Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:55 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Ekonomi Bisnis

Kenaikan BI Rate Sinyal kuat BI Jaga Stabilitas Rupiah sebagai Prioritas Utama

Fitria Marlina
Jumat, 22 Mei 2026 | 11:38 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG, KLIKPOSITIF – Guru Besar di Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Drs. Syafruddin Karimi, SE, MA mengatakan, kenaikan BI-Rate 50 bps ke 5,25% memberi sinyal kuat bahwa Bank Indonesia (BI) memilih menjaga stabilitas rupiah sebagai prioritas utama.

“Pasar sebelumnya lebih banyak memprice kenaikan ke sekitar 5,00%, sehingga keputusan 5,25% membawa unsur kejutan positif bagi kredibilitas moneter. BI juga menegaskan kenaikan ini sebagai langkah stabilisasi nilai tukar dari gejolak global akibat perang Timur Tengah dan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026–2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%,” katanya melalui pesan singkat di Padang, Rabu (20/5).

Ia mengatakan, respons pasar terhadap rupiah seharusnya positif dalam jangka pendek karena imbal hasil rupiah menjadi lebih menarik, tekanan spekulatif berkurang, dan investor melihat BI tidak membiarkan ekspektasi depresiasi bergerak liar.

Baca Juga

Inflasi Sumbar Terjaga dan Berada di Bawah Realisasi Inflasi Nasional

Kamis, 7 Mei 2026 | 16:48 WIB

Distribusi Pangan Lebih Terkoordinasi, Bulog Sumbar Perkuat Sinergi Antar Daerah

Senin, 27 Apr 2026 | 17:07 WIB

“Akan tetapi, efeknya tidak otomatis menguatkan rupiah secara tajam karena tekanan global tetap besar: US Treasury 10Y berada sekitar 4,66%, harga minyak masih tinggi, dan aset dolar tetap menjadi tujuan aman investor global. BI juga memperkuat intervensi melalui NDF offshore, spot, DNDF domestik, SRBI, serta pengawasan pembelian dolar AS oleh bank dan korporasi. Jadi, pasar kemungkinan membaca keputusan ini sebagai “rem kredibilitas” yang penting, bukan jaminan rupiah langsung kembali kuat,” paparnya.

Rentang ekspektasi USD/IDR setelah keputusan BI

Disisi lain, dalam jangka pendek, keputusan BI menaikkan suku bunga ke 5,25% dapat menahan USD/IDR agar tidak cepat menembus area psikologis 18.000.
“Data sebelum keputusan menunjukkan USD/IDR bergerak di sekitar 17.690–17.700, dekat batas terlemah 52 minggu 17.745. Forward juga masih menempatkan rupiah di jalur lemah: 1M forward 17.726–17.754, 3M forward 17.785–17.820, 6M forward 17.875–17.910, dan 1Y forward 18.040–18.100,” paparnya.

Menurutnya, setelah kenaikan 50 bps, rentang realistis jangka pendek berada di sekitar 17.500–17.750, jika pasar menerima sinyal BI secara positif dan Kemenkeu menjaga pasar SBN serta disiplin fiskal. “Jika harga minyak kembali naik, yield AS tetap tinggi, atau pasar meragukan koordinasi fiskal-moneter, USD/IDR masih berisiko bergerak ke 17.750–18.000,” terangnya.

Syafruddin berpendapat, nilai wajar rupiah dalam kondisi fundamental saat ini cenderung lebih kuat dari harga pasar, karena cadangan devisa masih US$146,2 miliar, inflasi 2,42%, pertumbuhan Q1 5,61%, dan BI mencatat net inflows portofolio asing triwulan II sebesar US$5,5 miliar hingga 18 Mei.

“Masalahnya, pasar kini menilai rupiah bukan hanya dari fundamental domestik, tetapi dari risiko global, harga minyak, dan daya tarik aset dolar,” tutupnya.

 

Tags: Bank IndonesiaBI Rate

Berita Lainnya

Inflasi Sumbar Terjaga dan Berada di Bawah Realisasi Inflasi Nasional

Kamis, 7 Mei 2026 | 16:48 WIB

Distribusi Pangan Lebih Terkoordinasi, Bulog Sumbar Perkuat Sinergi Antar Daerah

Senin, 27 Apr 2026 | 17:07 WIB
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumbar Mohamad Abdul Majid Ikram

Inflasi Sumatera Barat Terkendali dalam Sasaran Nasional

Sabtu, 4 Apr 2026 | 09:39 WIB
Cabai Keriting (Klikpositif/Katasumbar)

GPM dan Operasi Pasar Efektif, Inflasi Sumbar Hanya 0,04 Persen

Jumat, 3 Apr 2026 | 19:38 WIB
Selanjutnya
Teks foto: Suasana kegiatan JAPFA for Kids di SDN 06 Batang Anai, Padang Pariaman, Jumat (22/5). IST

Lanjutkan Rangkaian AKJJ 2026, JAPFA Dorong Kolaborasi Suarakan Pentingnya Gizi Seimbang di Sumatera Barat

Tinggalkan komentar
Classy FM
iklan menara agung kotak
Iklan Pln Klikpositif

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara