Solok, Klikpositif – Bupati Solok, Dr. (H.C) Jon Firman Pandu menegaskan, perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun budaya literasi di Kabupaten Solok, terutama di kalangan generasi muda.
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan pusat informasi masyarakat. Untuk itu, perpustakaan harus terus bertransformasi menjadi sarana yang nyaman bagi masyarakat.
“Melalui akreditasi, kita mendorong peningkatan kualitas layanan perpustakaan agar semakin adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati saat Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026, Kamis (12/2/2026) di Kotobaru.
Menurut Jon Pandu, Akreditasi perpustakaan dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan mutu layanan perpustakaan berjalan secara profesional, terstandar, dan berkelanjutan.
“Dengan agenda ini, diharapkan meningkatkan pemahaman dan kesiapan pengelola perpustakaan dalam menghadapi proses akreditasi perpustakaan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” harap Jon Pandu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Eko Gunanto menyampaikan, sosialisasi dan advokasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan, baik perpustakaan sekolah, perpustakaan nagari, maupun perpustakaan perangkat daerah.
Advokasi menghadirkan Narasumber kompeten di bidang kepustakaan, Andi Saputra dari Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan Sekolah, Sekolah Vokasi Universitas Negeri Padang (UNP), serta Elfa Rahmah, Dosen Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Fakultas Seni Universitas Negeri Padang.
Melalui sosialisasi dan advokasi, Pemerintah Kabupaten Solok berharap jumlah perpustakaan terakreditasi terus meningkat, sehingga mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas, literat, dan berdaya saing di masa mendatang.







