KLIKPOSITIF- Kabar baik datang bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat. Harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani kembali merangkak naik dan kini menembus Rp2.000 per kilogram.
Salah seorang pengepul sawit di Kecamatan Lengayang, Andre, mengatakan harga TBS mulai menyentuh angka Rp2.000 per kilogram sejak Sabtu (6/6/2026). Sebelumnya, harga sawit sempat berada di kisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 per kilogram setelah mengalami penurunan tajam beberapa waktu lalu.
“Harga Rp2.000 ini berlaku sejak Sabtu kemarin. Kenaikannya terus terjadi dalam sepekan terakhir,” ungkap Andre.
Kenaikan harga tersebut disambut positif oleh para petani. Idrus (58), petani sawit di Lengayang, mengaku harga saat ini mulai sebanding dengan tingginya biaya produksi dan perawatan kebun.
“Sekarang harga pupuk NPK sudah lebih dari Rp800 ribu per karung. Kalau harga sawit naik tentu sangat membantu petani,” ujarnya.
Menurut Idrus, stabilitas harga sawit sangat penting karena sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan ekonomi keluarga dari sektor perkebunan.
Sebelumnya, pada akhir Mei 2026, harga TBS sawit di Pesisir Selatan sempat anjlok hingga Rp700 per kilogram dari sebelumnya berkisar Rp2.000 per kilogram. Penurunan itu diduga dipicu gangguan distribusi dan kelangkaan solar yang menghambat pengangkutan hasil panen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Hamdi, menyebut tren kenaikan harga sawit diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.
“Dari informasi pihak perusahaan, harga TBS diperkirakan masih naik,” katanya.
Hamdi bahkan memperkirakan harga sawit berpotensi kembali menyentuh Rp3.600 per kilogram dalam waktu sekitar satu bulan apabila tren positif saat ini terus berlanjut.
Selain berdampak pada pendapatan petani, kenaikan harga juga memengaruhi aktivitas pengiriman TBS ke pabrik. Antrean truk pengangkut yang sebelumnya mencapai dua hari kini mulai berkurang.
“Sekarang antrean kendaraan di pabrik rata-rata hanya sekitar 20 sampai 30 unit. Banyak petani memilih menunda panen karena berharap harga terus naik,” ujar Hamdi.
Ia berharap pemerintah segera memberikan kepastian terkait kebijakan ekspor komoditas sawit agar pasar lebih stabil dan harga TBS tetap membaik.
“Kalau kebijakan sudah jelas, pasar akan menyesuaikan dan harga bisa kembali stabil,” tutupnya.





