KLIKPOSITIF β Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah oleh PT Bank Nagari menunjukkan kinerja yang menggembirakan.
Hingga akhir kuartal II tahun 2025, total KUR Syariah yang disalurkan mencapai Rp22,1 miliar dengan jumlah debitur mencapai 6.796 pelaku usaha.
Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran KUR tersebut telah mencapai 15,29% dari total plafon tahun 2025, sebuah capaian yang dinilainya cukup positif.
βPenyaluran tertinggi masih didominasi oleh sektor ekonomi perkebunan, khususnya kelapa sawit,β ungkapnya pada Selasa (29/7/2025).
Ia juga menambahkan bahwa sejak 2021, Unit Usaha Syariah Bank Nagari terus konsisten menyalurkan KUR dan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja bagi pelaku UMKM di Sumatera Barat.
Jika dibandingkan dengan kuartal I/2025, terjadi kenaikan penyaluran KUR sebesar 17,78% pada kuartal II.
Hal ini menjadi sinyal positif akan tingginya permintaan dan kepercayaan pelaku usaha terhadap pembiayaan syariah dari Bank Nagari.
Meski penyaluran KUR meningkat, Gusti Candra mengakui masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal menekan rasio kredit macet (non performing financing). Per Juni 2025, angka kredit macet KUR Syariah tercatat di level 2,89%.
βKami menargetkan di triwulan III nanti, kredit macet bisa ditekan di bawah 2%. Di tahun-tahun sebelumnya, kami terbukti mampu menjaga angka kredit macet tetap terkendali,β ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan pemanfaatan KUR Syariah, Bank Nagari akan terus menggencarkan sosialisasi di berbagai daerah.
Program ini akan difokuskan melalui sinergi dengan pemerintah daerah lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan dukungan dari seluruh kantor cabang Bank Nagari di Sumbar.
Dengan realisasi yang semakin progresif dan pendekatan strategis dalam edukasi pembiayaan syariah, Bank Nagari optimistis KUR Syariah akan terus menjadi motor penggerak ekonomi lokal serta mendukung kemajuan UMKM di daerah.(*)






