Kamis, 06 Agu 2026 - 05:02 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

17 Hektare Sawah Padi Terdampak Banjir, Petani Padang Harap Bantuan

Kiki Julnasri
Rabu, 5 Agu 2026 | 19:35 WIB
Kondisi banjir di salah satu kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (27/11/2025)

Kondisi banjir di salah satu kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (27/11/2025)

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Senin (3/8/2026) merendam sedikitnya 17 hektare areal persawahan yang telah ditanami padi. Kota Padang menjadi daerah dengan dampak paling besar.

Data Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (Disbuntanhor) Sumbar mencatat lahan terdampak tersebar di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

Kepala Disbuntanhor Sumbar, Afniwirman, mengatakan tingginya curah hujan di wilayah pesisir barat menjadi penyebab utama banjir yang merendam lahan pertanian.

“Curah hujan kemarin cukup tinggi di wilayah pesisir barat, terutama Kota Padang dan Padang Pariaman. Dari hasil koordinasi kami, daerah lain tidak ada yang terdampak. Namun yang paling parah memang Kota Padang,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, luas sawah yang terdampak di Kota Padang mencapai 14,5 hektare, sedangkan di Kabupaten Padang Pariaman sekitar 1,5 hektare.

Menurut Afniwirman, tanaman padi yang terendam berada pada berbagai fase pertumbuhan, mulai umur 30 hari hingga sekitar 90 hari atau menjelang panen. Sebagian di antaranya diperkirakan mengalami puso atau gagal panen.

Disbuntanhor Sumbar kini masih menghitung besaran kerugian akibat bencana tersebut. Data kerusakan juga telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian untuk ditindaklanjuti.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan mengirimkan data kerusakan ke Kementerian Pertanian. Saat ini kami menunggu arahan lebih lanjut terkait langkah penanganannya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan program rehabilitasi lahan dan tanaman yang rusak serta menunggu kebijakan pemerintah terkait kemungkinan bantuan bagi petani terdampak.

Sementara itu, seorang petani di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Emi, mengaku sawah miliknya yang baru selesai direhabilitasi kembali rusak setelah diterjang banjir.

Baca Juga

Kalaksa BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf

Pusat Setujui Rp17,89 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar, Target Tuntas 2028

Jumat, 5 Jun 2026 | 13:18 WIB
Rangkaian kegiatan edukasi gizi PP Aisyiyah dan YAICI, bersama anak-anak, di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan YAICI Beri Edukasi Gizi bagi Warga Terdampak Bencana di Agam

Jumat, 1 Mei 2026 | 21:17 WIB

“Iya, ada sekitar empat petak sawah. Sudah ditanam, tapi sekarang tertimbun lagi oleh lumpur dan bebatuan,” terangnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk membantu para petani yang terdampak, mengingat bertani menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarganya.

“Kalau tidak bertani lagi mau jadi apa. Bertani satu-satunya sumber ekonomi kami saat ini,” tuturnya.

Tags: 17 Hektare Sawah Padi Terdampak Banjirbencana di SumbarData Korban Bencana di Sumbar

Berita Lainnya

Kalaksa BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf

Pusat Setujui Rp17,89 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar, Target Tuntas 2028

Jumat, 5 Jun 2026 | 13:18 WIB
Rangkaian kegiatan edukasi gizi PP Aisyiyah dan YAICI, bersama anak-anak, di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan YAICI Beri Edukasi Gizi bagi Warga Terdampak Bencana di Agam

Jumat, 1 Mei 2026 | 21:17 WIB
Jembatan Kampung Tanjung Kuranji, Kota Padang

Pemko Padang Prioritaskan Perbaikan Jembatan Rusak Pascabencana, Kampung Tanjung Dikerjakan Tahun Ini

Jumat, 24 Apr 2026 | 15:02 WIB

Mentan Ancam Alihkan Anggaran Rp 450 Miliar, Jika Penanganan Sawah Terdampak Bencana Belum Tuntas

Selasa, 14 Apr 2026 | 20:43 WIB
Selanjutnya

Jembatan Kalawi Pauh Masuk Prioritas, Pemko Padang Apresiasi Dukungan Zigo Rolanda untuk Percepatan Infrastruktur Pascabanjir

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara