PESSEL, KLIKPOSITIF- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar rapat koordinasi (rakor) Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Kamis 15 Mei 2025.
Dalam Rakor, hadir Kabag Administrasi Bawaslu Sumbar Mafral dan Kabid Barang Milik Daerah (BMD) Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah, (BPKPAD) Pessel, Nesvita Zikra sebagai narasumber.
Ketua Bawaslu Pessel Afriki Musmaidi, menyampaikan, rakor tersebut, dilaksanakan untuk memastikan pengelolaan BMN di Sekretariat Bawaslu Pessel, seperti aset penatausahaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan dan pemindahtanganan.
“Pengelolaan BMN ini sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan agar berjalan optimal, “ungkap Afriki.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Pessel, Rinaldi menyampaikan data inventaris BMN sebanyak 140 unit yang terdiri atas aset berwujud dan aset tidak berwujud.
Sementara, klasifikasi berdasarkan kondisi aset tersebut yaitu 119 unit kondisi baik, 3 unit kondisi rusak ringan, dan 18 unit rusak berat.
“Dari hasil inventarisir masih banyak kekurangan barang untuk mendukung pelaksanaan tugas,” terangnya.
Kesempatan itu, Kabag Administrasi Bawaslu Sumbar, Mafral menjelaskan, bahwa pengelolaan barang milik negara, yaitu, terdiri dari perencanaan, penatausahaan, pemeliharaan, pemusnahan hingga penghapusannya.
“Setiap barang harus jelas pencatatannya baik sumber perolehannya, pengelolaan, dan pemanfaatan,” jelasnya.
Menurutnya, pengelolaan BMN yang tidak baik akan berdampak pada masalah hukum bagi penanggung jawab atas barang tersebut.
Hal lain yang ditekankan, proses pemusnahan aset tersebut sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur oleh regulasi.
Sementara itu, Kabid BMD, BPKPAD Pessel, Nesvita Zikra menambahkan, poin penting dalam pengelolaan BMN bertujuan untuk menjaga akuntabilitas keuangan negara, dan memastikan penggunaan aset, serta mendukung pelaksanaan tugas, fungsi pemerintah/lembaga itu sendiri.
“Pengelola barang harus memastikan pemegang barang dapat memanfaatkan dengan penuh tanggungjawab dan teradministrasi secara baik,” tutupnya.







