PADANG, KLIKPOSITIF — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo menyampaikan, beberapa daerah pesisir pantai Sumatera Barat (Sumbar) rawan akan tsunami. Apalagi gempa Megathrust Mentawai juga kian mengancam. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, Mentawai diguncang gempa hingga 115 kali dalam sehari.
Menurutnya, peristiwa alam tidak dapat ditolak. Namun, menimalisir risiko kerusakan serta korban jiwa saat terjadi bencana bisa ditekan. “Sekarang yang dibutuhkan adalah kesiapan menghadapi terjadinya bencana yang datangnya tidak bisa ditebak,” katanya.
Salah satu untuk meminimalisir kerusakan dan jumlah korban yaiut dengan cara vegetasi atau menanam tumbuh-tumbuhan di sekitar pantai yang menjadi sasaran terjangan tsunami.
“Pengalaman dari beberapa tsunami, beberapa tanaman bisa menjadi penyangga terjangan tsunami, seperti Tanjung Lesung, di Pantai Mutiara Carita, kebanyakan yang parah karena tidak memiliki pohon pelindung,” ulas Doni Monardo saat berada di Padang, Rabu 6 Februari 2019.
Dirinci Jenderal Bintang Tiga berdarah Minangkabau itu, pohon yang bisa ditanam pemerintah daerah di pinggir pantai yakni Pohon Cemara Udang, Bakau, Palaka, Pule, Ketapang, Beringin, dan Mahoni. Pohon kelapa menurutnya tidak begitu tahan terhadap terjangan tsunami.
Doni mengaku pohon yang rekomendasikannya tersebut telah melalui penelitian setelah suatu daerah diterjang tsunami. “Untuk itu jangan sampai ada yang menebang, apalagi bakau. Kalau ada yang merusak tuntut dan adili,” tegasnya.
Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Pemko Padang telah melakukan penanaman pohon di pinggir pantai, seperti di Pasir Jambak, Pantai Air Manis dan sebagian ujung Muara Anai.
“Ke depan akan kita tingkatkan dan dilakukan perawatan serta pengawasan sehingga tidak ada penebangan,” ujarnya.
Selain penaman pohon pelindung, Kota Padang, lanjut Mahyeldi, sejak tahun 2009 juga digiatkan program sekolah shelter. Sebab 2/3 masyarakat di daerah itu tinggal di pinggir pantai.
“Alhamdulillah di beberapa sekolah sudah tersedia shelter kemudian di gedung pemerintah serta pasar-pasar sudah kita sediakan shelter. Ini akan kita tingkatkan ke depan,” terangnya.
[Joni Abdul Kasir]







