KLIKPOSITIF – Sebanyak 1.540 debitur Bank Nagari terdampak bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 yang lalu.
Hingga Februari 2026, Bank Nagari sudah memberikan relaksasi atau keringanan kredit kepada 173 debitur terdampak.
Bentuk relaksasi menyesuaikan dengan kondisi nasabah diantaranya seperti perpanjangan tenor atau jangka waktu pelunasan pinjaman, penurunan suku bunga, atau penundaan bayar.
โNilai outstanding kredit atau sisa pinjaman 173 nasabah terdampak sebesar Rp40,258 miliar,โ ujar Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra.
Dikatakannya relaksasi atau perlakuan khusus dalam bentuk Restrukturisasi sesuai dengan Surat Otoritas Jasa Keuangan (SOJK) nomor S-47/D.03/2025 tanggal 10 Desember 2025.
Yakni perihal Penetapan Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat sebagai Daerah yang Memerlukan Perlakuan Khusus terhadap Kredit/Pembiayaan Bank.
โSelain itu Bank Nagari juga telah menjalankan perlakuan khusus kepada Debitur KUR sesuai dengan amanat Permenko 2 Tahun 2026,โ ujar Gusti Candra lagi,
Orang nomor satu di bank kebanggaan masyarakat Sumbar itu mengatakan sebaran nasabah terdampak bencana paling banyak di Kantor Cabang Lubuk Basung Kabupaten Agam.
โSelain itu juga Kantor Cabang Pariaman dengan Wilayah Kerja Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman,โ tambah pria kelahiran Lintau, 7 Agustus 1972 itu.
Restrukturisasi kredit diberikan secara selektif sesuai dengan mekanisme dan penilaian yang berlaku pada PT. Bank Nagari.
Terkait potensi risiko lanjutan terhadap nasabah di sekitar wilayah yang terdampak langsung, PT. Bank Nagari juga terus melakukan pemantauan aktif dan kegiatan supervisi melalui Kantor Cabang.
Hal ini bertujuan untuk memitigasi risiko pemburukan kualitas kredit kegiatan usaha yang disebabkan terganggunya jalur distribusi, sumber bahan baku dan daerah pemasaran.
Dari hasil idenfikasi kantor cabang yang berada di wilayah terdampak langsung bencana, kondisi debitur sangat bervariasi dari terdampak ringan sampai dengan berat.
โKerusakan banyak terjadi pada rumah tempat tinggal dan lokasi usaha debitur atau nasabah,โ terangnya lagi.
Bank Nagari juga berperan aktif dalam berbagai program pemerintah untuk membantu debitur terdampak bencana agar bangkit kembali.
โSalah satunya melalui program Klinik UMKM Minang Bangkit bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia dan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat,โ ungkapnya lagi.
Bank Nagari dikatakan Gusti juga tetap mendorong kemudahan akses bagi penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) eksisting dan KUR baru bagi nasabah terdampak bencana.
Hal itu dilakukan dengan mempedomani Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia nomor 2 tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
โBank Nagari siap memberikan bantuan pendampingan dan permodalan melalui kredit atau pembiayaan terhadap nasabah yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,โ sebutnya lagi.
Terkait pendampingan atau literasi keuangan pascabencana, Gusti mengatakan dilakukan secara aktif oleh kantor cabang/cabang pembantu terhadap debitur/nasabah terdampak bencana.
Nasabah bisa mengakses keringanan dimaksud melalui Kantor Cabang/Cabang Pembantu Bank Nagari terdekat untuk informasi dan penjelasan lebih lanjut.
Terkait skema khusus untuk mitigasi bencana ke depan, Bank Nagari juga sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi yang mempedomani kebijakan pemerintah dan pihak otoritas.
Bank Nagari tuturnya akan senantiasa membantu nasabah yang terdampak bencana agar bisa kembali bangkit demi kemajuan ekonomi Sumatera Barat.
โDengan dukungan dan sinergi seluruh pihak, Bank Nagari percaya UMKM di Sumatera Barat dapat kembali pulih dan menggerakkan perekonomian di Sumatera Barat,โ ujarnya optimistis. (*)





