Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:10 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Didukung Jaringan Terluas, Masyarakat Akar Rumput Nikmati Program KUR BRI

Ramadhani
Jumat, 26 Jun 2026 | 20:26 WIB
Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Farisya bersama nasabahnya yang merupakan perempuan tulang punggung keluarga

Share on FacebookShare on Twitter

BATUSANGKAR,KLIKPOSITIF – Farisya (39) merupakan satu dari sedikit perempuan yang bekerja sebagai Mantri di kantor Wilayah Padang Panjang. Bekerja sebagai Mantri pada kultur masyarakat Minangkabau identik sebagai pekerjaan laki-laki, tapi tidak bagi Farisya. Hari-harinya dilewati dengan keluar masuk kampung dan nagari-nagari yang asing. Menerobos pasar-pasar, kebun sawit, tambak dan ladang pertanian di lereng bukit yang terjal. Semua perjalanan itu ditempuhnya mengendarai sepeda motor karena akses jalan begitu terbatas. Pekerjaan yang membuat Farisya juga bertemu banyak perempuan tangguh yang gigih memperjuangkan hidup.

Secara sederhana Farisya bertugas memberikan layanan perbankan BRI kepada masyarakat di akar rumput yang selama ini jauh dari akses informasi. Dia menyalurkan kredit sekaligus menjadi penagih utang. Tak jarang dia mendapat ancaman saat bekerja. Pengalaman mengajarkan Farisya bagaimana berhitung dengan cermat agar pinjaman modal UMKM bisa digunakan maksimal untuk mendukung usaha masyarakat penerima manfaat, bukan malah menjadi beban utang yang semakin menyulitkan kehidupan mereka.

“Pekerjaan ini seperti dua mata pisau. Bagi banyak orang KUR bunga ringan bisa menjadi modal untuk memajukan usaha. Suntikan dana segar untuk modal dagang. Dan saya telah menemui banyak perempuan yang menjadi kepala keluarga sekaligus tulang punggung ekonomi keluarganya. Tapi ada juga anggapan jika KUR adalah jalan pintas untuk uang cepat dan kemudian disalahgunakan. Itulah tugas saya untuk terus mengedukasi dan mendampingi pelaku UMKM ini,” kata Farisya saat diwawancarai Jumat, 26/6.

Setiap pagi Farisya mengendarai motor matiknya dari Nagari Minang di Batusangkar ke kantornya di Jalan lintas Padang Panjang – Bukitting kantor cabang BRI X Koto. Dia harus menempuh hampir sekitar satu jam perjalanan melalui bukit dan lembah Bukit Barisan yang diselubungi kabut. Rute itu dia tempuh setiap hari setelah menyiapkan seluruh keperluan rumah tangga. Memandikan kedua putrinya, menyiapkan pakaian dan sarapan untuk suami dan anaknya. Jika masih sempat, Farisya akan memboncengi putrinya hingga gerbang sekolah. Dia percaya perempuan juga bisa berkarir sekaligus menjadi istri dan ibu, tanpa harus mengorbankan salah satunya.

Setelah menyelesaikan studi ilmu psikologi di kampus negeri di Kota Padang pada 2011, Farisya diterima bekerja di BRI Batusangkar sebagai frontliner pada tahun yang sama. Posisi yang dijalaninya dengan tekun selama tujuh tahun lebih dengan berpindah-pindah kantor. Setelah menikah dan melahiran putri pertamanya, Farisya menjajal peluang menjadi Mantri pada 2018. Pekerjaan yang ditekuninya hingga hari ini.

“Sudah 14 tahun lebih saya bersama BRI. Dan semua itu saya lewati bukan tanpa kesulitan. Dua kali melahirkan, dua kali pula surat pengunduran diri saya ajukan. Terkadang saat bekerja, saya merasa seperti mengabaikan anak-anak saya. Untungnya saya dikelilingi lingkungan yang memberi dukungan penuh. Baik keluarga di rumah dan juga pimpinan dan rekan kerja di BRI. Mereka percaya pada mimpi dan kapabilitas saya,” kata Farisya.

Selama menjalani pekerjaannya sebagai Mantri Farisya bertemu berbagai lapisan masyarakat. Tahun pertamanya sebagai Mantri, Farisya mendapat target kredit senilai Rp 2,5 miliar. Di akhir tahun ia berhasil menyalurkan hingga Rp 7,5 miliar. Debiturnya sebagaian besar merupakan para petani di lereng Gunung Marapi dan Singgalang, termasuk pedagang kecil dan usaha UMKM.

Pertanian menjadi sektor paling produktif yang menyerap KUR. Data dari BRI menunjukkan hingga April 2026 BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut berada di sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, dan industri pengolahan, dengan porsi mencapai 66,47%. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar dengan penyaluran mencapai Rp27,95 triliun atau setara 42,38%. Sumatera Barat memiliki lahan pertanian dan perkebunan lebih dari 3 juta hektar di mana  750 ribu lebih masyarakat adalah petani.

“Sejak tahun pertama menjadi Mantri mayoritas nasabah merupakan petani. Saya biasa survei ke lereng Gunung Marapi dan Singgalang. Lahannya subur, tapi petaninya masih kesulitan secara ekonomi. Rata-rata persoalaan modal, karena yang dimiliki itu hanya lahan yang luas. Tanpa modal yang cukup, banyak lahan tidak tergarap,” tutur Farisya.

Begitulah, Farisya keluar masuk sawah dan hutan, menyusuri danau dan kebun sawit, memberikan informasi tentang kredit usaha untuk masyarakat yang masih mengelola keuangan secara tradisional. Rutinitas yang dia lakukan sambil terus mengedukasi masyarakat tentang dukungan penuh BRI untuk UMKM. Edukasi ini terus diberikan khususnya kepada kaum perempuan sebagai pemilik lahan pertanian.

Perempuan di Minangkabau memegang peran yang krusial dalam menopang ekonomi keluarga. Farisya sering menemukan perempuan lah pengambil keputusan final untuk mengajukan kredit usaha sebagai pemegang hak atas lahan. Karena itu, dia terus mengedukasi, melakukan pembinaan dan pendampingan kepada perempuan calon nasabah tentang berbagai manfaat program ini dan berbagai solusi alternatif yang bisa ditempuh jika ada kendala pembayaran.

Pernah suatu kali di daerah Padang Panjang, kata Farisya, nasabah bernama Samiah sudah menunggak kredit beberapa kali. Dia terpaksa bertamu malam hari agar bisa bertemu langsung. Setelah berbicara empat mata, Samiah mengeluarkan sejumlah perhiasan emas untuk membayar angsuran utangnya. Dia tidak ingin namanya masuk daftar nasabah bermasalah.

“Malam itu emasnya saya bawa karena saya paham itikad baiknya. Esoknya saya temani Bu Samiah menjual emasnya ke pasar,” tutur Farisya.

Tidak selamanya pekerjaan Farisya berjalan lancar. Ada kalanya dia bertemu dengan pelaku UMKM yang masih berjuang. Saat melakukan penagihan di Paninjauan, sebuah desa kecil di lereng Gunung Marapi. Nasabahnya belum membayar karena belum ada penjualan bulan itu. Farisya yakin nasabahnya tidak berbohong, saat melihat empat anak di rumah itu sepulang sekolah, makan siang dengan sebutit telur yang dipotong empat. Farisya terpaksa pulang dengan tangan kosong sambil menahan air matanya.

Farisya mengatakan petani, pedagang, buruh, dan pelaku UMKM yang dia temui selama bekerja adalah orang-orang yang Tangguh. Mereka yang giat berusaha dengan memutar tenaga dan pikiran mereka untuk kehidupan yang lebih baik. Lewat tangan merekalah ekonomi tumbuh dan bergerak.

“Saya lebih menjadi manusia saat menjadi Mantri. Melihat dan turut merasakan bagaimana perjuangan banyak perempuan Indonesia dan masyarakat yang harus berjuang setiap hari. Hal ini terus membuat saya menjadi lebih bersyukur,” ujarnya.

Pengamat Ekonomi dan pengajar dari UIN Imam Bonjol Padang Ahmad Wira mengatakan bank BRI memiliki jaringan terluas di antara seluruh bank di Indonesia. Dia menjelaskan dengan lebih dari 9.000 unit kerja termasuk Unit BRI, Teras BRI, dan Teras BRI Keliling yang menjangkau kecamatan-kecamatan terpencil. Kehadiran fisik di tingkat desa dan kecamatan ini secara langsung memungkinkan masyarakat yang tidak memiliki akses ke kantor bank konvensional untuk mendapatkan layanan keuangan, termasuk pengajuan KUR.

“Model pendekatan jemput bola melalui petugas Mantri atau account officer lapangan bank BRI yang mendatangi nasabah di pasar atau rumah mereka merupakan praktik unik yang sangat relevan. Hal ini memungkinkan  untuk menjangkau lapisan ekonomi terbawah. Jaringan BRI yang luas ini memiliki dampak langsung terhadap pemerataan akses program KUR,” katanya.

Ahmad menjelaskan dengan semua sistem yang dijalankan BRI masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini tidak terjangkau oleh layanan perbankan konvensional kini memiliki akses terhadap kredit bersubsidi pemerintah. Kondisi ini sejalan dengan agenda inklusi keuangan nasional yang menargetkan peningkatan kepemilikan rekening dan akses kredit formal bagi masyarakat prasejahtera.

Baca Juga

Mantri BRI Dharmasraya Ikut Menggerakkan Ekonomi Pelaku Usaha

Jumat, 6 Nov 2026 | 20:40 WIB

BRI Peduli Bangun Musala di RSUD M. Zein Painan

Kamis, 5 Nov 2026 | 20:58 WIB

“Studi dari OJK menunjukkan bahwa daerah dengan kehadiran unit BRI yang lebih padat cenderung memiliki indeks inklusi keuangan yang lebih tinggi,” katanya.

 

 

Tags: bankBisnisbriKURUmkm

Berita Lainnya

Mantri BRI Dharmasraya Ikut Menggerakkan Ekonomi Pelaku Usaha

Jumat, 6 Nov 2026 | 20:40 WIB

BRI Peduli Bangun Musala di RSUD M. Zein Painan

Kamis, 5 Nov 2026 | 20:58 WIB

Pelaku Usaha Kecil Menengah Kabupaten Solok Dibekali Pelatihan Akses Permodalan

Kamis, 5 Nov 2026 | 18:18 WIB

BRI Dorong Penggunaan QRIS untuk Solusi Praktis Bagi UMKM

Rabu, 4 Nov 2026 | 21:23 WIB
Selanjutnya

PT Semen Padang Tegaskan Komitmen Kembali Jadi Sponsor Utama Semen Padang FC

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara