AGAM,KLIKPOSITIF – Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmen dalam upaca percepatan pemulihan pasca bencana yang terjadi November 2025 lalu.
Bencana banjir bandang ini merusak banyak infrastruktur dan mengakibatkan kerugian yang tak sedikit. Bahkan sejumlah lokasi sempat terisolasi.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan penanganan infrastruktur dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Pada awal-awal bencana, kita fokus untuk membuka akses yang terputus. Kini sudah tak ada lagi lokasi yang terisolasi. Perlahan kita akan bangkit dari musibah ini,” ungkap Benni Warlis baru-baru ini.
Pembukaan akses, kata dia, menjadi salah satu poin penting dalam masa pemulihan pasca bencana.
“Sekarang kita sudah masuk tahap pemulihan, kita dahulukan mana yang jadi skala prioritas,” jelasnya.
Kerusakan Infrastruktur
Kerusakan infrastruktur akibat bencana ini tidak main-main sebab bencana mencakup 16 dari 18 kecamatan di Agam.
Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan anggaran sebesar Rp2,75 triliun untuk pembangunan infrastruktur Tahun 2026.

Usulan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor.
Anggaran tersebut direncanakan untuk perbaikan dan peningkatan 166 ruas jalan, 211 unit jembatan, serta 11 unit jembatan gantung yang tersebar di wilayah Kabupaten Agam.
Pembangunan dan rehabilitasi ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya.
Di sektor Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Pemkab Agam juga mengusulkan perbaikan pada 281 daerah irigasi dan 152 sungai. Program ini difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui optimalisasi jaringan irigasi, sekaligus melakukan pengendalian dan normalisasi sungai guna mengurangi risiko banjir dan dampak kerusakan akibat bencana alam.
Selain itu, usulan anggaran juga diperuntukkan bagi peningkatan layanan dasar masyarakat, seperti perbaikan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baik perkotaan maupun perdesaan, pembangunan tangki septik skala perdesaan, rehabilitasi bangunan gedung, perbaikan drainase, hingga rehabilitasi jalan lingkungan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan akses air minum layak, sanitasi sehat, serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih tertata dan nyaman.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Bupati Agam menegaskan, usulan anggaran ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ini bukan hanya soal membangun jalan dan jembatan, tetapi bagaimana kita membuka akses ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat mendapatkan layanan dasar yang layak. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat dan provinsi agar program ini dapat terealisasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Agam,” tegasnya.
Dengan total usulan anggaran mencapai Rp2,75 triliun, Pemerintah Kabupaten Agam berharap dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar seluruh program prioritas ini dapat direalisasikan secara optimal, demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Agam secara berkelanjutan.
Sejauh ini, Pemkab Agam telah berhasil mempercepat konektivitas wilayah dengan membangun sebanyak 5 jembatan bailey. Pembangunannya dibantu TNI dan Polri.

Tak hanya itu, Agam juga sukses merampungkan sebanyak 9 jembatan Armco dan 2 jembatan gantung.
(Adevertorial)






