KLIKPOSITIF – Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar menarik perhatian publik.
Pemerintah Provinsi Sumbar, melalui Sekda Sumbar, Arry Yuswandi mengaku, pihaknya sudah mendapat laporan terkait kasus tersebut.
Ia mengatakan, saat ini, kasus tersebut sudah ditangani Pemerintah Kabupaten setempat, dan sampel makanan sudah dikirim ke BPOM untuk dilakukan pemeriksaan.
“Terhadap sampel makanan, sudah diambil dan sudah dikirim ke Padang ke Balai POM untuk diperiksa. Sehingga, nanti kita tahu pasti penyebab apa, sumber makanannya apa, sumber makanannya apa,” terangnya.
Selain mengirim sampel makanan ke BPOM, menurutnya, melalui Dinas Kesehatan juga sedang melakukan penyelidikan terjadi peristiwa yang terjadi.
“Kemudian kawan-kawan di Kesehatan sudah punya mekanisme, biasanya terkait dengan kasus keracunan seperti itu melakukan penyelidikan epidemiologi namanya, memastikan bahan-bahan yang dipakai dibelinya hari apa, di simpannya di mana, dimasaknya jam berapa sampai di lokasi dan sampai jam berapa dimakan, termasuk kapan diketahui reaksi pertama ada orang yang keracunan,” terangnya.
Lanjutnya, terkait kasus MBG yang terjadi, pihak menyampaikan, secara keseluruhan ditangani di kabupaten. “Sudah ditindaklanjuti Kabupaten Agam, itu wilayah kabupaten kota,” ujarnya.
Sebelumnya, dilaporkan sejumlah siswa TK dan SD di Kecamatan Lubuk Basung, Agam diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (1/10/2025).
Berdasarkan data Kominfo Agam, Kamis pagi (2/10/2025), total korban sudah mencapai 82 orang yang tersebar di 27 sekolah.
Dinas Kominfo merinci korban tak hanya murid saja, tapi termasuk 2 orang tua dan 6 guru yang keracunan.
Sementara, data dari Dinkes Agam mengatakan pasien ini mendapat perawatan di RSUD Lubuk Basung, Puskesmas Manggopoh dan RSIA Riski Bunda.
Puskesmas Manggopoh menerima sebanyak 56 kasus. 4 diantaranya di rujuk ke RSUD, 49 lainnya sudah pulang dan 3 masih dirawat.
Sementara RSUD menerima 27 kasus termasuk 4 rujukan dari Puskesmas Lubuk Basung, kekinian yang dirawat sebanyak 24 orang, 3 di antaranya sudah pulang. Kemudian di RSIA Riski Bunda sebanyak 3 kasus dan masih dirawat. Korban yang keracunan ini datang dalam kondisi muntah-muntah.






