KLIKPOSITIF – Pemerintah Kabupaten Agam menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah puluhan orang terindikasi mengalami keracunan massal usai mengonsumsi makanan dari dapur umum Nagari Kampung Tangah.
Berdasarkan data dari Dinkes, jumlah korban mencapai 82. Umumnya korban adalah siswa. Hingga pagi ini, Kamis 2 Oktober 2025, sekitar 30 pasien masih dirawat.
Dilansir dari laman AMCNews, kasus ini tersebar di 27 sekolah penerima makanan, dengan total 2.669 porsi yang telah didistribusikan.
Bupati Agam, Benni Warlis menegaskan langkah cepat perlu diambil untuk melindungi masyarakat. Sebagai upaya penanganan, Puskesmas Manggopoh ditetapkan sebagai posko utama KLB pertama di Sumatera Barat. Masyarakat juga diminta segera melapor dan melakukan pemeriksaan jika merasakan gejala keracunan.
Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) KLB, seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah. Selain itu, Bupati juga meminta jajaran terkait untuk melakukan tracking secara menyeluruh agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, pemerintah juga menyampaikan pemberitahuan resmi kepada masyarakat mengenai penghentian sementara distribusi makanan dari dapur umum hingga hasil investigasi selesai.






