Sabtu, 07 Nov 2026 - 09:49 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home Art

6 Koreografer Muda Tampil dalam Pertunjukan Tari Kontemporer 3 di Taman Budaya Sumbar

Andika
Minggu, 7 Sep 2025 | 10:57 WIB
Penampilan karya Alsafitro berjudul โ€œDiam Adalah Siksa.โ€

Penampilan karya Alsafitro berjudul โ€œDiam Adalah Siksa.โ€

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF– Taman Budaya Sumatera Barat kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman muda melalui Pertunjukan Tari Kontemporer 3 yang digelar pada 6โ€“7 September 2025. Ajang ini menampilkan karya enam koreografer muda hasil seleksi dari workshop tari yang sebelumnya diikuti 25 peserta.

Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan UPTD Taman Budaya Sumbar terhadap kesenian tari. Dengan mengusung tema โ€œRuang dan Waktu dalam Ingatan Kolektif Minangkabau,โ€ acara ini diharapkan mampu memperkaya khazanah seni pertunjukan di Ranah Minang.

โ€œMelalui kegiatan ini, kami berkomitmen memberikan ruang bagi koreografer muda Sumbar untuk terus berkarya, berinovasi, serta melahirkan tafsir baru atas tradisi dalam konteks kekinian,โ€ ujar Devid.

Menurutnya, tema โ€œruangโ€ tidak hanya dimaknai sebagai wilayah geografis Minangkabau, tetapi juga ruang spiritual, psikologis, hingga imajinasi. Sedangkan โ€œwaktuโ€ ditafsirkan sebagai perjalanan sejarah, siklus kehidupan, bahkan sesuatu yang kabur seperti dalam mimpi dan ingatan.

Baca Juga

Tirta Art Laboratory Raih Grup Terbaik Alek Teater 10 Sumatera Barat 2026

Senin, 19 Okt 2026 | 11:50 WIB

Teater Janjang Palito Pentaskan Nurbaya di Taman Budaya Sumbar

Minggu, 18 Okt 2026 | 23:01 WIB

Tiga Karya di Hari Pertama

Di hari pertama pergelaran, tiga koreografer muda tampil dengan karya masing-masing. Yuni Pratiwi membuka panggung dengan karya berjudul โ€œManiti Golok.โ€ Dibawakan oleh empat penari, tarian ini menggambarkan perjalanan hidup yang penuh tantangan. Gerakan para penari yang perlahan dan hati-hati di atas kayu sempit merepresentasikan pesan: setiap langkah sulit bisa dilalui dengan ketekunan, satu demi satu, hingga sampai tujuan.

Pertunjukan berikutnya hadir dari Muhammad Fadhlan Dhaifullah melalui karya โ€œAntara Aku dan Aku.โ€ Ditarikan oleh lima penari, karya ini menjadi cermin tentang pilihan hidup, konsekuensi, luka, dan proses bertahan. Gerakan yang kontras menampilkan pergulatan batin antara jatuh, tumbuh, dan bertahan tanpa perubahan.

Penutup malam pertama adalah karya Alsafitro berjudul โ€œDiam Adalah Siksa.โ€ Enam penari membawakan tarian ini dengan tubuh terbungkus plastik, melambangkan perasaan terpendam yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Karya ini terinspirasi dari pituah Minangkabau โ€œbialah rabab nan manyampaian,โ€ sebuah ungkapan tentang bagaimana rasa yang terdalam mencari jalannya lewat medium lain.

Pertunjukan akan berlanjut hingga hari kedua dengan tiga karya lainnya, memperlihatkan beragam interpretasi para koreografer muda terhadap ruang dan waktu dalam ingatan kolektif masyarakat Minangkabau.

“Kegiatan ini sejalan dengan program strategis Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan yang dilaksanakan Taman Budaya Sumbar dalam bentuk pembinaan talenta seni budaya secara komprehensif mulai dari pelatihan (workshop), pembinaan lanjutan (pendampingan produksi karya), hingga presentasi karya berupa festival,” terang M. Devid.

Tags: Taman Budaya SumbarTari

Berita Lainnya

Tirta Art Laboratory Raih Grup Terbaik Alek Teater 10 Sumatera Barat 2026

Senin, 19 Okt 2026 | 11:50 WIB

Teater Janjang Palito Pentaskan Nurbaya di Taman Budaya Sumbar

Minggu, 18 Okt 2026 | 23:01 WIB

Peserta Workshop Keramik Taman Budaya Sumbar Hasilkan Vas Bermotif Ukiran Minang

Kamis, 8 Okt 2026 | 10:02 WIB

Peserta Workshop Kriya Sumbar Hadapi Kendala Tanah Liat Sulit Menyatu

Rabu, 7 Okt 2026 | 09:54 WIB
Selanjutnya

Herdanic Bantu Perawatan Tanaman Sakit di Hulu Aia 50 Kota

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara