AGAM, KLIKPOSITIF — Upaya percepatan pemulihan sektor pangan pascabencana hidrometeorologi terus digencarkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Melalui Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, pemerintah kembali melakukan rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah milik masyarakat yang terdampak, salah satunya di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kegiatan tersebut resmi diluncurkan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, pada Kamis (23/4/2026). Tak sekadar seremoni, peluncuran ini menjadi penanda dimulainya pekerjaan rehabilitasi lahan secara serentak di wilayah terdampak. Total lahan rusak kategori sedang yang ditangani di Kecamatan Palembayan mencapai 127 hektare, dengan 32 hektare di antaranya berada di Nagari Salareh Aia.
Sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, unsur TNI-Polri, hingga pemangku kepentingan terkait. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.
Afniwirman menegaskan, rehabilitasi lahan tidak boleh berhenti pada tahap peluncuran semata, melainkan harus segera ditindaklanjuti dengan pekerjaan nyata di lapangan. Ia menargetkan proses rehabilitasi, khususnya untuk lahan di Salareh Aia, dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
βHari ini kita berada di Nagari Salareh Aia untuk meluncurkan pengerjaan lahan rusak akibat bencana. Untuk di wilayah ini ada sekitar 32 hektare. Harapan kita, kegiatan ini tidak sekadar dimulai, tetapi benar-benar dikejar progresnya sehingga target penyelesaian bisa tercapai dalam waktu cepat,β ujar Afniwirman.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah nagari, kelompok tani, dan seluruh elemen terkait dalam mempercepat proses rehabilitasi. Menurutnya, sinergi menjadi kunci agar lahan yang terdampak dapat segera kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan daerah.
βKita berharap semua pihak, baik pemerintah nagari maupun kelompok tani, bisa bekerja sama untuk mempercepat penyelesaian rehabilitasi lahan sawah ini,β tambahnya.
Di Nagari Salareh Aia, lahan sawah seluas 32 hektare tersebut dikelola oleh tiga kelompok tani yang tersebar di beberapa jorong, yakni Kayu Pasak Timur, Kayu Pasak Selatan, Kayu Pasak, dan Ngungun. Lahan-lahan ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi, sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
Wali Nagari Salareh Aia, Reja Islami, menyambut baik langkah cepat pemerintah dalam melakukan rehabilitasi lahan. Ia menyebutkan, masyarakat setempat sangat berharap lahan sawah yang terdampak bisa segera pulih dan kembali ditanami.
βDi Salareh Aia ada 32 hektare lahan yang direhabilitasi. Kami bersama masyarakat tentu sangat mendukung kegiatan ini dan berharap pengerjaannya bisa cepat selesai, sehingga petani dapat kembali mengolah sawahnya,β ujar Reja.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi petani di wilayahnya.
Dengan dimulainya rehabilitasi ini, diharapkan lahan sawah yang sempat rusak dapat segera pulih dan kembali berkontribusi terhadap produksi pangan di Sumatera Barat. Pemerintah pun menargetkan proses pengerjaan dapat rampung dalam waktu relatif singkat, sehingga siklus tanam petani tidak terganggu terlalu lama.






