Rabu, 21 Okt 2026 - 19:04 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Begini Kualitas Hidup Penyandang Disabilitas Tunarungu di Bukittinggi

Haswandi
Senin, 9 Feb 2026 | 11:29 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Hasil penelitian dosen Universitas Fort de Kock (UFDK) Bukittinggi mengungkapkan, mayoritas penyandang disabilitas tunarungu di SLB Negeri 1 Bukittinggi memiliki kualitas hidup yang baik.

Meski demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam aspek kesehatan, aktivitas fisik, emosi, pendidikan, pola makan, olahraga, dan lingkungan sosial.

“Penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa sebagian besar anak tunarungu memiliki kehidupan yang relatif baik, tetapi masih ada beberapa yang mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial dan pendidikan,” ujar salah seorang peneliti, Ns Rina Mariyana S Kep , M Kep, Senin 9 Februari 2026.

Sementara itu, penelitian kualitatif mengungkapkan bahwa dukungan dari orangtua, guru, dan teman sebaya sangat berperan dalam membantu anak tunarungu menghadapi tantangan mereka, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun emosional.

Penelitian itu sendiri melibatkan 3 orang dosen UFDK Bukittinggi. Selain Rina Mariyana juga ada Muhammad Ridwan dan NS Cory Febrina S.Kep M.Kes.

Menurut Rina, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hidup anak tunarungu di SLB Negeri 1 Bukittinggi.

Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90.3% anak memiliki kualitas hidup yang baik, sementara 9.7% mengalami kualitas hidup yang buruk.

Selain itu juga didapatkan data bahwa 33,33% tidak dapat melakukan kegiatan dengan seusia yang bisa dilakukan.

Dari aspek kesehatan dan aktivitas, sebanyak 45.2% anak menunjukkan kondisi buruk.

Dalam aspek emosi dan perasaan, 35.5% anak mengalami ketidakstabilan emosional.

Sementara itu, 41.9% anak mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, dan 51.6% menunjukkan kualitas hidup yang buruk dalam aspekpendidikan.

Baca Juga

Mahasiswa dan Dosen UFDK Bukittinggi Berunjukrasa ke Mapolresta Bukittinggi

Kamis, 1 Okt 2026 | 21:38 WIB
Tim kuasa hukum Yayasan Fort De Kock, Guntur Abdurrahman, Khairul Abbas, dan Ilham Darma, di Mapolda Sumbar, Kamis (23/7/2026) sore.

Fort De Kock Laporkan Ramlan Nurmatias ke Polda Sumbar, Minta Usut Kasus Tanpa Tebang Pilih

Kamis, 23 Jul 2026 | 19:26 WIB

Selain itu, pola makan dan lingkungan sosial juga menjadi faktor yang

memengaruhi kualitas hidup mereka, dengan masing-masing 51.6% dan 58.1% anak berada dalam kategori buruk.

“Penelitian ini mengidentifikasi beberapa tema utama terkait kualitas hidup anak tunarungu, baik dari perspektif orang tua maupun guru,” ujar Rina.

Rina menjelaskan, dari sisi orang tua, tema yang muncul meliputi aktivitas sehari-hari, respon emosi maladaptif, perlakuan teman sebaya, kondisi fisik, kesulitan belajar, dan kegiatan keagamaan.

Sementara itu, dari perspektif guru, tema yang teridentifikasi mencakup perkembangan sosial, potensi anak, prestasi akademik, kategori anak tunarungu, serta hambatan dalam pendidikan.

Dari hasil bahwa perkembangan anak tidak sesuai dengan usianya sehingga disarankan untuk guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) dapat menerapkan penelitian mengenai peningkatan kosa kata pada anak tunarungu.

Tags: Dosen Universitas Fort de KockTunarunguUFDK Bukittinggi

Berita Lainnya

Mahasiswa dan Dosen UFDK Bukittinggi Berunjukrasa ke Mapolresta Bukittinggi

Kamis, 1 Okt 2026 | 21:38 WIB
Tim kuasa hukum Yayasan Fort De Kock, Guntur Abdurrahman, Khairul Abbas, dan Ilham Darma, di Mapolda Sumbar, Kamis (23/7/2026) sore.

Fort De Kock Laporkan Ramlan Nurmatias ke Polda Sumbar, Minta Usut Kasus Tanpa Tebang Pilih

Kamis, 23 Jul 2026 | 19:26 WIB

Buntut Keributan di Kampus, Walikota Bukittinggi Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 23 Jul 2026 | 11:54 WIB

Kampus Ruang Ilmu Pengetahuan, Bukan Arena Kekerasan

Rabu, 22 Jul 2026 | 16:07 WIB
Selanjutnya

Manfaat Konsumsi Teh Jahe untuk Kesehatan Pencernaan

Tinggalkan komentar
Sumatera Pulih

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara