PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF — Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga perhatian terhadap kondisi psikologis masyarakat. Hal itu menjadi perhatian Polres Padang Pariaman yang menggelar kegiatan trauma healing bagi warga dan anak-anak terdampak bencana di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Polres Padang Pariaman. Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari, S.I.K., M.I.K., bersama jajaran pejabat utama dan personel Polwan.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman AKP Nedra Wati, S.H., M.H., Kasat Lantas Iptu Atissa Dwi Putri, S.Tr.K., Kapolsek Lubuk Alung Iptu Kusnadi, S.H., serta Kasi Propam Polres Padang Pariaman Iptu Eriksa Rano Saputra, S.T., M.M.
Kegiatan juga melibatkan masyarakat Nagari Pasie Laweh serta anak-anak sekolah dasar yang berada di lingkungan terdampak bencana.
Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari mengatakan, trauma healing menjadi bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih membutuhkan dukungan setelah menghadapi bencana.
βKegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat dan anak-anak yang terdampak bencana. Kami ingin memberikan dukungan psikologis agar mereka dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik,β ujar Riyana.
Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan rasa takut dan kecemasan, terutama bagi anak-anak. Karena itu, pendampingan psikologis diperlukan agar mereka tidak terus terbebani oleh pengalaman yang telah dilalui.
βKita ingin membantu mengurangi rasa takut, cemas, dan trauma yang mungkin masih dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak. Mereka harus kembali mendapatkan rasa aman, nyaman, dan semangat untuk menjalani aktivitas seperti biasa,β katanya.
Riyana menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam situasi pascabencana bukan semata-mata menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, Polri ingin memastikan masyarakat merasakan kehadiran negara dalam proses pemulihan.
βKehadiran kami di sini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Polri tidak hanya hadir ketika ada persoalan hukum atau gangguan keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan dalam situasi seperti ini,β tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, pendekatan humanis menjadi bagian penting. Personel Polwan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak untuk menciptakan suasana yang lebih rileks dan menyenangkan. Pendekatan itu diharapkan dapat membantu mengembalikan keceriaan anak-anak sekaligus membangun kembali kepercayaan diri mereka.
Kapolres menegaskan, pemulihan kondisi masyarakat pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh. Selain pemulihan fisik, aspek sosial dan psikologis juga tidak boleh diabaikan.
βPemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki rumah atau fasilitas yang rusak. Kondisi psikologis masyarakat juga harus diperhatikan. Karena itu, kami berupaya hadir memberikan pendampingan dan dukungan agar proses pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh,β jelasnya.
Menurut Riyana, kegiatan trauma healing juga menjadi momentum bagi Polwan untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Interaksi secara langsung dinilai dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.
βKami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat dan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kepolisian melalui pendekatan yang humanis,β katanya.
Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membangkitkan kembali semangat masyarakat Nagari Pasie Laweh untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas sehari-hari.
βYang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali bangkit, anak-anak kembali ceria, dan semua dapat menjalani aktivitas secara normal. Kami akan terus berupaya memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,β ujar Riyana.
Kegiatan trauma healing tersebut sekaligus menjadi bagian dari makna peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan. Momentum tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Bagi anak-anak yang berada di wilayah terdampak bencana, perhatian dan pendampingan menjadi hal penting dalam proses pemulihan. Kehadiran para Polwan di tengah mereka diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih positif setelah sebelumnya menghadapi situasi yang dapat menimbulkan tekanan dan ketakutan.
Sementara bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bahwa proses pemulihan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara aparat, masyarakat, dan berbagai pihak diperlukan agar dampak bencana tidak berkepanjangan, terutama terhadap kondisi sosial dan psikologis warga.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memberikan pelayanan dan dukungan kemanusiaan, terutama kepada warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.



