KLIKPOSITIF — Mengejar aktivitas dan cita-cita di usia muda perlu diiringi dengan kesadaran menjaga keselamatan, termasuk saat berkendara. Kondisi tubuh yang lelah dan
mengantuk dapat menurunkan konsentrasi serta memengaruhi kemampuan pengendara dalam mengambil keputusan di jalan.
Hal tersebut menjadi perhatian PT Menara Agung selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Sumatera Barat dalam memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, minggu lalu, bekerja sama dengan Polres Tanah Datar.
Melalui seminar safety riding, mahasiswa diajak lebih mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara, termasuk memahami risiko ketika memaksakan diri tetap mengendarai sepeda motor dalam keadaan mengantuk atau kelelahan. Edukasi ini menjadi bagian dari kepedulian Menara Agung untuk mendorong generasi muda agar semakin memahami pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan.
Kebiasaan beraktivitas hingga larut malam, padatnya kegiatan perkuliahan maupun organisasi, hingga perjalanan pulang setelah beraktivitas dapat membuat tubuh kehilangan
waktu istirahat. Dalam kondisi tersebut, rasa kantuk seharusnya tidak dianggap sepele, terlebih ketika seseorang harus mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Dalam seminar tersebut, peserta juga diajak membahas anggapan bahwa kopi dapat menjadi cara untuk melawan rasa kantuk. Padahal, ketika tubuh sudah memberikan sinyal
lelah dan mengantuk, keputusan yang lebih aman adalah memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat daripada memaksakan diri tetap berkendara.
Instruktur Safety Riding PT Menara Agung, Riandy Monru, mengatakan pengendara perlu lebih bijak dalam mengenali kondisi tubuh sebelum memulai perjalanan. “Pada dasarnya, kita perlu mengenali kondisi tubuh sebelum berkendara. Pastikan tidur cukup dan apabila merasa lelah, jangan memaksakan diri, tetapi beristirahat sejenak. Selain
itu, penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup, berkendara dengan tenang dan tidak terburu-buru, serta selalu menggunakan riding gear yang lengkap. Ketika rasa kantuk datang, jangan dilawan karena keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar Riandy.
Ia menambahkan, kondisi mengantuk tidak hanya membuat pengendara kehilangan fokus, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan dalam merespons situasi dan mengambil keputusan ketika menghadapi kondisi di jalan.
Melalui edukasi keselamatan berkendara yang dilakukan secara berkelanjutan, PT Menara Agung berupaya mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman dan bertanggung jawab. Semangat #Cari_Aman diharapkan tidak hanya dipahami sebagai penggunaan perlengkapan berkendara, tetapi juga kemampuan pengendara dalam mengenali kondisi diri dan mengambil keputusan yang tepat sebelum maupun selama perjalanan.






