KLIKPOSITIF — Sejumlah pejabat dan pimpinan Universitas Indonesia menghadiri pembukaan UI Innovation Festival 2026 di Main Atrium Gandaria City, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Sebagai pembukaan seremonial UI Innovation Festival 2026, Dr. Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M. selaku perwakilan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI; dan Dr. Hermansyah Siregar, S.H., M.H. selaku Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI hadir untuk memberikan opening speech.
UI Innovation Festival 2026 diselenggarakan oleh Science Techno Park Universitas Indonesia (STP UI) pada 2–3 Oktober 2026. Mengusung tema “Acceleration of Technology Innovation for Nation Self-Reliance”, festival ini mencatat 238 pendaftar pada hari pertama yang terdiri dari mahasiswa serta peserta umum dan menghadirkan 19 peserta pameran dari mitra serta perusahaan rintisan (startup).
Dalam opening speech, Adhi Indra Hermanu, S.T., M.T., M.M., Kepala Tim Hilirisasi dan Industri sekaligus Pelaksana Tugas Direktur di Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menyoroti pentingnya penguasaan teknologi bagi kemandirian bangsa.

“Penguasaan teknologi adalah bagian dari kemampuan sebuah bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri. Negara yang hanya menjadi pasar akan selalu tertinggal,” kata Adhi.
Menurut Adhi, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menghasilkan pengetahuan, talenta, teknologi, perusahaan berbasis inovasi, dan solusi bagi masyarakat. Karena itu, sebagian hasil riset perlu memiliki jalur yang jelas menuju pemanfaatan melalui hilirisasi dan inovasi.
“Karena itu, kita perlu bergerak dari riset ekselen menjadi riset yang berdampak. Riset fundamental yang kuat tetap kita butuhkan, tetapi sebagian dari hasil riset kita memiliki jarak yang jelas menuju pemanfaatan. Itulah yang disebut hilirisasi dan inovasi,” ujarnya.
Adhi juga mengajak investor untuk melihat potensi inovasi yang lahir dari perguruan tinggi Indonesia sebagai bagian dari peluang kolaborasi. Menurutnya, keterlibatan investor dapat mendukung proses pengembangan inovasi sejak tahap pertumbuhan hingga siap dimanfaatkan secara lebih luas.
Pembahasan mengenai pengembangan hasil riset kemudian berlanjut dalam sesi doorstop. Dr. Hermansyah Siregar, S.H., M.H., Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia, menjadi salah satu narasumber yang menyoroti kepemilikan serta komersialisasi paten di Indonesia.
“Berdasarkan catatan kami, pada 10 tahun, mulai dari 2016 hingga pada tahun 2025, sebanyak 16.384 paten lokal itu hanya sebesar 16% dari paten yang ada di dalam negeri,” kata Hermansyah.
Ia juga menyebut tingkat komersialisasi paten di Indonesia masih berada di bawah 5 persen. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu direspons bersama, termasuk melalui pertemuan antara inovator, investor, dan industri.
“Ini tantangan kita bersama. Maka pada tahun ini, pada tanggal 3–5 November nanti, kita untuk pertama kalinya akan mengadakan forum bisnis paten,” ujarnya.
Menurut Hermansyah, forum tersebut diharapkan mempertemukan inovator, investor, dan industri sehingga nilai komersialisasi kekayaan intelektual dapat dikembangkan. Ia juga berharap UI Innovation Festival tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi turut mendorong kreasi kekayaan intelektual.
Selain Hermansyah, sesi doorstop menghadirkan Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Indonesia; Ir. Chairul Hudaya, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia; serta Laela Sifa, S.IP., MPA, Project Manager PRIME STeP. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif dari pemerintah dan lingkungan perguruan tinggi mengenai pengembangan riset serta inovasi.
Pembahasan tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan UI Innovation Festival 2026 yang mempertemukan lingkungan akademik dengan berbagai pihak di luar kampus. Melalui area pameran, masyarakat dapat melihat hasil riset dan inovasi yang dikembangkan oleh mitra serta perusahaan rintisan, sekaligus mengenal peluang penerapannya.

Pada hari pertama, festival juga berkolaborasi dengan Google Gemini AI Academy melalui seminar dan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan yang ditujukan khusus bagi mahasiswa UI. Kegiatan tersebut mencatat 115 pendaftar dan menjadi salah satu agenda yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung pengembangan inovasi. Selain itu, mahasiswa UI juga menjadi peserta dalam workshop yang digelar bersama Apple Developer Academy.
Rangkaian kegiatan tersebut melengkapi area pameran dan sesi diskusi yang membahas perkembangan teknologi serta peluang pemanfaatannya. Keterlibatan mahasiswa UI dalam kegiatan teknologi memberikan ruang bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan dan pengalaman langsung terkait perkembangan teknologi dan inovasi.
Dengan menghadirkan pejabat pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, mitra teknologi, perusahaan rintisan, dan mahasiswa dalam satu rangkaian, UI Innovation Festival 2026 membuka ruang pertemuan antara riset, pengembangan teknologi, dan kebutuhan penerapan di lapangan. Rangkaian kegiatan hingga 3 Oktober 2026 selanjutnya menjadi ruang untuk memperkenalkan serta mengembangkan inovasi melalui kolaborasi lintas pihak.






