Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:10 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Nasional

Alek Teater 10: Ku-liek Bawa Persoalan Tanah Pusaka ke Atas Panggung

Andika
Minggu, 27 Sep 2026 | 22:42 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Komunitas Seni Ku-liek menghadirkan beragam watak manusia melalui tokoh-tokoh wayang dalam pementasan “Wayang Padang” di Gedung Taman Budaya Sumatera Barat, Padang, Minggu (27/9/2026) malam.

Pementasan yang merupakan adaptasi dari naskah karya sastrawan Wisran Hadi tersebut menjadi bagian dari Alek Teater 10 yang mengusung tema “Manimbang Tradisi”.

Sutradara “Wayang Padang”, Afdal Putra atau Dalo, mengatakan konsep wayang dalam pertunjukan tersebut berbeda dari wayang pada umumnya karena tidak menggunakan boneka.

Baca Juga

Tirta Art Laboratory Raih Grup Terbaik Alek Teater 10 Sumatera Barat 2026

Senin, 19 Okt 2026 | 11:50 WIB

Teater Janjang Palito Pentaskan Nurbaya di Taman Budaya Sumbar

Minggu, 18 Okt 2026 | 23:01 WIB

Tokoh-tokoh wayang diperankan langsung oleh manusia untuk menggambarkan bagaimana manusia dalam kehidupan sehari-hari dapat berada dalam kendali atau pengaruh pihak lain.

“Tanpa kita sadar, kita manusia adalah boneka sendiri, itu yang kita coba sampaikan,” ujar Afdal.

Menurutnya, gagasan tersebut berangkat dari kesadaran bahwa setiap orang bisa saja sedang “didalangi” oleh pihak lain. Konsep itu kemudian dituangkan ke dalam naskah dan karakter para pemain agar penonton dapat bercermin terhadap dirinya sendiri.

Di atas panggung, para pemain tampil dengan karakter yang beragam. Ada tokoh yang centil, sedih, gila hingga urakan.

“Wayang-wayang itu dibikin karakter yang berbeda-beda. Ada yang centil, ada yang sedih, ada yang gila hingga urakan,” katanya.

Salah seorang pemeran anak kecil, Teguh, mengaku senang dapat terlibat dalam pementasan tersebut. Ia menyebut proses memainkan berbagai emosi dalam pertunjukan tidak menjadi kendala baginya.

“Saya senang sekali bisa ikut main di teater ini karena rasanya seru banget seperti sedang bermain. Semuanya menyenangkan dan saya tidak merasa takut sama sekali saat tampil di atas panggung,” ujar Teguh.

Selain tokoh-tokoh wayang dengan karakter yang beragam, pementasan tersebut juga menghadirkan tokoh perempuan penunggu sawah, penghulu, dan anak kecil.

Cerita kemudian berkembang pada persoalan harta pusaka Minangkabau yang menempatkan para tokohnya dalam pilihan antara mempertahankan tanah pusaka atau mengadaikannya sesuai dengan ketentuan adat.

Dramaturg “Wayang Padang”, Rafdi Syam, mengatakan persoalan tersebut menjadi dilema yang coba dihadirkan melalui pertunjukan.

“Di satu sisi ini sebenarnya sebuah dilema. Mengenai pilihan mempertahankan tanah pusaka atau mengadaikannya sesuai dengan syarat adat,” ujarnya.

Melalui “Wayang Padang”, Komunitas Seni Ku-liek tidak hanya menghadirkan pertunjukan teater, tetapi juga mengajak penonton melihat kembali persoalan manusia, pengaruh kekuasaan serta pilihan dalam mempertahankan nilai-nilai tradisi Minangkabau.

Tags: Taman Budaya Sumbar

Berita Lainnya

Tirta Art Laboratory Raih Grup Terbaik Alek Teater 10 Sumatera Barat 2026

Senin, 19 Okt 2026 | 11:50 WIB

Teater Janjang Palito Pentaskan Nurbaya di Taman Budaya Sumbar

Minggu, 18 Okt 2026 | 23:01 WIB

Peserta Workshop Keramik Taman Budaya Sumbar Hasilkan Vas Bermotif Ukiran Minang

Kamis, 8 Okt 2026 | 10:02 WIB

Peserta Workshop Kriya Sumbar Hadapi Kendala Tanah Liat Sulit Menyatu

Rabu, 7 Okt 2026 | 09:54 WIB
Selanjutnya

Sarapan Sehat untuk Jantung: Menu Praktis dan Bergizi untuk Awali Hari

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara