Rabu, 09 Sep 2026 - 14:07 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Life Health

Peneliti Ungkap Bahaya Masker Wajah Bila Tidak Dikumpulkan dan Dikelola dengan Benar

Para peneliti memeringatkan bahwa masker sekali pakai yang dibuat dengan mikrofiber plastik tidak bisa langsung terurai secara hayati

redaksi
Jumat, 19 Mar 2021 | 18:36 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Masker wajah telah digunakan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 dalam setahun terakhir. Karena, penggunaan masker salah satu tindakan pencegahan efektif untuk melindungi diri.

Sayangnya, masker wajah yang terbuat dari mikrofiber plastik bisa berkontribusi pada masalah plastik yang sedang berlangsung di dunia.

Penelitian baru menemukan hampir 130 miliar masker wajah digunakan setiap bulannya secara global. Artinya, ada sekitar 3 juta masker yang dibuang per menitnya.

Tapi, kebanyakan masker wajah yang harus dibuang atau sekali pakai ini terbuat dari mikrofiber plastik dan tidak ada pedoman tentang daur ulang masker.

Baca Juga

Antisipasi Kabut Asap, Polsek Nan Sabaris Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan

Selasa, 8 Sep 2026 | 15:29 WIB

Studi Menyebut Pria Paruh Baya Merupakan Kelompok Paling Kesepian

Rabu, 27 Agu 2025 | 10:03 WIB

“Pada situasi ini penting untuk memahami potensi ancaman lingkungan dan mencegahnya menjadi masalah plastik berikutnya,” kata para peneliti dari Universitas Denmark Selatan dan Universitas Princeton dikutip dari Fox News.

Universitas Denmark Selatan dan Universitas Princeton yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers of Environmental Science & Engineering, para peneliti memeringatkan bahwa masker sekali pakai yang dibuat dengan mikrofiber plastik tidak bisa langsung terurai secara hayati.

Tapi, masker mikrofiber plastik ini bisa terfragmentasi menjadi partikel plastik yang lebih kecil, yaitu plastik mikro dan nano yang tersebar luas di ekosistem.

Para ahli mengatakan bahwa pandemi virus corona Covid-19 telah meningkatkan produksi masker sekali pakai. Di sisi lain dalam skala yang sama, botol plastik juga menjadi penyumbang utama masalah plastik di dunia, dengan sekitar 43 miliar botol diproduksi di seluruh dunia setiap bulannya.

Namun, ada perbedaan utama di antara keduanya, yakni sekitar 25 persen botol plastik masih bisa didaur ulang. Sayangnya, tidak ada pula panduan resmi tentang daur ulang sampah masker sehingga lebih mungkin dibuang dan menjadi limbah padat.

“Jika sampah masker ini tidak dikumpulkan dan dikelola dengan benar, masker bisa berpindah dari darat ke air tawar dan laut melalui aliran permukaan, aliran sungai, arus laut, angin dan hewan,” kata peneliti.

Jika penggunaan masker limbah ini semakin meningkat. Maka, lingkungan dan satwa liar akan terkena dampak dari limbah medis ini.

“Sama seperti sampah plastik lainnya, masker sekali pakai bisa menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologi yang berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, serta mikro-organisme patogen,” jelasnya.

Selain itu, penyerapan partikel kecil plastik juga bisa menyebabkan efek kesehatan merugikan dengan 3 cara, yakni toksisitas partikel, toksisitas kimiawi, dan vektor mikroorganisme patogen.

Para peneliti juga berpendapat bahwa masker sekali bisa menimbulkan lebih banyak masalah daripada kantong plastik.

“Masalah kesehatan yang lebih baru dan lebih besar adalah masker dibuat langsung dari serat plastik berukuran mikro dengan ketebalan 1 hingga 10 mm,” jelasnya.

Jika sampah masker ini rusak di lingkungan, masker bisa melepaskan lebih banyak plastik berukuran mikro, lebih mudah dan lebih cepat daripada plastik curah, seperti kantong plastik.

Bahkan dampak buruk ini bisa makin besar bila masker generasi baru, nanomasks yang menggunakan serat plastil berukuran nano dan menambahkan sumber polusi nanoplastik baru.

Jadi, para peneliti khawatir bahwa masker sekali pakai tidak akan seperti sampah plastik lainnya. Karena, bisa menumpuk dan melepaskan zat kimia dan biologis berbahaya, seperti bisphenol A, logam berat, dan mikro-organisme patogen lainnya.

“Semua zat kimia itu bisa berdampak merugikan pada tumbuhan, hewan dan manusia,” kata Ahli Toksikologi Lingkungan Elvis Genbo Xu dari Universitas Denmark Selatan.

Sumber : suara.com

Tags: MaskerMasker WajahPeneliti

Berita Lainnya

Antisipasi Kabut Asap, Polsek Nan Sabaris Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan

Selasa, 8 Sep 2026 | 15:29 WIB

Studi Menyebut Pria Paruh Baya Merupakan Kelompok Paling Kesepian

Rabu, 27 Agu 2025 | 10:03 WIB

L’Oreal dan UNESCO Gandeng Unand Berikan Peluang Beasiswa Penelitian Khusus Perempuan

Kamis, 27 Jul 2023 | 18:41 WIB

Studi Terbaru Sebut Menggunakan Minyak Zaitun Mampu Tingkatkan Kesehatan Otak

Kamis, 27 Jul 2023 | 14:59 WIB
Selanjutnya
Vanessa Angel

Bangkit dari Keterpurukan, Vanessa Angel : Alhamdulilah Sekarang Mulai Ketutup Pelan-pelan Bisa Beli Mobil

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara