Rabu, 09 Sep 2026 - 14:20 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Proyek SPAM IKK Batang Sako Tapan Tetap Jalan Walupun Belum Bayar Ganti Rugi, Warga: Jangan Sampai Terjadi Gesekan

Kami tidak ingin ada gesekan di bawah, Kemarin ada pelaksana minta humas proyek dari aparat untuk mengamankan proyek

redaksi
Selasa, 25 Mei 2021 | 13:55 WIB
Material proyeks longsor dan menimpa kebun warga di Tapan

Material proyeks longsor dan menimpa kebun warga di Tapan (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

PESSEL, KLIKPOSITIF – Pembangunan proyek Sistem Pengembangan Air Minum Ibukota Kecamatan (SPAM IKK) Batang Sako Tapan Kabupaten Pesisir Selatan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat masih menuai protes dari masyarakat, khususnya pemilik lahan yang terdampak.

Pasalnya, proses ganti rugi lahan dari proyek yang berlokasi di Nagari Limau Purut Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan itu belum menemui kesepakatan, sementara pihak pelaksana proyek ngotot tetap melangsungkan pengerjaan.

Zaibir Usman (61) alias Perjuangan mengaku hingga saat ini belum ada ganti rugi dari pelaksana proyek atas kerusakan yang diakibatkan pengerjaan proyeksi dari pusat tersebut. Bahkan sudah beberapa kali pertemuan dengan pelaksana, kantraktor dan PPK belum juga kunjung ada ganti rugi.

“Belum ada kejelasan, sementara mereka sudah mulai bekerja,” ungkapnya kepada KLIKPOSITIF, Selasa, 25 Mei 2021.

Perjuangan mengaku, pelaksana proyek terkesan memaksakan kehendak untuk tetap melanjutkan pengerjaan dan melibatkan oknum aparat penegak hukum sebagai humas agar proyek berjalan aman.

“Kami tidak ingin ada gesekan di bawah, Kemarin ada pelaksana minta humas proyek dari aparat untuk mengamankan proyek. Jangan sampai nanti anak kemenakan kami bergesekan karena belum ada kejelasan ganti rugi,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Perjuangan, besaran ganti rugi selalu berganti termasuk keterangan dari Camat Ranah Ampek Hulu Tapan. Awalnya nominal harga ganti rugi tanaman Rp700 ribu/batang berubah menjadi Rp70 ribu saja.

“Kami tidak ingin ada permainan, kami juga tidak menolak pembangunan proyek air minum ini, tapi tolong saling terbuka dan taat aturan,” pintanya.

Tokoh Masyarakat Peduli Lingkungan dan Pengiat Konservasi Pesisir Selatan, Yaparudin menilai proyek pusat tersebut abai terhadap lingkungan. Terbukti Sungai Batang Sako menguning terdampak proyek itu.

“Seperti tidak ada kajian, pembuangan material tidak jelas sehingga terjadi longsor dan merusak tanaman di kebun warga. Saya tidak habis pikir, proyek dari pusat begitu abai dengan lingkungan,” kesalnya.

Sementara itu Kepala seksi (Kasi) Pelaksanaan Wilayah I BPPW Sumatera Barat Eddy Rachmat mengatakan, prinsipnya ganti rugi tetap dibayar, tapi perlu pendataan bersama. Hal itu sesuai kesepakatan yang telah berlangsung tadi malam bersama pemilik lahan.

Baca Juga

PT Marinda Utamakarya Subur Tunjukkan Komitmen, Proyek Sungai Kali Angke Lampaui Target Progres

Kamis, 2 Jul 2026 | 00:23 WIB

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB

“Maaf kami lagi rapat di dgn Pemda kab. Lain, silahkan di konsultasi kan dgn camat atau humas di lokasi, karena sudah kita bicarakan semalam, prinsipnya ganti rugi tetap di bayar, tapi perlu pendataan bersama,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Edi mengaku tidak mengetahui humas dari proyek tersebut. Maaf saya ngak tau humas nya dari mana, karena itu urusannya pelaksana yg menetukan siapa humas nya,” tukasnya. (*)

Tags: Air MinumBarito PutraDampakPesselproyekProyek Stategispupr

Berita Lainnya

PT Marinda Utamakarya Subur Tunjukkan Komitmen, Proyek Sungai Kali Angke Lampaui Target Progres

Kamis, 2 Jul 2026 | 00:23 WIB

Pengusaha Dapur MBG di Pessel Laporkan Rekan Bisnis ke Polisi, Klaim Rugi Rp1 Miliar

Selasa, 23 Jun 2026 | 12:29 WIB
Bank Nagari

Dorong Digitalisasi Keuangan, Pemkab Pessel Gandeng Bank Nagari

Senin, 4 Mei 2026 | 00:47 WIB

Ini Dampaknya bagi Tubuh jika Anda Minum Cukup

Rabu, 22 Apr 2026 | 06:22 WIB
Selanjutnya
Bupati Andri Warman

Bidan Meninggal Akibat COVID-19, Bupati Agam Berduka

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara