Rabu, 09 Sep 2026 - 07:36 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

Sempat Heboh Dituduh Gelapkan Mobil, Istri Polisi di Pariaman Ini Ungkap Fakta Baru di Persidangan

Terdakwa ternyata telah melakukan pembayaran pada korban

Ocky Anugrah Mahesa
Senin, 23 Sep 2024 | 15:20 WIB
Sidang pembacaan pledoi dugaan kasus penggelapan di Pengadilan Negeri Padang

Sidang pembacaan pledoi dugaan kasus penggelapan di Pengadilan Negeri Padang

Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF – Kasus dugaan penggelapan yang melibatkan seorang istri Polisi di Kota Pariaman memasuki babak baru. Ada fakta baru yang terungkap di persidangan.

Kasus ini sempat heboh dan menjadi pembicaraan di media sosial pada medio Juni hingga Uni 2024 lalu.

Baca Juga

Polres Padang Pariaman Berhasil Kejar Tersangka Penggelapan Mobil ke Sarolangun Jambi

Sabtu, 15 Nov 2025 | 17:18 WIB

Bank Nagari Pariaman Gelar Market Day

Sabtu, 27 Sep 2025 | 20:06 WIB

Terdakwa yang diketahui bernama Diana Fitri itu mengungkapkan fakta-fakta baru dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, Senin (23/9).

Dalam sidang, kuasa hukum Diana, Yohannas Permana dari kantor hukum Kreasi Law Firm mengatakan, terdakwa ternyata telah melakukan pembayaran pada korban.

Pada agenda pembacaan naskah pledoi itu, Yohannas menyebut, adapun jumlah uang yang telah disetorkan kliennya ke korban adalah Rp80 juta dan Rp240 juta.

Yohanna menegaskan, pembayaran ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab dan itikad baiknya dan itu telah disetujui oleh korban sebagai bentuk ganti kerugian.

Pembayaran kerugian ini atas atas keseluruhan bisnis yang dilakukan antara terdakwa, korban dan Yuga Nuggraha.

“Terlihat jelas itikad baik yang dilakukan terdakwa, untuk menyelesaikan permasalahan yang sebenarnya bukan menjadi kesalahannya pribadi.”

“Akan tetapi niat baik yang dilakukan tersebut tidak memiliki arti baik bagi korban,” katanya.

Ia menjelaskan, korban yang menunjukkan dan membuktikan bahwasannya permasalahan dan kesalahan yang terjadi bukan merupakan tanggungjawabnya.

Namun, faktanya terhadap permasalahan jual beli mobil yang terjadi dalam perkara a quo tidaklah memenuhi unsur-unsur pemidanaan sebagaimana yang dimaksud dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Semua ini dilatarbelakangi oleh adanya kesepakatan kerjasama yang dilakukan, terdakwa, koran dan Yuga Nuggraha melakukan jual beli mobil.”

“Yang mana terhadap kerjasama tersebut semuanya mendapatkan keuntungan dan manfaat yang dinikmati,” jelas Yohannas.

Di sisi lain, menurut Yohan, pihak penuntut umum, tidak memperhatikan bahwasannya terkait bisnis tersebut, didasarkan kesepakatan masing-masing yang mana.

Sehingga peristiwa ini sebut Yohan merupakan tindakan perdata, sesuai Pasal 1233 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata).

Tak hanya itu, Yohan juga menyebutkan keterangan saksi bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.

“(Sehingga perlu) Melepaskan terdakwa dari dakwaan dan tuntutan. Membebaskan dan melepaskan terdakwa dari segala kewajiban
untuk membayar denda.”

“Sebagaimana dicantumkan dalam tuntutan penuntut umum. Dan menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang dituntut oleh penuntut umum,” tegasnya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ira Yolanda cs, akan menanggapi secara tertulis.

Sebelumnya diketahui, Kejaksaan Negeri Padang menahan Diana Fitri di Polres Kota Pariaman dengan status sebagai tersangka, pada Senin (24/6).

Penahanan itu dilakukan dengan dugaan penggelapan jual beli mobil ini, penyidik tidak saja menetapkan saudari DF sebagai tersangka, namun juga YN panggilan AK.(*)

Tags: Istri PolisiPariamanPenggelapanPenggelapan Mobil

Berita Lainnya

Polres Padang Pariaman Berhasil Kejar Tersangka Penggelapan Mobil ke Sarolangun Jambi

Sabtu, 15 Nov 2025 | 17:18 WIB

Bank Nagari Pariaman Gelar Market Day

Sabtu, 27 Sep 2025 | 20:06 WIB
Seremonial penyerahan deviden dan CSR dari Bank Nagari ke Pemko Pariaman

Pemko Pariaman Kecipratan Uang Belasan Miliar dari Bank Nagari

Minggu, 17 Agu 2025 | 21:18 WIB

BRI Cabang Pariaman Gelar Panen Hadiah Simpedes, Wujud Apresiasi Kepada Nasabah

Sabtu, 19 Jul 2025 | 09:28 WIB
Selanjutnya

Padang Hebat, Hendri Septa Bersama Hidayat Lanjutkan Fakta Kerja Nyata

Tinggalkan komentar
Classy FM

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • 🌎 KlikPositif
  • 🌎 KataSumbar
  • 🌎 Classy FM
  • 🌎 Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

© 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • 🏠
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Cek Fakta
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara