KLIKPOSITIF — BPJS Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota menyerahkan secara simbolis santunan kematian kepada ahli waris almarhum Jafril, seorang guru Taman Pendidikan Al-Qurโan (TPQ) di Nagari Muaro Paiti, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota. Total santunan yang diberikan sebesar Rp42 juta, Senin (14/7/2025).
Penyerahan santunan dilakukan langsung di kediaman keluarga almarhum di Muaro Paiti dan dihadiri oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota, Nicko Alfiansa, bersama Kepala Kantor Cabang Bukittinggi, Iddial.
Almarhum Jafril tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama lima bulan sebelum meninggal dunia. Meski baru terdaftar dalam waktu singkat, hak-hak perlindungan bagi tenaga kerja tetap diberikan secara penuh kepada ahli waris.
โIni adalah bukti nyata bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk guru-guru TPQ yang selama ini telah berperan besar dalam mencerdaskan generasi muda dari sisi keagamaan,โ ujar Nicko Alfiansa, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lima Puluh Kota. โMeskipun almarhum baru terdaftar selama lima bulan, ahli waris tetap berhak atas santunan penuh sesuai ketentuan.โ
Senada dengan itu, Iddial, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi, menyampaikan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan penting untuk diikuti oleh seluruh pekerja, baik formal maupun nonformal.
โKami mendorong agar semakin banyak pekerja sektor informal, termasuk guru TPQ dan tenaga keagamaan lainnya, dapat terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama agar risiko sosial yang terjadi dapat ditanggung secara gotong royong,โ ungkap Iddial.
Santunan diterima langsung oleh anak almarhum, Yoni Fenda, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
โKami sekeluarga sangat bersyukur dan berterima kasih atas santunan ini. Ayah kami adalah sosok yang sangat peduli terhadap pendidikan agama di nagari ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang ditinggalkan,โ ujar Yoni Fenda haru.
Kegiatan ini menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, tanpa memandang status pekerjaan. BPJS Ketenagakerjaan berharap ke depan lebih banyak pekerja dari berbagai sektor dapat merasakan manfaat program ini.






