Rabu, 09 Sep 2026 - 14:47 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News Daerah

Bencana Ekologis di Sumbar, WALHI: Pemda Telah Gagal Kelola Sumber Daya Alam

Kiki Julnasri
Kamis, 27 Nov 2025 | 19:08 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Barat menyampaikan duka mendalam atas bencana ekologis yang kembali melanda sejumlah daerah di Sumbar. Banjir, longsor, dan luapan sungai terjadi sejak Senin (24/11/2025) dan mencapai puncaknya pada Kamis (27/11/2025).

Staf Divisi Kajian, Kampanye, dan Monitoring WALHI Sumbar, Tommy Adam, menegaskan bahwa bencana yang terjadi tidak semata-mata merupakan fenomena alam, melainkan hasil dari buruknya tata kelola lingkungan di Sumbar.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Namun perlu ditegaskan, bencana ekologis hari ini adalah hasil dari kegagalan pemerintah daerah dalam pengelolaan SDA dan penyusunan kebijakan ruang,” ujarnya.

Menurut Tommy, peta risiko bencana yang dirilis BPBD Sumbar menunjukkan bahwa salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Kota Padang. Kota tersebut memiliki risiko banjir sedang hingga tinggi, bahkan hampir seluruh kelurahannya berada pada zona rentan.

Ia juga menyebutkan bahwa WALHI memprediksi dampak banjir di Sumbar masih akan berlanjut dan berpotensi meluas dalam beberapa minggu ke depan mengingat cuaca yang masih didominasi hujan.

Baca Juga

Kondisi banjir di salah satu kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (27/11/2025)

17 Hektare Sawah Padi Terdampak Banjir, Petani Padang Harap Bantuan

Rabu, 5 Agu 2026 | 19:35 WIB
Lokasi PETI yang menimbulkan korban jiwa di Sijunjung, Kamis (14/5/2026).

WALHI: Aktivitas PETI Galugua Limapuluh Kota Diduga Gunakan 32 Ekskavator, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Jumat, 17 Jul 2026 | 08:41 WIB

“Hampir semua daerah di Sumbar memiliki tingkat kerentanan tinggi, sehingga potensi meluasnya dampak banjir sangat besar,” katanya.

Salah satu indikator kerentanan itu, lanjut Tommy, adalah hilangnya tutupan pohon di hulu-hulu Daerah Aliran Sungai (DAS). Kerusakan kawasan hulu terlihat dari banyaknya tunggul kayu yang hanyut saat banjir.

“Tunggul-tunggul kayu yang hanyut itu diduga kuat berasal dari aktivitas penebangan di kawasan hulu DAS. Ini adalah sinyal bahwa kerusakan lingkungan berlangsung masif,” jelasnya.

Tommy menambahkan bahwa berbagai data, kajian risiko bencana, serta aturan tata ruang sebenarnya telah tersedia dan lengkap. Namun persoalannya, implementasi di tingkat pemerintah daerah masih sangat minim.

“Semua data terkait mitigasi bencana sudah ada. Tata ruang juga sudah diatur dalam undang-undang. Yang menjadi persoalan adalah tidak adanya upaya serius untuk mengimplementasikan kajian risiko tersebut,” tutupnya.

Tags: bencana di Sumbarbencana ekologisWalhi Sumbar

Berita Lainnya

Kondisi banjir di salah satu kampung di Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (27/11/2025)

17 Hektare Sawah Padi Terdampak Banjir, Petani Padang Harap Bantuan

Rabu, 5 Agu 2026 | 19:35 WIB
Lokasi PETI yang menimbulkan korban jiwa di Sijunjung, Kamis (14/5/2026).

WALHI: Aktivitas PETI Galugua Limapuluh Kota Diduga Gunakan 32 Ekskavator, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Jumat, 17 Jul 2026 | 08:41 WIB
Kalaksa BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf

Pusat Setujui Rp17,89 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar, Target Tuntas 2028

Jumat, 5 Jun 2026 | 13:18 WIB
Rangkaian kegiatan edukasi gizi PP Aisyiyah dan YAICI, bersama anak-anak, di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Majelis Kesehatan PP Aisyiyah dan YAICI Beri Edukasi Gizi bagi Warga Terdampak Bencana di Agam

Jumat, 1 Mei 2026 | 21:17 WIB
Selanjutnya

PLN Salurkan Bantuan untuk Rakyat Terdampak Banjir Bandang di Nagari Saniang Baka

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara