PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota Padang terus memperkuat Program Unggulan (Progul) Smart Surau sebagai upaya menghidupkan kembali fungsi masjid dan musala tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan aktivitas positif bagi generasi muda.
Hal itu terlihat saat Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau Ruang Pembelajaran Digital Program Unggulan Smart Surau di Masjid Nur Hikmah, Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Rabu (30/9/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Fadly Amran didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang, Inspektur Sonny Budaya Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD, Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Nanggalo David Ferdinand, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat dan jamaah Masjid Nur Hikmah.
Fadly mengatakan, Smart Surau dirancang sebagai pendekatan baru dalam menghidupkan aktivitas masjid dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dalam lingkungan yang positif.
Menurut dia, perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak tidak bisa dihindari. Karena itu, penggunaan gadget perlu diarahkan agar memberikan manfaat bagi proses pendidikan dan pembentukan karakter.
“Saya rasa kita tidak bisa lagi memisahkan anak-anak dari gadget. Kita harus mengarahkan gadget tersebut menjadi sarana belajar sambil bermain. Itulah gunanya ruang pembelajaran digital. Anak-anak bisa belajar melalui gadget dengan konten-konten yang positif dan edukatif,” kata Fadly.
Ruang Pembelajaran Digital, lanjutnya, menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Smart Surau. Ruang tersebut disiapkan di lingkungan masjid dengan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi, termasuk tablet yang dapat digunakan anak-anak untuk mengakses berbagai materi edukatif.
Fadly menekankan, keberadaan ruang digital tersebut tidak dimaksudkan sekadar menyediakan perangkat teknologi bagi anak-anak. Lebih dari itu, ruang tersebut diharapkan menjadi tempat yang nyaman sehingga anak-anak memiliki alasan untuk datang, belajar, bermain, dan beraktivitas di lingkungan masjid.
Karena itu, ia meminta agar konsep ruang pembelajaran digital dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak-anak. Kenyamanan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting agar masjid semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Kita ingin anak-anak setelah mengikuti pendidikan di masjid dan musala tidak langsung pulang ke rumah, tetapi tetap berada di lingkungan masjid untuk mengikuti kegiatan positif lainnya, sehingga ketika waktu shalat masuk mereka bisa langsung shalat,” ujarnya.
Fadly mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan baru di kalangan anak-anak. Masjid tidak hanya menjadi tempat yang mereka datangi ketika mengikuti kegiatan mengaji atau menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari ruang tumbuh dan aktivitas keseharian mereka.
Dalam pelaksanaannya, Smart Surau memiliki sejumlah komponen program. Di antaranya Subuh Mubarakah, revisi kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Taman Qur’an Awaliyah (TQA) melalui program 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfidz.
Selain itu, terdapat Ruang Pembelajaran Digital dan Wifi Gratis serta program Remaja Masjid Reborn yang diarahkan untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam aktivitas masjid.
Fadly berharap seluruh unsur yang terlibat dapat mengawal pelaksanaan program tersebut secara bersama-sama. Dukungan perangkat daerah, pengurus masjid, tokoh masyarakat, hingga orang tua dinilai penting agar Smart Surau tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak.
“Kita ingin program ini berjalan optimal. Karena itu, perlu dukungan bersama dari perangkat daerah terkait, pengurus masjid, dan para orang tua untuk mengawal pelaksanaannya,” katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis menjelaskan, Ruang Pembelajaran Digital di Masjid Nur Hikmah akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Selain tablet, ruangan tersebut juga disiapkan dengan televisi, kulkas, dispenser, sofa, karpet, serta akses aplikasi Ruang Guru.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman dan menarik bagi anak-anak ketika berada di lingkungan masjid.
Zul Asfi menyebutkan, pembangunan Ruang Pembelajaran Digital telah dimulai pada 2025 dengan sasaran 12 masjid. Pemerintah Kota Padang juga menyiapkan dukungan perangkat pembelajaran untuk memperkuat pemanfaatan ruang tersebut.
“Pembangunan ruang digital masjid ini telah kita mulai di 12 masjid pada 2025. Insyaallah, dalam waktu dekat kita akan memberikan bantuan sebanyak tablet kepada masing-masing masjid tersebut,” ujar Zul Asfi.
Ia menambahkan, pada 2026 Pemerintah Kota Padang menargetkan pembangunan sebanyak 26 Ruang Pembelajaran Digital di masjid. Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penerapan Smart Surau di berbagai wilayah Kota Padang.
Dengan pengembangan ruang digital tersebut, masjid diharapkan memiliki ekosistem kegiatan yang lebih beragam. Anak-anak dapat memperoleh pembelajaran keagamaan sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mengakses materi pendidikan, sementara remaja memiliki ruang untuk beraktivitas dan berinteraksi secara positif.
Pemerintah Kota Padang juga melihat penguatan aktivitas di masjid sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak. Kehadiran fasilitas digital di lingkungan masjid diharapkan dapat menjembatani perkembangan teknologi dengan pendidikan agama dan pembentukan karakter.
Melalui Smart Surau, Pemko Padang berupaya menempatkan masjid sebagai ruang yang tetap relevan dengan perubahan zaman. Teknologi tidak diposisikan sebagai sesuatu yang harus dijauhkan dari anak-anak, melainkan diarahkan agar penggunaannya mendukung proses belajar, kreativitas, dan kegiatan positif di lingkungan masjid.






