PADANG, KLIKPOSITIF — Memasuki usia ke-58 tahun, SMP Negeri 7 Padang terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas, karakter, dan spiritualitas peserta didik.
Semangat tersebut terlihat dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 SMP Negeri 7 Padang yang digelar di lingkungan sekolah, Rabu (2/9/2026). Tahun ini, perayaan HUT dirangkai dengan pelaksanaan Pra-Olimpiade (PROMIS) ke-10 serta sejumlah kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan potensi mereka.
Mengusung tema “Dengan semangat PROMIS ke-10 dan Wisuda Tahfizh ke-5 SMP Negeri 7 Padang, bersama mewujudkan generasi Indonesia Emas yang berakhlak Qurani, cerdas, kreatif, dan berwawasan global”, momentum ulang tahun sekolah tidak sekadar menjadi seremoni untuk memperingati perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut.
Peringatan HUT ke-58 justru dikemas sebagai bagian dari proses pendidikan. Para siswa diberi kesempatan untuk tampil, berkompetisi, berkarya, sekaligus mengembangkan kepercayaan diri di hadapan warga sekolah dan para tamu undangan.
Sejumlah penampilan seni turut memeriahkan kegiatan, mulai dari tari, musik tradisional, solo song hingga peragaan busana. Ragam pertunjukan tersebut memperlihatkan bahwa proses pendidikan di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang mampu mengasah keberanian, kreativitas dan kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri.
Di sisi lain, PROMIS ke-10 menjadi salah satu kegiatan utama yang memiliki perjalanan panjang di SMP Negeri 7 Padang. Program tersebut telah berlangsung selama satu dekade dan menjadi bagian dari upaya sekolah melakukan seleksi serta pembinaan siswa yang memiliki potensi di bidang akademik.
PROMIS diposisikan sebagai tahapan awal dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai kompetisi akademik, termasuk olimpiade hingga tingkat nasional. Konsistensi penyelenggaraan selama 10 tahun sekaligus menunjukkan adanya upaya berkelanjutan dari sekolah dalam membangun budaya berprestasi di kalangan siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Ikhwansyah, mengapresiasi konsistensi SMP Negeri 7 Padang dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan peserta didik.
Menurutnya, usia 58 tahun menunjukkan bahwa SMP Negeri 7 Padang telah memiliki pengalaman dan kematangan dalam menjalankan proses pendidikan. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi sekolah untuk terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“SMP Negeri 7 Padang sudah memasuki usia yang sangat matang. Kami berharap sekolah ini terus meningkatkan inovasi sehingga dapat terus berprestasi dan melahirkan anak-anak yang mampu berkontribusi, baik di tingkat daerah, kota, provinsi, maupun nasional,” kata Ikhwansyah.
Ia menilai pengembangan prestasi siswa perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Karena itu, berbagai kegiatan sekolah yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkompetisi, berkesenian dan mengembangkan potensi dinilai penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan sekaligus karakter kuat.
Pihak sekolah pun tidak hanya memberikan perhatian terhadap capaian akademik. Rangkaian HUT ke-58 akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Wisuda Tahfizh ke-5 yang dijadwalkan berlangsung Jumat.
Kepala SMP Negeri 7 Padang, Fitria Yenira, mengatakan sebanyak 24 hafiz dan hafizah akan mengikuti prosesi wisuda tersebut. Kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan keseimbangan antara pengembangan intelektual dan penguatan spiritual peserta didik.
“Melalui rangkaian HUT ke-58 ini, kami berharap lahir generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik dan spiritual. Kami ingin melahirkan generasi emas dari SMP Negeri 7 Padang yang menjadi cikal bakal Indonesia Emas 2045,” ujar Fitria.
Menurutnya, rangkaian kegiatan HUT tahun ini sengaja dirancang dengan menggabungkan berbagai aspek. PROMIS menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, sementara penampilan seni menjadi wadah kreativitas. Adapun Wisuda Tahfizh menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter.
Momentum satu dekade PROMIS juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan apresiasi kepada para guru yang sejak awal menjadi perintis kegiatan tersebut. Para guru pelopor PROMIS dihadirkan kembali sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun tradisi kompetisi akademik di SMP Negeri 7 Padang.
Keberadaan para perintis tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi sekolah tidak lahir secara instan. Ada proses panjang, konsistensi, serta kontribusi banyak pihak yang membangun budaya belajar dan berprestasi dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Memasuki usia ke-58, SMP Negeri 7 Padang kini dihadapkan pada tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, kemampuan beradaptasi, karakter yang kuat, serta wawasan yang luas untuk menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, rangkaian HUT ke-58 dan PROMIS ke-10 menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat kembali arah pendidikan tersebut. Kompetisi akademik, seni, kreativitas dan tahfiz ditempatkan dalam satu rangkaian yang saling melengkapi.
Melalui pendekatan tersebut, SMP Negeri 7 Padang berupaya menjadikan sekolah sebagai ruang tumbuh yang mampu mengembangkan potensi siswa secara utuh. Prestasi tetap menjadi bagian penting, namun pencapaian tersebut diharapkan berjalan seiring dengan terbentuknya pribadi yang berakhlak, percaya diri, kreatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan perjalanan selama 58 tahun dan PROMIS yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10, sekolah berharap tradisi positif tersebut dapat terus dilanjutkan. Generasi yang lahir dari SMP Negeri 7 Padang diharapkan tidak hanya mampu bersaing dalam berbagai kompetisi, tetapi juga memiliki fondasi karakter dan spiritual yang kuat sebagai bekal melanjutkan pendidikan dan menghadapi masa depan.
Rangkaian peringatan HUT ke-58 tersebut pada akhirnya menjadi refleksi perjalanan sekaligus pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dari ruang-ruang kelas, panggung seni, arena kompetisi hingga prosesi tahfizh, sekolah terus berupaya menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak dan siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.






