Rabu, 30 Sep 2026 - 23:31 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Pariwisata Destinasi

Pariwisata, Sinergi yang Mengubah Penghargaan Menjadi Pendapatan Masyarakat Sumbar

Fitria Marlina
Selasa, 29 Sep 2026 | 23:37 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Kampung Wisata Tapian Tabiang Barasok Bukittinggi dan Desa Wisata Simarasok Agam tembus 30 besar Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026.

Dua objek wisata ini merupakan perwakilan Sumatra Barat yang mampu mengalahkan ratusan desa/kampung wisata lainnya se-Indonesia. Lolosnya kedua desa/kampung wisata ini membuktikan bahwa tempat tersebut memenuhi segala indikator penilaian yang diajukan oleh Kementerian Pariwisata (kemenpar).

WIA 2026 merupakan ajang penghargaan tertinggi dari Kemenpar untuk mengapresiasi desa wisata, kampung wisata, kepala daerah, serta penggerak pariwisata yang sukses mengembangkan destinasi secara inovatif, berkualitas, dan berkelanjutan.

Dalam proses penilaiannya, Pemerintah Kabupaten dan Kota mengajukan tiga desa/kampung wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Dinas Pariwisata tingkat Provinsi selanjutnya melakukan verifikasi dan seleksi awal berdasarkan indikator daerah masing-masing.

Setelah melakukan penyaringan yang ketat, Pemerintah Provinsi lalu mengutus 10 desa/kampung wisata perwakilan provinsi menuju tingkat pusat. Dewan juri tingkat nasional kemudian mengevaluasi peserta terpilih untuk menentukan pemenang utama Wonderful Indonesia Awards.

Dari ratusan desa/kampung wisata, dipilih 30 besar yang kemudian akan disaring lagi menjadi 15 besar dan selanjutnya disaring lagi untuk menjadi yang terbaik.

Tapian Tabiang Barasok merupakan kampung wisata yang terletak di Jalan Lapau Batu, RT 003 RW 003 Bukit Apit Puhun Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kampung Wisata ini diresmikan pada 21 Desember 2024. Tempat ini memiliki sejarah unik, karena dulunya tebing tinggi di kawasan ini mengeluarkan asap disela-sela tebing.

Namun diduga karena tebing tersebut tertutup tanah material longsor akibat beberapa kejadian gempa, sehingga membuat tak ada lagi asap yang keluar dari kawasan tebing.

Dulunya tempat ini merupakan daerah semak belukar. Namun warga melihat ada potensi wisata yang kuat dan membuat sejumlah warga akhirnya bergotong royong membersihkan tempat tersebut.

Selain dibuat estetik, tempat ini juga menjadi spot terbaik untuk melihat pertemuan dua sungai di kawasan Ngarai Sianok. Landscape Ngarai Sianok juga terlihat sempurna jika berada di kawasan wisata ini. Tak heran jika Tapian Tabiang Barasok menjadi spot yang menarik bagi para fotografer, videografer hingga konten kreator.

Selain itu, tempat ini juga sangat luas yang mencapai sekitar 2 hektare dan memungkinkan dijadikan sebagai tempat pertemuan hingga berskala besar, tempat kemah yang bisa menampung ribuan orang, serta cocok untuk menggelar berbagai event.

Desa Wisata Simarasok

Desa Wisata Simarasok adalah destinasi wisata alam dan budaya yang terletak di Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ada beberapa daya tarik di desa wisata ini, di antaranya Ngalau Nan Panjang, Arung Jeram dan Tubing, Pemandian Alam, serta Puncak Bukit Karang.

Ngalau Nan Panjang (Goa Nan Panjang) merupakan goa alami yang menyuguhkan pemandangan stalaktit dan bebatuan alami yang diduga berusia ratusan hingga ribuan tahun. Di goa ini terdapat aliran sungai jernih di dalam gua yang hulunya berasal dari mata air gua itu sendiri, dan bisa disusuri menggunakan perahu.

Kegiatan susur gua (caving) dan wisata edukasi geosite menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang ke tempat ini. Untuk wahana Arung Jeram dan Tubing, pengunjung akan menyusuri aliran sungai Batang Agam dengan tingkat kesulitan yang tergolong aman.

Sepanjang perjalanan di sungai, pengunjung akan disuguhi pepohonan hijau yang rindang dan alam yang asri, dengan panjang trek lebih dari satu kilometer. Sementara untuk kawasan pemandian alam di Simarasok, yang populer di tempat ini adalah Pemandian Batu Putiah yang berlokasi di Jorong Koto Tuo, Nagari Simarasok.

Baca Juga

Gebyar Pajak Sumbar 2026 Berhadiah Umrah, Motor hingga Emas

Rabu, 30 Sep 2026 | 17:10 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa UMN Warisi Nilai Perjuangan Mohammad Natsir

Selasa, 29 Sep 2026 | 15:51 WIB

Tempat ini menawarkan kolam dan aliran sungai alami dengan air yang jernih dan segar, serta pemandangan sejuk yang dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan latar belakang perbukitan. Selain itu, Puncak Bukit Karang Simarasok juga merupakan salah satu daya tarik wisata unggulan di Desa Wisata Simarasok.

Dari puncak tertinggi ini,pengunjung bisa menyaksikan keindahan bentang alam Desa Simarasok dan daerah sekitarnya, bahkan hingga terlihat wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Aktivitas utama yang dapat dilakukan di kawasan ini meliputi Trekking dan Hiking yang mendaki menuju puncak melintasi jalur perbukitan karst yang menantang.

Lalu bagaimana dukungan pemerintah daerah dan stakeholder terhadap perkembangan wisata di Sumbar dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat?

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, dr. Lila Yanwar, MARS pada kegiatan Workshop Nasional yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) pada 18 September 2026 lalu mengatakan, Pemerintah Provinsi selalu memberikan dukungan penuh dalam pengembangan pariwisata di Sumatera Barat.

“Dukungan selalu kita berikan dalam pengembangan wisata di Sumbar, mulai dari kota yang menjadi objek wisata yang sudah menjadi favorit, sampai pada pengembangan destinasi baru yang dilakukan swakelola oleh masyarakat atau nagari yang ada di Sumbar,” katanya.

Ia mengatakan, Sumbar dengan berbagai preferensi wisata yang mampu menyajikan beragam jenis wisata menjadi kekayaan tersendiri bagi Sumbar. “Dan kita tentunya akan terus menghadirkan hal terbaik kepada wisatawan,” tuturnya.

Penghargaan Menjadi Pendapatan Masyarakat

Senada dengan itu, Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA mengatakan, masuknya Tabiang Barasok di Bukittinggi dan Simarasok di Agam ke 30 besar Wonderful Indonesia Awards 2026 memberi efek ekonomi terutama melalui kenaikan visibilitas destinasi.

“Pengakuan nasional dapat menurunkan biaya promosi, memperkuat reputasi, dan mendorong kunjungan baru. Jika arus wisata meningkat, permintaan akan homestay, kuliner, transportasi lokal, pemandu, produk kerajinan, dan hasil pertanian ikut naik. Rantai inilah yang mengubah penghargaan menjadi pendapatan masyarakat,” katanya saat dihubungi di Padang melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa, 29 September 2026.

Risikonya, kenaikan kunjungan tidak otomatis meningkatkan kesejahteraan jika belanja wisatawan bocor ke pelaku dari luar, kapasitas usaha lokal lemah, atau lingkungan rusak. Karena itu, pemerintah dan pengelola harus segera menyiapkan paket wisata, standardisasi homestay, pelatihan usaha, sistem pembayaran digital, pengelolaan sampah, dan batas daya dukung. Prestasi WIA harus diperlakukan sebagai pintu masuk menuju penguatan ekonomi lokal, bukan sekadar simbol promosi. Ukuran suksesnya adalah kenaikan pendapatan warga dan kualitas usaha lokal.

Disisi lain, Syafruddin Karimi menilai target kunjungan penting, tetapi jumlah wisatawan bukan ukuran terbaik untuk membaca pemasukan daerah. Yang menentukan nilai ekonomi adalah berapa lama wisatawan tinggal, berapa besar belanja per perjalanan, dan berapa banyak belanja itu berputar di usaha lokal.

Pada kuartal II-2026, sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum Sumbar tumbuh 17,57 persen, tertinggi di antara lapangan usaha. Ini menunjukkan pariwisata mempunyai daya dorong nyata. Meski demikian, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada Juli masih sekitar 1,23 malam.

“Artinya, ruang peningkatan penerimaan masih besar. Pemerintah perlu menggeser fokus dari jumlah kedatangan menuju yield per visitor: memperpanjang lama tinggal, menghubungkan destinasi antardaerah, menaikkan kualitas atraksi, dan memperbesar penggunaan produk lokal. Dampaknya kemudian masuk melalui hotel, restoran, transportasi, perdagangan, pajak daerah, dan pendapatan rumah tangga. Wisata bernilai tinggi lebih penting daripada sekadar wisata ramai,” paparnya.

Pariwisata Beri Perubahan Ekonomi Paling Kuat

Menurut Syafruddin Karimi, pariwisata memberi perubahan ekonomi paling kuat ketika masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam rantai nilai, bukan hanya penonton di sekitar destinasi. Dampaknya bergerak dari kunjungan menuju permintaan jasa, lalu menciptakan omzet bagi homestay, warung, transportasi, pemandu, pedagang, petani pemasok pangan, pengrajin, dan pekerja kreatif.

“Pada Juli 2026, perjalanan wisatawan nusantara tujuan kabupaten/kota di Sumbar mencapai sekitar 2,15 juta perjalanan. Skala pergerakan ini memberi pasar besar bagi usaha lokal jika produk dan layanan mampu menangkap belanja wisatawan. Tantangannya adalah kualitas pekerjaan,” jelasnya.

Pariwisata dapat menciptakan pekerjaan musiman, berupah rendah, dan informal jika pengembangan usaha berhenti pada skala mikro. Karena itu, agenda berikutnya harus mendorong UMKM naik kelas, akses pembiayaan, sertifikasi, pemasaran digital, dan kontrak pasokan dengan hotel atau restoran. Perubahan ekonomi yang sehat terlihat ketika produktivitas, pendapatan, dan aset usaha warga naik secara berkelanjutan.

Perubahan Preferensi Wisata

Penyebaran wisata ke desa-desa menunjukkan perubahan preferensi dari wisata berbasis objek menuju pengalaman yang lebih autentik, personal, dan dekat dengan alam serta budaya lokal.

“Bagi Sumbar, tren ini sangat strategis karena keunggulan daerah justru tersebar pada lanskap, nagari, kuliner, adat, pertanian, dan kehidupan masyarakat. Pergeseran ini juga dapat mengurangi konsentrasi manfaat wisata pada kota atau destinasi lama. Tetapi desa wisata tidak boleh berubah menjadi duplikasi atraksi yang sama di banyak tempat. Setiap nagari perlu membangun proposisi nilai yang khas dan menghubungkannya dengan pasar yang jelas,” paparnya.

Risiko lain adalah overtourism, konflik penggunaan lahan, kenaikan harga tanah, tekanan terhadap air dan sampah, serta komersialisasi budaya. Karena itu, strategi desa wisata harus menggunakan daya dukung, kepemilikan lokal, standar layanan, dan pembagian manfaat sebagai fondasi. Wisata alam akan berkelanjutan bila pertumbuhan kunjungan tidak mengurangi aset alam yang menjadi alasan wisatawan datang.

Dukungan Pemerintah Daerah Sudah Terlihat

Disisi lain, dukungan pemerintah daerah sudah terlihat melalui promosi, pengembangan destinasi, penyelenggaraan agenda wisata, pembinaan desa wisata, dan perbaikan konektivitas.

“Hasilnya tercermin pada tingginya mobilitas wisatawan dan pertumbuhan sektor akomodasi serta makan-minum pada 2026. Tetapi dukungan berikutnya perlu bergerak dari promosi menuju produktivitas destinasi. Pemerintah tidak cukup mengejar kalender acara dan jumlah pengunjung; kebijakan harus menurunkan biaya perjalanan, memperbaiki kebersihan, meningkatkan kualitas toilet dan parkir, memperkuat informasi digital, serta membangun koneksi antarobjek agar wisatawan tinggal lebih lama,” jelasnya.

Koordinasi juga harus menembus batas kabupaten dan kota karena wisatawan membeli perjalanan sebagai satu pengalaman, bukan berdasarkan batas administrasi. Pemerintah perlu mengukur belanja per wisatawan, lama tinggal, tingkat kunjungan ulang, pendapatan UMKM, dan kualitas lingkungan.

“Dengan indikator itu, anggaran pariwisata dapat diarahkan ke hambatan yang benar-benar mengurangi nilai ekonomi. Dukungan yang efektif membuat sektor swasta dan masyarakat mampu tumbuh tanpa ketergantungan pada acara pemerintah,” terangnya.

Mitigasi Bencana dan Pariwisata

Mitigasi bencana harus menjadi bagian dari desain ekonomi pariwisata Sumbar karena gempa, tsunami, erupsi, longsor, banjir, dan cuaca ekstrem dapat mengganggu akses, menurunkan kepercayaan wisatawan, serta menghentikan pendapatan masyarakat secara tiba-tiba.

“Pemerintah perlu memetakan risiko setiap destinasi, menetapkan jalur dan titik evakuasi, memasang sistem peringatan yang mudah dipahami, melakukan simulasi rutin, dan memastikan hotel, homestay, operator, pemandu, serta pelaku transportasi memiliki prosedur darurat yang sama,” jelasnya.

Infrastruktur wisata baru juga harus melewati penilaian risiko sebelum dibangun. Dari sisi ekonomi, pemerintah perlu menyiapkan protokol pemulihan cepat, komunikasi krisis satu pintu, dukungan likuiditas bagi UMKM terdampak, serta diversifikasi rute dan destinasi agar gangguan di satu kawasan tidak mematikan seluruh aktivitas wisata.

“Trade-off-nya adalah biaya mitigasi menambah investasi awal. Biaya itu layak karena resiliensi menurunkan expected loss, menjaga reputasi destinasi, dan mempercepat pemulihan setelah bencana,” paparnya.

Tags: PariwisataPemprov Sumbar

Berita Lainnya

Gebyar Pajak Sumbar 2026 Berhadiah Umrah, Motor hingga Emas

Rabu, 30 Sep 2026 | 17:10 WIB

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa UMN Warisi Nilai Perjuangan Mohammad Natsir

Selasa, 29 Sep 2026 | 15:51 WIB

Perkuat Mutu Kesiapsiagaan Bencana Lewat Aplikasi Sapilin, Sekda Sumbar Temui Dirjen Linjamsos

Senin, 28 Sep 2026 | 23:59 WIB

Tinjau Sejumlah Infrastrukur Terdampak Bencana di Solok, Wapres Dorong Percepatan Perbaikan Akses dan Layanan Publik

Jumat, 25 Sep 2026 | 20:20 WIB
Selanjutnya

Rayakan Sumbar Baralek Gadang, Diskon Tambah Daya PLN 50% Dukung Kebutuhan Listrik Masyarakat

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara