KLIKPOSITIF — UPTD Taman Budaya Sumatera Barat menggelar workshop teater pada 28–30 April 2026 dengan melibatkan 25 peserta terpilih hasil seleksi. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Jurusan Teater ISI Padang Panjang, Dede Pramayoza, bersama praktisi teater Wenhendri sebagai pembicara, serta dimoderatori oleh pamong Taman Budaya, Syuhendri Datuak Siri Marajo.
Kepala Taman Budaya Sumbar, Syaiful Bahri, mengatakan workshop teater merupakan agenda rutin tahunan yang terus digelar sebagai upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berminat di bidang seni teater.
“Pemerintah berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki minat dan keseriusan dalam dunia teater,” ujarnya.
Pada tahun ini, workshop mengusung tema “Menimbang Tradisi”. Syaiful Bahri menegaskan bahwa tradisi menjadi titik tolak penting dalam proses kreatif para pelaku seni, termasuk teater.
Sementara itu, Dede Pramayoza menyampaikan bahwa teater merupakan disiplin ilmu yang bertumpu pada tubuh dan bersifat kolektif. Menurutnya, praktik teater lebih menekankan pada tindakan nyata dibandingkan sekadar konsep.
“Teater percaya pada kerja kolektif. Misalnya, dalam konteks gotong royong, teater tidak hanya membicarakannya, tetapi langsung mempraktikkannya,” kata Dede.
Ia berharap workshop ini dapat melahirkan generasi teater yang tidak hanya menjadikan tradisi sebagai pijakan, tetapi juga sebagai sumber kreativitas dalam berkarya.
Selama tiga hari pelaksanaan, workshop diawali dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu Dede dengan metode instruksi langsung kepada peserta. Pada hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan teknik vokal dan gerak. Sementara pada hari terakhir, peserta yang dibagi ke dalam lima kelompok menampilkan karya terbaik hasil latihan selama workshop berlangsung.






