Rabu, 09 Sep 2026 - 16:40 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Ngejot, Tradisi Berbagi Umat Muslim dan Hindu di Bali

Tradisi ini sudah tumbuh dan berkembang dalam keberagamaan masyarakat Bali. Saling memberi makanan, kue-kue, buah-buahan antar tetangga terdekat di setiap desa atau lingkungan

redaksi
Senin, 13 Sep 2021 | 15:19 WIB
Pura Desa Lan Puseh, Bali

Pura Desa Lan Puseh, Bali (kemenag)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan alamnya yang indah, tapi juga dengan kekayaan ragam budaya dan tradisi. Salah satunya adalah Tradisi Ngejot yang berarti memberi.

“Tradisi Ngejot ini biasa dilakukan masyarakat Bali. Memberi makanan kepada sesama. Ini menjadi bagian dari bentuk pertemanan, persaudaraan bagi sesama,” kata Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana saat ditemui di kantornya, Senin (13/9/2021).

Di kalangan kaum muslim, lanjut I Gusti Ngurah Sudiana, tradisi Ngejot disebut jalinan silaturahim kepada sesama. Pertemuan Hindu-Islam ini terwujud dalam bentuk mengantarkan makanan kepada sanak saudara maupun tetangga yang berbeda agama, terutama saat hari besar keagamaan, seperti Galungan atau Idul Fitri.

“Tradisi ini sudah tumbuh dan berkembang dalam keberagamaan masyarakat Bali. Saling memberi makanan, kue-kue, buah-buahan antar tetangga terdekat di setiap desa atau lingkungan. Selain bentuk persaudaraan, ini juga bentuk kerukunan, yang sudah terbangun sejak lama sampai sekarang,” jelas I Gusti Ngurah Sudiana.

“Saling tolong, saling bantu, baik senang maupun susah, harus tetap dilakukan. Terlebih saat ini, dimana bangsa sedang dilanda Covid-19,” sambungnya.

Cucu tokoh Bali IGB Sugriwa yang bernama IGB Agung Suddhajinedra HS menambahkan, Tradisi Ngejot merupakan persembahan rasa terima kasih. Pada upacara Yadnya, misalnya, keluarga wajib untuk memberikan Pengwales (membalas) kebaikan kepada anggota keluarga atau Banjar yang sudah membantu/memberi kebaikan (Ngejot).

“Ngejot juga bisa diartikan sebagai ikatan persaudaraan. Dalam upacara Galungan misalnya, masyarakat saling memberi makanan. Ini sebagai bentuk rasa kekeluargaan, supaya upacara tersebut dirasakan oleh tetangga atau masyarakat sekitar,” kata IGB Agung Suddhajinedra HS.

Baca Juga

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis melakukan penekanan tombol dalam Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8).

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Rabu, 26 Agu 2026 | 17:02 WIB

Balerong Silek Tuo, Gema Pelestarian Seni Beladiri Minang dari Solok

Minggu, 26 Jul 2026 | 21:15 WIB

Selain Ngejot, masyarakat Bali juga mengenal “Menyama Braya”. Menurut Ketua Umum Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya, Menyama Braya merupakan kekayaan yang utama dalam hidup, jalan untuk menggapai kebahagiaan dan keharmonisan hidup (dharma santhi).

Menyama Braya mengandung makna persamaan, persaudaraan, serta pengakuan sosial bahwa setiap orang bersaudara atau keluarga. Istilah ini juga mengandung pengertian, menghargai perbedaan dan menempatkan orang lain sebagai kelaurga.

“Menyama Braya dalam dinamika dan interaksi masyarakat Bali, berguna untuk terciptanya integrasi sosial di tengah pluralitas agama, etnis, dan budaya. Di sinilah tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang universal, asah, asih, dan asuh kepada sesama, dan bahkan alamnya,” kata Wisnu Bawa Tenaya.

Wisnu Bawa Tenaya menjelaskan, filosofi dasar yang menjiwai kehidupan sosial masyarakat Bali tertuang dalam Tri Hita Karana. Yaitu, ajaran tentang tiga penyebab kesejahteraan yang bersumber pada keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesamanya, serta manusia dengan Tuhan.

“Konsep ini menciptakan kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Dengan terciptanya masyarakat yang rukun dan harmoni, maka secara langsung akan terjadi persaudaraan sosial. Dalam tradisi masyarakat Bali, ini terjadi karena adanya kedekatan hubungan persaudaraan yang tertuang dalam konsep Menyama Braya,” tutupnya.

Tags: BaliBudayaIslamNasionalNgejotTradisiTradisi Ngejot

Berita Lainnya

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) secara simbolis melakukan penekanan tombol dalam Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali pada Selasa (25/8).

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

Rabu, 26 Agu 2026 | 17:02 WIB

Balerong Silek Tuo, Gema Pelestarian Seni Beladiri Minang dari Solok

Minggu, 26 Jul 2026 | 21:15 WIB

FBTI Tingkat SMP, Rahmat: Duta Bahasa Ibu Bagi Masa Depan Sumatera Barat

Jumat, 14 Nov 2025 | 10:56 WIB

Menuju Payakumbuh Poetry Festival 2025

Kamis, 13 Nov 2025 | 13:26 WIB
Selanjutnya
BIN Daerah Sumbar Saat Vaksinasi Masyarakat di Dharmasraya

Gencarkan Vaksinasi Sumbar, BIN Turun ke Ladang Masyarakat di Dharmasraya

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara