KLIKPOSITIF- Data kualitas udara Kota Padang yang dirilis IQAir dan Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Koto Tabang menunjukkan hasil berbeda dalam beberapa hari terakhir.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada Selasa (8/9/2026) malam.
Berdasarkan data IQAir, indeks kualitas udara Kota Padang sempat mencapai 538 AQI pada pukul 22.00 WIB. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara pada kategori sangat buruk.
Namun, pada Rabu (9/9/2026) pukul 09.00 WIB, indeks tersebut turun drastis menjadi 158 AQI, dengan polutan utama yang terdeteksi adalah PM10.
Sementara itu, data yang dirilis GAW Bukit Koto Tabang menunjukkan kondisi berbeda.
Hingga Selasa malam hingga Rabu (9/9/2026), konsentrasi partikulat yang dipantau berada pada kisaran 21 hingga 30,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori sedang.
Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho, menjelaskan perbedaan tersebut berkaitan dengan parameter dan metode yang digunakan.
Menurutnya, informasi yang berasal dari IQAir merupakan indeks kualitas udara yang menggabungkan enam parameter.
“Informasi tersebut merupakan indeks kualitas udara berdasarkan enam parameter, yakni PM2.5, PM10, CO, SO2, NO2 dan O3 yang diintegrasikan menjadi satu nilai indeks,” jelas Sugeng.
Sedangkan informasi kualitas udara yang dirilis GAW Bukit Koto Tabang mengacu pada Peraturan BMKG Nomor 8 Tahun 2022.
“Informasi kualitas udara yang kami rilis mengacu pada PERBAN BMKG Nomor 8 Tahun 2022, yaitu berdasarkan parameter PM2.5 saja,” katanya.
Sugeng mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dan prakiraan menggunakan data ECMWF, kualitas udara Kota Padang pada 9 September 2026 berada dalam kategori sedang.
GAW Bukit Koto Tabang juga memantau konsentrasi PM2.5 secara berkala untuk melihat perkembangan kualitas udara di wilayah Sumatera Barat.
Di sisi lain, IQAir merupakan platform pemantauan kualitas udara yang menyediakan data real-time dari lebih dari 80 ribu stasiun pemantauan di berbagai negara.
Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa indeks kualitas udara dari berbagai platform tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung. Parameter yang digunakan serta metode penghitungan indeks menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pemantauan.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan sumber data, parameter polutan, serta waktu pengukuran ketika membaca informasi mengenai kualitas udara.





