Selasa, 01 Sep 2026 - 00:09 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Dulu Jualan dari Pintu ke Pintu, Kini Rendang Mizaki Langganan Tetap Masuk Ke Pintu Mancanegara Melalui Digital

Fitria Marlina
Senin, 31 Agu 2026 | 21:21 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Mengembangkan usaha Rendangnya sampai ke mancanegara bukanlah hal yang pernah terlintas dalam benang Sri Wahyuni, pemilik Rendang Mizaki yang berpusat di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Dulunya di awal tahun 2013, Ia hanya seorang yang menjual Rendangnya dengan “berjojo” atau menawarkan Rendangnya secara keliling dari satu pintu dinas ke pintu dinas lain yang ada di Kota Padang Panjang.

“Setiap hari kita tawarkan dagangan kita yang waktu itu masih awal-awal merintis ke kantor-kantor dinas yang ada di Padang Panjang. Alhamdulillah waktu itu respon dari dinas-dinas yang didatangi ada yang baik, ada juga yang menolak produk kita. Jadi saya sangat paham bagaimana rasanya berusaha dari bawah,” katanya mengenang perjuangannya di awal-awal merintis karir saat di temui di Padang Panjang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, di awal-awal merintis, Ia hanya memproduksi beberapa kilo Rendang atau ada pesanan. “Biasanya pesanan itu untuk dikirim oleh orang tua yang anaknya sekolah di luar Kota Padang Panjang atau di luar Sumbar, namun Alhamdulillah kita bisa produksi puluhan kilo per hari,” jelasnya.

Bagi perempuan yang akrab di sapa Sri ini, menuturkan, Rendang produksinya lebih menonjolkan tradisional Minang dengan memasak masih pakai kayu, yang di masak oleh Emak-emak. Disana ada filosofi yang kita tanamkan yakni, Rendang ini dahulu kala di masak oleh seorang ibu untuk anaknya yang sedang berada di rantau orang, jadi kami ingin semua orang di Indonesia atau di luar negeri ketika mereka mencicipi atau makan Rendang Mizaki, mereka teringat kampung. Oh, ini Rendang nenek saya, ini Rendang ibu saya,” katanya.

Usaha yang dimulai sejak tahun 2013 itu kini telah memproduksi Rendang sebanyak 60 kg setiap harinya dengan tiga tungku masak. ” Untuk sebulan kita memiliki kapasitas produksi minimal tiga ton, namun saat ini masih 1,5 ton yang kita produksi dan manfaatkan,” terang ibu empat anak ini.

Ia mengatakan, dengan kapasitas yang masih tersedia, pihaknya melihat masih ada peluang-peluang pasar yang bisa diisinya. “Masih ada pasar-pasar yang bisa kita jangkau jika memaksimalkan produksi kita hingga 3 ton,” paparnya.

Dalam memproduksi Rendang, semua bahan yang digunakan adalah bahan-bahan premium dan lokal, mulai dari daging, kelapa dan bumbu lainnya. “Sehingga kita benar-benar memanfaatkan bahan lokal dalam proses produksi,” terangnya.

Usaha ini dmulai karena orang tua Sri juga memiliki usaha ini di Kota Payakumbuh, sehingga awal merintis ia belajar kepada orang tuanya dengan memanfaatkan resep-resep keluarga secara turun temurun. “Namun dari resep yang saya pelajari itu, saya juga memvariasikan sesuai dengan lidah Indonesia, sehingga menjadi Rendang Rasa Nusantara,” terangnya.

Kini Rendang Mizaki telah sampai ke pasar internasional dengan berbagai jenis kemasan yang di beli berulang-ulang oleh pelanggan, terutama untuk masyarakat yang melaksanakan Umroh.

Negara-negara yang menjadi tujuan Rendang Mizaki, diantaranya Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Mesir. “Ini biasanya di beli oleh wisatawan yang datang ke Sumbar atau pedagang Sumbar yang bolak-balik negara Jiran, sehingga dilakukan via Jastip,” jelasnya.

Baca Juga

Dukung Pemulihan Ekonomi Sumatra, Shopee & Kemenkraf RI Gelar Pelatihan Digital untuk 120 Warga Aceh & Sumbar

Senin, 31 Agu 2026 | 12:38 WIB
DR. Reisa Broto Asmoro dalam talkshow bertajuk Inspiring Healthy Living pada hari ketiga kegiatan SCF 2026, Minggu (30/8/2026) pagi.

Cara Sederhana Menciptakan Kebahagiaan dengan Olahraga

Minggu, 30 Agu 2026 | 12:00 WIB

Memanfaatkan Platform Digital

Untuk memperluas pasarnya, Rendang Mizaki juga memanfaatkan platform digital untuk berjualan. Ia membuka toko salah satunya di Shopee Indonesia dengan rating 4,8 dan 700 pengikut, Rendang Daging Sapi Kaleng jadi produk top 1 di platform tersebut.

“Kita merekrut anak muda, khusus untuk penjualan di platform digital. Kenapa? Karena mereka paling paham dengan perkembangan teknologi hari ini, mulai dari branding produk, foto produk, strategi live produk, dan lainnya. Jadi kalua bagian dapur di pegang Emak-emak, maka bagian penjualan online kita serahkan kepada anak muda yang sehari-hari di kelilingi oleh hal tersebut,” paparnya.

Sri menuturkan, dalam sehari, biasanya aka nada tiga kali live penjualan untuk meningkatkan kedekatan dan pengenalan produk lebih masif kepada pelanggan. “Apalagi saat ini, kita juga mengembangkan produk dengan tidak hanya menjual Rendang, namun juga makanan khas Sumbar lainnya yang di produksi oleh Ibu-ibu yang ada di sekitaran rumah produksi Rendangn di Malalo, Tanah Datar,” paparnya.

Untuk Anda yang ingin membeli Rendang Mizaki, bisa dilakukan secara offline dan online. Untuk Offline ada galeri Rendang Mizaki di daerah Malalo, Tanah Datar, galeri PDKM Padang Panjang dan galeri di depan Rumah Makan Pak Datuak Padang Panjang. Sedangkan untuk pembelian secara online bisa dilakukan melalui akun media sosial di Instagram @rendang mizaki indonesia, Facebook Rendang Mizaki, website rendangmizaki.com dan di platform digital, Shopee dengan nama rendangmizaki.

Sementara itu, Guru Besar Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA mengatakan, Digitalisasi UMKM Sumbar bergerak maju, tetapi kualitas pemanfaatannya masih timpang.

Banyak pelaku usaha sudah memakai QRIS, media sosial, marketplace, dan aplikasi pesan untuk menerima pembayaran serta mencari pelanggan, tetapi sebagian masih berhenti pada tahap adopsi alat. Tantangan berikutnya ialah mengubah teknologi menjadi kenaikan produktivitas, pembukuan yang rapi, pengelolaan stok, analisis pelanggan, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.

“Data nasional memperlihatkan 44,86 juta merchant telah menerima QRIS hingga Juni 2026 dan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM, sehingga ekosistem pembayaran digital sudah sangat luas. Sumbar perlu mengejar kualitas penggunaan, bukan sekadar jumlah akun atau merchant,” katanya saat dihubungi di Padang melalui pesan singkat, WhatsApp, Senin, 31 Agustus 2026.

Pemerintah daerah, perbankan, kampus, dan platform digital perlu membangun pendampingan berbasis sektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya hingga hasil pertanian. Jika digitalisasi hanya memindahkan transaksi dari tunai ke layar, manfaat ekonominya terbatas. Jika terhubung dengan manajemen usaha, pembiayaan, pemasaran, dan data pelanggan, digitalisasi dapat menjadi jalan nyata bagi UMKM Sumbar untuk naik kelas.

Disisi lain, Ia melihat peluang ekspor produk lokal Sumbar cukup besar karena daerah ini memiliki identitas budaya yang kuat, diferensiasi rasa, cerita asal produk, serta basis diaspora Minang yang luas. Kinerja ekspor provinsi juga memberi sinyal positif: nilai ekspor Januari-Juni 2026 mencapai sekitar US$1,57 miliar, naik 22,33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Meski struktur ekspor masih didominasi komoditas dan produk industri, momentum ini dapat membuka ruang bagi makanan olahan, fesyen, dan kriya untuk masuk ke ceruk pasar bernilai tinggi. Rendang tetap menjadi ikon, tetapi strategi ekspor tidak boleh berhenti pada satu produk. Dendeng, bumbu siap saji, keripik, kopi, teh, produk rempah, mukena, sulaman, tenun, dan kerajinan dapat dikembangkan sesuai permintaan pasar tujuan. Kuncinya ialah konsistensi mutu, desain kemasan, sertifikasi, daya tahan produk, kapasitas pasokan, serta distributor yang memahami pasar. Produk Sumbar akan lebih kuat bila dijual sebagai portofolio budaya dan kualitas, bukan sekadar barang murah dari daerah,” terangnya.

“Kesiapan produk lokal Sumbar untuk ekspor masih berada pada tingkat menengah: peluang pasar sudah terbuka, tetapi banyak pelaku belum memenuhi seluruh persyaratan untuk ekspor berulang dalam skala komersial. Masalah utama biasanya muncul pada standardisasi mutu, kontinuitas produksi, sertifikasi halal dan keamanan pangan, pencantuman label, desain kemasan, masa simpan, dokumentasi ekspor, kontrak dagang, hingga kemampuan memenuhi pesanan besar tepat waktu,” jelasnya.

Menurutnya, platform digital memang menurunkan biaya pencarian pembeli, tetapi tidak menghapus persyaratan teknis negara tujuan. Karena itu, pemerintah daerah perlu menggeser pendekatan dari pameran dan seremoni menuju program export readiness yang terukur.

“Pelaku usaha perlu dipetakan berdasarkan tahapan: siap lokal, siap nasional, siap ekspor digital, dan siap ekspor reguler. Setiap kelompok memerlukan pendampingan berbeda. Business matching juga perlu diikuti uji pasar, konsolidasi produksi, pembiayaan ekspor, logistik, dan evaluasi repeat order. Keberhasilan tidak seharusnya diukur dari jumlah produk yang pernah dikirim, melainkan dari kemampuan mempertahankan pasar dan memperoleh pesanan berulang,” tambahnya.

Keamanan digital dan pencegahan hoaks

Keamanan digital harus diperlakukan sebagai bagian dari daya saing UMKM, bukan urusan teknis yang datang setelah penjualan meningkat. Risiko utama mencakup phishing, pengambilalihan akun, tautan palsu, pencurian data pelanggan, manipulasi bukti transfer, impersonasi merek, serta hoaks yang merusak reputasi produk.

“OJK mencatat lebih dari 608 ribu laporan kasus penipuan yang ditangani Indonesia Anti-Scam Centre sampai Juni 2026, yang menunjukkan skala ancaman sudah besar,” katanya.

Pelaku UMKM perlu memakai autentikasi dua faktor, memisahkan rekening usaha dan pribadi, membatasi akses admin, memperbarui perangkat, mencadangkan data, serta memverifikasi pembayaran langsung melalui aplikasi resmi. Pencegahan hoaks juga membutuhkan satu kanal informasi resmi dan prosedur klarifikasi cepat.

Pemerintah daerah dapat membangun pusat respons digital UMKM yang terhubung dengan bank, platform, OJK, dan Komdigi untuk menangani akun palsu, scam, serta disinformasi. Kepercayaan adalah modal digital. Satu insiden keamanan dapat menghapus reputasi yang dibangun bertahun-tahun, sehingga literasi keamanan perlu menjadi syarat dasar setiap program digitalisasi UMKM.

Tags: Bisnis DigitalplatformRendang MizakiShopeeUmkm

Berita Lainnya

Dukung Pemulihan Ekonomi Sumatra, Shopee & Kemenkraf RI Gelar Pelatihan Digital untuk 120 Warga Aceh & Sumbar

Senin, 31 Agu 2026 | 12:38 WIB
DR. Reisa Broto Asmoro dalam talkshow bertajuk Inspiring Healthy Living pada hari ketiga kegiatan SCF 2026, Minggu (30/8/2026) pagi.

Cara Sederhana Menciptakan Kebahagiaan dengan Olahraga

Minggu, 30 Agu 2026 | 12:00 WIB

BI Sumbar Bedah Pemanfaatan AI bagi UMKM di SCF 2026

Jumat, 28 Agu 2026 | 21:43 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram

BI Sumbar Dorong UMKM Naik Kelas, Bidik Pasar Jepang, Prancis dan Amerika

Jumat, 28 Agu 2026 | 20:45 WIB
Selanjutnya

Dua Rumah di Piai Tanah Sirah Padang Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara