KLIKPOSITIF – Bank Nagari mencatatkan prestasi dengan mengukuhkan posisinya sebagai perbankan dengan rasio kredit UMKM terbesar di Indonesia.
Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa bank milik pemerintah daerah Sumatera Barat tersebut memiliki komitmen yang berakar kuat pada pemberdayaan sektor ekonomi kerakyatan, sekaligus melampaui capaian provinsi-provinsi besar lainnya di tanah air.
Berdasar data terbaru, rasio kredit UMKM Bank Nagari terhadap total kredit di provinsinya mencapai 20,85 persen. Angka ini secara mengejutkan melampaui rasio perbankan di Provinsi Bali, yang secara historis memiliki potensi ekonomi dan sektor pariwisata yang jauh lebih besar.
Dominasi ini menegaskan Bank Nagari tetap setia pada khittahnya sebagai lembaga keuangan yang fokus pada penguatan segmen mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam pemaparan kinerja Bank Nagari Tahun 2025 (Unaudited), Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, mengungkapkan total penyaluran kredit atau pembiayaan UMKM perseroan telah menembus angka Rp6,08 triliun.
Meskipun secara pertumbuhan terdapat koreksi sebesar -6,36 persen, namun komposisi kredit UMKM terhadap total pembiayaan produktif tetap kokoh di angka 79,66 persen pada tahun 2025.
“Persentase yang tinggi ini mencerminkan strategi jitu manajemen dalam menjaga stabilitas serta memastikan sektor produktif tetap mendapatkan akses pendanaan yang memadai,” ucap Gusti Candra kepada wartawan saat Press Conference Kinerja PT Bank Nagari Tahun 2025, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) menjadi motor utama di balik capaian impresif tersebut. Sepanjang tahun 2025, Bank Nagari sukses menyalurkan KUR sebesar Rp1,38 triliun kepada 7.506 debitur.
Secara rinci, skema KUR konvensional menyerap Rp1,11 triliun untuk 5.861 debitur, sementara sektor syariah berkontribusi sebesar Rp265,82 miliar kepada 1.645 debitur.
“Atas dedikasi yang konsisten ini, Bank Nagari mendapatkan apresiasi dari Menteri serta Wakil Menteri UMKM, dan kini dipercaya mengemban tugas dalam Pokja Tim Khusus UMKM Minang Bangkit untuk mempercepat pemulihan ekonomi serta rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat,” tegasnya.
Tak hanya menyasar sektor produktif, Bank Nagari juga menunjukkan peran sosialnya pada pembiayaan hunian bagi masyarakat kelas bawah melalui program KPR FLPP.
Bank telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp85,77 miliar untuk 548 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah guna mendapatkan hunian pertama yang layak.
“Komitmen ini dipastikan akan terus berlanjut, di mana Bank Nagari siap menjadi bank pelaksana dalam mendukung program Asta Cita pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat,” tuturnya.
Ia menekankan transformasi ekonomi Sumbar ini kian diperkuat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar melalui program Kredit SIMAMAK (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan).
Dengan dukungan subsidi bunga dari APBD senilai Rp1,125 miliar yang terserap hingga 99,95 persen, program ini telah menyalurkan plafon sebesar Rp10,774 miliar kepada 128 debitur.
“Dampak nyatanya tidak sekadar angka statistik, melainkan terciptanya lapangan kerja baru bagi 229 orang, sebuah langkah strategis dalam menyediakan pendanaan murah sekaligus menekan angka pengangguran di tengah tantangan ekonomi saat ini,” ungkap Gusti Candra.
Melalui berbagai inisiatif strategis ini, tegasnya, Bank Nagari tidak hanya sekadar menjalankan fungsi intermediasi perbankan, tetapi juga berperan sebagai katalisator pemulihan ekonomi di Sumatera Barat.
“Fokus ke depan adalah memastikan setiap rupiah yang disalurkan mampu memberikan dampak domino yang luas, mulai dari penguatan daya beli hingga penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan, demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Minang yang lebih tangguh,” pungkasnya.






