PADANG, KLIKPOSITIF – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong peningkatan kualitas sanitasi lingkungan melalui uji coba Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Program yang dilaksanakan melalui UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang tersebut telah memasuki hari ketiga pada Senin (19/10/2026), dengan pelaksanaan layanan di Kelurahan Air Tawar, Kecamatan Padang Utara.
Uji coba LLTT menjadi salah satu langkah strategis Pemko Padang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air limbah domestik, khususnya melalui penyedotan lumpur tinja secara berkala. Program ini juga ditujukan untuk menjaga keberfungsian teknis tangki septik milik masyarakat serta memastikan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang telah dibangun pemerintah dapat berfungsi secara optimal.
Kepala Bidang Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Kota Padang, Khairunnas, mengatakan pelaksanaan uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya membangun layanan sanitasi yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Ini merupakan hari ke-3 pelaksanaan uji coba layanan lumpur tinja terjadwal. Ini kami punya pelanggan di Jalan Hamka, Kota Padang. Mudah-mudahan ini menjadi program yang berlanjut untuk sanitasi lebih aman,” kata Khairunnas, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, melalui uji coba ini, Pemko Padang ingin memastikan layanan penyedotan lumpur tinja dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi langkah awal untuk mendorong penerapan sistem penyedotan yang lebih teratur di tengah masyarakat.
Selama ini, penyedotan tangki septik kerap dilakukan ketika kondisinya sudah penuh atau menimbulkan persoalan. Padahal, pemeliharaan secara berkala diperlukan untuk menjaga fungsi tangki septik dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat pengelolaan limbah domestik yang tidak tepat.
Melalui LLTT, masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri melakukan penyedotan tangki septik sesuai jadwal, tanpa harus menunggu munculnya gangguan. Dengan begitu, pengelolaan limbah domestik dapat dilakukan secara lebih terencana, sementara proses pengangkutan dan pengolahan lumpur tinja dapat mendukung sistem sanitasi yang lebih aman.
Pendamping Implementasi LLTT Provinsi Sumatera Barat dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Nardi, mengapresiasi pelaksanaan uji coba yang dilakukan Pemko Padang melalui UPTD PALD.
Ia menilai layanan lumpur tinja terjadwal memiliki peran penting dalam menjaga keberfungsian sarana sanitasi yang telah dibangun, baik pada tingkat rumah tangga maupun infrastruktur pengolahan milik pemerintah.
“Terima kasih kepada masyarakat Kota Padang dan UPTD Pengelolaan Air Limbah Domestik yang telah mampu menyelenggarakan layanan lumpur tinja terjadwal, yang tujuannya untuk menjaga keberfungsian teknis tangki septik penduduk dan keberfungsian IPLT infrastruktur yang kita bangun, kemudian untuk mencapai angka aman Kota Padang yaitu di 24 persen,” ujar Nardi.
Ia menjelaskan, keberhasilan program sanitasi tidak hanya bergantung pada tersedianya infrastruktur, tetapi juga pada pemeliharaan dan pemanfaatannya secara tepat. Tangki septik yang berfungsi dengan baik perlu didukung penyedotan berkala, sedangkan lumpur tinja yang telah disedot harus dikelola melalui fasilitas pengolahan yang sesuai.
Karena itu, pelaksanaan LLTT diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara pengelolaan limbah pada tingkat rumah tangga dan pengolahan di IPLT. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target sanitasi aman Kota Padang sebesar 24 persen.
Dukungan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam pelaksanaan program ini. Salah seorang warga penerima layanan di Kelurahan Air Tawar, Rina Erlisa, mengaku terbantu dengan adanya layanan penyedotan tangki septik yang difasilitasi Pemko Padang.
“Hari ini rumah saya telah disedot WC-nya melalui bantuan dari Pemko Padang. Terima kasih kepada Pemko Padang yang telah menyelenggarakan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal,” kata Rina.
Pengalaman warga tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan uji coba untuk memperkenalkan manfaat layanan LLTT secara langsung kepada masyarakat. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa penyedotan tangki septik bukan sekadar tindakan ketika terjadi masalah, melainkan bagian dari pemeliharaan sanitasi rumah tangga.
Pemko Padang pun mengimbau masyarakat agar tidak menunggu tangki septik penuh sebelum melakukan penyedotan. Masyarakat disarankan melakukan penyedotan secara terjadwal setiap dua hingga tiga tahun sekali, dengan tetap memperhatikan kondisi tangki septik dan kebutuhan penggunaannya.
Penyedotan secara berkala diharapkan dapat membantu menjaga fungsi tangki septik, mengurangi risiko pencemaran, serta mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat. Selain itu, pengelolaan lumpur tinja melalui fasilitas pengolahan yang memadai menjadi bagian penting dalam mencegah limbah domestik mencemari lingkungan.
Ke depan, Pemko Padang berharap uji coba LLTT dapat berlanjut menjadi layanan yang berkesinambungan dan semakin dikenal masyarakat. Dengan dukungan pemerintah, pengelola layanan, serta partisipasi warga, program ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan air limbah domestik sekaligus mendukung terwujudnya sanitasi aman di Kota Padang.







