto Sumbangkan Emas untuk Ranah Minang

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara