PADANG, KLIKPOSITIF — Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada 3β7 Oktober 2026 mendatang.
Berbagai aspek persiapan mulai dari keterlibatan kecamatan, kesiapan peserta hingga penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang.
Rakor tersebut digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Kamis (10/9/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Padang yang juga Ketua Umum LPTQ Kota Padang Maigus Nasir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Yasril, Asisten Pemerintahan dan Kesra Tarmizi Ismail, Asisten Administrasi Umum Corri Saidan, Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis, serta para camat dan kepala KUA se-Kota Padang.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, rakor tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan yang sama dalam menyukseskan pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat Kota Padang.
βTujuan utama Rakor ini adalah untuk merampungkan persiapan, sekaligus melihat sejauh mana kesiapan kecamatan dalam menyukseskan MTQ yang akan dilaksanakan ini. Kita ingin seluruh unsur yang terlibat dapat mempersiapkan pelaksanaan dengan sebaik-baiknya,β ujar Maigus.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya diukur dari kelancaran rangkaian perlombaan. Lebih jauh, momentum tersebut harus mampu menjadi ruang untuk menjaring generasi muda yang memiliki kemampuan dan kecintaan terhadap Al-Qurβan, sekaligus memberikan pembinaan secara berkelanjutan.
Maigus berharap MTQN tingkat Kota Padang dapat melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir dan peserta berprestasi lainnya yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Padang di tingkat yang lebih tinggi.
βDengan adanya MTQ tingkat Kota Padang diharapkan dapat mencari talenta yang dapat mewakili Kota Padang pada MTQN tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan pada 2027 mendatang,β katanya.
Ia menegaskan, proses pembinaan tidak boleh berhenti setelah pelaksanaan MTQ berakhir. Para peserta yang memiliki potensi perlu mendapatkan pembinaan secara konsisten sehingga prestasi yang diraih dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi Kota Padang.
Di sisi lain, Maigus menilai pelaksanaan MTQN ke-42 memiliki keterkaitan erat dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat Program Unggulan Smart Surau, khususnya gerakan 3T, yakni Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz Al-Qurβan.
Program tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial di masjid dan musala, tetapi mampu membangun budaya belajar dan memahami Al-Qurβan di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
βMTQ tingkat Kota Padang ini dapat menjadi salah satu upaya untuk melihat sejauh mana keberhasilan program unggulan Smart Surau di masjid dan musala yang dilakukan di Kota Padang,β tutur Maigus.
Ia menambahkan, MTQ harus mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan MTQ diharapkan menjadi momentum untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan Al-Qurβan, baik melalui kemampuan membaca, menghafal, memahami maupun mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Kota Padang Zul Asfi Lubis menyampaikan bahwa MTQN ke-42 tingkat Kota Padang akan dilaksanakan dengan Kecamatan Koto Tangah sebagai tuan rumah.
Pembukaan MTQN dijadwalkan berlangsung di Lapangan Apeksi, Balai Kota Padang, Aie Pacah. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, koordinasi lintas sektor dan lintas kecamatan dinilai menjadi faktor penting agar seluruh tahapan dapat dipersiapkan secara optimal.
Zul Asfi meminta seluruh camat dan kepala KUA di Kota Padang mengambil peran aktif dalam memastikan keterwakilan peserta dari masing-masing kecamatan.
βKami meminta Camat dan Kepala KUA turut berperan aktif dalam memastikan keterwakilan peserta dari masing-masing kecamatan. Peran tersebut sangat penting untuk memastikan pelaksanaan MTQ dapat berjalan dengan baik dan lancar,β ujarnya.
Menurut Zul Asfi, keterlibatan kecamatan tidak hanya berkaitan dengan pengiriman peserta, tetapi juga memastikan seluruh potensi yang ada di wilayah masing-masing dapat teridentifikasi dan diberikan ruang untuk mengikuti kompetisi.
Dengan demikian, MTQN ke-42 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan antarkecamatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemetaan sekaligus pembinaan potensi generasi Qurani di Kota Padang.
Pemko Padang menilai keberadaan LPTQ memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan pembinaan tersebut. Sinergi antara LPTQ, Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, KUA, serta unsur masyarakat diperlukan agar pembinaan tilawatil Quran dapat berlangsung secara terarah.
Melalui persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, Pemko Padang berharap pelaksanaan MTQN ke-42 dapat berjalan tertib, lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ diharapkan menjadi sarana memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qurβan sekaligus melahirkan generasi muda Kota Padang yang memiliki kemampuan, prestasi dan karakter Qurani.
Momentum tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi tolok ukur sejauh mana pembinaan Al-Qurβan yang dilakukan melalui masjid dan musala telah berjalan, termasuk dalam mendukung gerakan 3T dalam Program Unggulan Smart Surau.
Dengan Kecamatan Koto Tangah sebagai tuan rumah, pelaksanaan MTQN ke-42 tingkat Kota Padang kini memasuki tahap pematangan. Seluruh unsur penyelenggara pun didorong untuk memastikan setiap persiapan berjalan sesuai rencana sehingga pelaksanaan pada 3β7 Oktober 2026 dapat berlangsung sukses dan melahirkan talenta-talenta terbaik yang akan dipersiapkan mewakili Kota Padang di tingkat Provinsi Sumatera Barat pada 2027 mendatang.






