Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:16 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

FBTI Tingkat SMP, Rahmat: Duta Bahasa Ibu Bagi Masa Depan Sumatera Barat

Fitria Marlina
Jumat, 14 Nov 2025 | 10:56 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

PADANG,KLIKPOSITIF – Puncak kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat terjadi di Gedung Engku Syafei BBPMP Provinsi Sumatera Barat (12/11). Bentuknya Festival Tunas Bahasa Ibu (FBTI) Tingkat SMP se-Sumatera Barat. Kota Payakumbuh keluar sebagai juara umum dengan meraih lima pemenang dari lima lomba. (grafis)

Kegiatan ini sudah berlangsung sejak Mei lalu dengan menggelar Bimbingan Teknis untuk Guru Utama di 18 kab/kota. Lima program dirancang untuk memulas Bahasa Minangkabau agar kembali bercahaya; manulih carito, bacarito, manulih dan mambaco pantun, badendang serta bapidato.

Pada festival itu, masing-masing kab/kota mengirimkan satu wakil untuk satu lomba. Minggu lalu (5/11), untuk Tingkat SD Kabupaten Pasaman mengambil empat pemenang, dua di antaranya pemenang utama.

“Anak-anak yang tampil di FTBI bukan sekadar peserta lomba, tetapi juga duta bahasa ibu bagi masa depan Sumatera Barat. Mereka akan mewakili provinsi ini di ajang FTBI Tingkat Nasional di Jakarta,” ujar Kepala Balai Bahasa, Rahmat S.Ag., M.Hum saat memberikan sambutan (12/11). Untuk kedua helat, Pak Rahmat hadir mulai formalitas sampai selesai.

Sebelum lomba, panitia mengadakan wicara publik yang menghadirkan Rahmat, Yusrizal KW dan ada Dr. Syamdani. Kegiatan langsung dimoderatori oleh Ketua Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Fitria Dewi, M.Hum.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol warisan budaya yang hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Fitria Dewi itu alumni Sastra Inggris, Unand.

Bagusnya, sebelum pembagian hadiah, panitia memberi kesempatan pada Dewan Juri untuk memberi evaluasi. Setidaknya ada dua pojn penting dari kelima perwakilan juri dalam melihat festival untuk pelahar Pendidikan pertama ini.

Jawahir, misalnya. Juri badendang ini merasa dendang belum dilihat sisi mudahnya. “Ini diterjemahkan dari tembang tradis, kan, bapak ibuk? Jadi yang tidak mengikuti juklak juknis tidak bisa kami nilai,” ujar narasumber Bimtek RBD ini.

Baca Juga

Pemko Bukittinggi Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis ke 3.619 Siswa Baru SD dan SMP 

Rabu, 7 Okt 2026 | 13:23 WIB

Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:55 WIB

Ia melihat ada usaha merumitkan dendang. Padahal, sederhana saja, katanya. Ia pun mendengankan ‘Banda Sapuluah’pada hadirin. “Mudah, kan?” katanya.

Masalah pembacaan juklak juknis ini juga dibahas juri Bacarito, S Metron Masdison. “Maaf, Pak Kepala, mungkin saya kurang keras menyuarakan pada bapak ibu guru kita menyoal cerita yang disesuaikan psikologi umur anak. Kejadin, kan? Ada peserta yang layak pemenang utama tapi didiskualifikasi karena gurunya tidak telaten membaca juknis. Sayang, sungguh sayang sekali. Kalau anak ini tampil di Jakarta, ia akan dapat sambutan meriah. Saya jamin,” ujar Sutradara Ranah PAC ini.

Jika kegiatan ini dilanjutkan, seleksi tingkat kab/kota hendaknya diperjelas dan dipertegas. “Ada yang memang melakukan seleksi. Ada yang hanya main tunjuk. Bahkan, ada yang tidak mengirim utusan. Padahal, Balai Bahasa dtaang dengan program yang akan memajukan budaya Minagkabau,” tambah Metron

Tags: BahasaBudayaKesenianSekolah

Berita Lainnya

Pemko Bukittinggi Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis ke 3.619 Siswa Baru SD dan SMP 

Rabu, 7 Okt 2026 | 13:23 WIB

Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Rabu, 13 Mei 2026 | 11:55 WIB

Dari Suji ke Design Modern: Perempuan Lintas Generasi Rawat Sulaman Lewat 2 Lokakarya

Senin, 11 Mei 2026 | 09:58 WIB

Motif, Benang dan Ingatan, Komunitas Seni Sarueh Terbitkan Katalog Sulaman Nagari Balai Gurah

Kamis, 2 Apr 2026 | 09:14 WIB
Selanjutnya
Ilustrasi

Dinas ESDM Sumbar Dorong Pertamina Terus Benahi Regulasi dan Teknis Cegah Langsir Jeriken di SPBU

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara