Sabtu, 07 Nov 2026 - 13:09 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak, Terpicu Krisis Energi Global

Kenaikan harga ini terjadi karena krisis energi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

redaksi
Minggu, 10 Okt 2021 | 02:02 WIB
ilustrasi

ilustrasi (net)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF -Memasuki akhir pekan ini harga minyak dunia kembali melesat. Kenaikan harga ini terjadi karena krisis energi global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kondisi ini mendorong harga minyak ke level tertinggi multi-tahun saat negara-negara pengguna listrik besar berjuang untuk memenuhi permintaan. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember terangkat 44 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di 82,39 dolar AS per barel. Awal pekan ini, acuan global itu mencapai level tertinggi tiga tahun di 83,47 dolar AS.

Sementara, minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November melonjak 1,05 dolar AS atau 1,3 persen, menjadi ditutup pada 79,35 dolar AS per barel. Itu adalah penutupan tertinggi untuk minyak AS sejak 31 Oktober 2014. Untuk minggu ini, minyak mentah WTI melonjak 4,6 persen, sementara Brent naik 3,9 persen, berdasarkan kontrak bulan depan.

Sekalipun permintaan di seluruh dunia meningkat karena aktivitas ekonomi pulih dari posisi terendah pandemi, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu yang dikenal dengan OPEC+ minggu ini mengatakan mereka akan tetap berada di jalur untuk mengembalikan produksi secara bertahap. Sementara itu pemerintah AS mengatakan sedang memantau pasar energi, tetapi tidak mengumumkan tindakan segera untuk menurunkan harga-harga, seperti pelepasan dari cadangan minyak strategis, yang selanjutnya mendukung pasar minyak.

Bensin berjangka AS juga ditutup pada level tertinggi sejak Oktober 2014 pada Jumat (8/10/2021). “Latar belakang fundamental adalah salah satu dari ketatnya pasokan yang akan terus mendorong harga-harga ini terus naik,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Karena pasar-pasar energi telah diperketat dalam menghadapi permintaan bahan bakar yang meningkat, banyak yang khawatir bahwa musim dingin yang sangat dingin dapat semakin membebani pasokan gas alam. China memerintahkan para penambang di Mongolia Dalam untuk meningkatkan produksi batu bara untuk mengurangi krisis energinya.

Baca Juga

Company Profile Masih Relevan di Era Digital? Ini Alasan Perusahaan Tetap Membutuhkannya

Rabu, 1 Jul 2026 | 09:32 WIB

HP Lipat Samsung Makin Disukai, Begini Testimoni Prilly Latuconsina dan Andy Garcia

Jumat, 24 Okt 2025 | 13:15 WIB

“Karena harga-harga energi lain seperti gas alam dan batu bara terus didorong lebih tinggi, risiko-risiko kenaikan di pasar minyak telah mulai meningkat,” kata Christopher Kuplent dari Bank of America.

Kenaikan harga telah didorong oleh melonjaknya harga-harga gas Eropa, yang telah mendorong peralihan ke minyak untuk pembangkit listrik. Harga acuan gas Eropa di pusat TTF Belanda pada Jumat (8/10/2021) berdiri di setara minyak mentah sekitar 200 dolar AS per barel, berdasarkan nilai relatif dari jumlah energi yang sama dari masing-masing sumber, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data Eikon.

“Percepatan peralihan gas-ke-minyak dapat meningkatkan permintaan minyak mentah yang digunakan untuk menghasilkan listrik pada musim dingin yang akan terjadi di belahan bumi utara,” kata seorang analis komoditas ANZ dalam sebuah catatan.

Tags: AppleGawaiTekno

Berita Lainnya

Company Profile Masih Relevan di Era Digital? Ini Alasan Perusahaan Tetap Membutuhkannya

Rabu, 1 Jul 2026 | 09:32 WIB

HP Lipat Samsung Makin Disukai, Begini Testimoni Prilly Latuconsina dan Andy Garcia

Jumat, 24 Okt 2025 | 13:15 WIB
Apple Berharap Ada Mahasiswa yang Lulus Program Apple Developer Academy.

Roadshow ke Kampus PNP, Apple Berharap Ada Mahasiswa yang Lulus Program Apple Developer Academy

Selasa, 25 Jun 2024 | 12:26 WIB

Kelebihan GB WhatsApp Versi Terbaru: Peningkatan Pengalaman Pengguna yang Mengesankan

Kamis, 28 Sep 2023 | 07:18 WIB
Selanjutnya
Winda Novi Yalni Atlet Silat Sumbar melaju ke babak final PON XX Papua 2021 dikelas C 55 kilogram

PON XX Papua: Pesilat Sumbar Melaju ke Babak Final

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara