KLIKPOSITIF — Kebiasaan minum kopi pada pagi hari berpotensi berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah, baik akibat penyakit kardiovaskular maupun penyebab lainnya. Sebaliknya, orang yang minum kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko kematian yang sama dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal pada 21 Februari 2025. Studi ini menganalisis hubungan antara waktu konsumsi kopi dan risiko kematian dalam jangka panjang.
Penelitian melibatkan hampir 41.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 47 tahun, dengan proporsi perempuan sekitar 52 persen. Para peserta merupakan bagian dari survei kesehatan dan gizi nasional Amerika Serikat (National Health and Nutrition Examination Survey).
Peserta diminta melaporkan makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk jenis kopi, jumlah konsumsi, serta waktu meminumnya. Kopi yang diteliti mencakup kopi berkafein maupun tanpa kafein. Selain itu, peneliti menganalisis data dari sekitar 1.500 orang dewasa yang mencatat konsumsi makanan dan minuman secara terperinci selama tujuh hari.
Data konsumsi tersebut kemudian dihubungkan dengan catatan kematian peserta selama periode tindak lanjut rata-rata hampir 10 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 36 persen peserta merupakan peminum kopi pada pagi hari, sedangkan 16 persen lainnya mengonsumsi kopi sepanjang hari. Adapun 48 persen peserta tidak minum kopi.
Dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, kelompok peminum kopi pada pagi hari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 31 persen lebih rendah. Risiko kematian dari semua penyebab pada kelompok ini juga tercatat 16 persen lebih rendah selama periode penelitian.
Sebaliknya, kelompok yang minum kopi sepanjang hari tidak menunjukkan perbedaan risiko kematian yang berarti dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi kopi.
Waktu Minum Kopi Perlu Diperhatikan
Temuan ini mengindikasikan bahwa waktu konsumsi kopi mungkin berkaitan dengan manfaat kesehatan, selain jumlah kopi yang diminum. Namun, penelitian tersebut belum dapat memastikan alasan di balik perbedaan risiko antara peminum kopi pada pagi hari dan mereka yang mengonsumsinya sepanjang hari.
Peneliti juga mengingatkan bahwa studi ini bersifat observasional. Artinya, penelitian hanya menemukan hubungan antara kebiasaan minum kopi dan risiko kematian, bukan membuktikan bahwa minum kopi pada pagi hari secara langsung menyebabkan penurunan risiko tersebut.
Faktor lain, seperti pola tidur, pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup peserta, mungkin turut memengaruhi hasil penelitian.
Meski demikian, hasil ini memberikan perspektif tambahan mengenai kebiasaan konsumsi kopi dan kesehatan jantung. Bagi masyarakat yang terbiasa minum kopi, menjaga pola konsumsi yang sesuai dengan kondisi tubuh serta menerapkan gaya hidup sehat tetap menjadi hal penting.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah waktu minum kopi benar-benar memengaruhi kesehatan jantung dan bagaimana mekanisme yang mendasarinya.







