PADANG, KLIKPOSITIF — Menjelang puncak arus mudik Lebaran, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih jalur perjalanan, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Jalur Malalak yang menghubungkan beberapa daerah strategis saat ini dinyatakan belum layak digunakan sebagai jalur utama mudik, meskipun secara fungsional jalan tersebut telah dapat dilalui kendaraan.
Berdasarkan rakor yang dilaksanakan di Kantor Kominfo Sumbar, Kepala Kominfo Sumbar, Rudy Rinaldy mengatakan, kondisi geografis Jalur Malalak masih berisiko tinggi terhadap bencana alam, terutama tanah longsor. “Curah hujan yang masih cukup tinggi serta struktur tanah yang labil menjadi faktor utama yang meningkatkan potensi terjadinya longsor di sepanjang jalur tersebut. Oleh karena itu, demi keselamatan pengguna jalan, jalur ini tidak direkomendasikan untuk dilalui selama periode mudik,” paparnya.
Selain Jalur Malalak, kebijakan penutupan sementara juga diberlakukan pada jalur fly over Sitinjau Lauik. Jalur ini resmi dihentikan aktivitasnya mulai H-10 hingga H+10 Lebaran. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif guna mengurangi risiko kecelakaan di kawasan yang dikenal memiliki medan ekstrem, dengan tanjakan curam dan tikungan tajam.
Selama masa penutupan, seluruh kendaraan tidak diperbolehkan melintasi jalur fly over tersebut. Pengendara diminta untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan pihak kepolisian guna memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi jalan dan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga pemudik diharapkan tidak memaksakan diri melewati jalur-jalur yang berisiko tinggi.
“Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan dengan lebih aman, tertib, dan lancar,” jelasnya.







