PADANG, KLIKPOSITIF- Seluruh kepala puskesmas, camat dan lurah se-Kota Padang mengikuti kegiatan Forum Koordinasi Stunting untuk merancang intervensi yang tepat di kelurahan masing-masing.
Forum koordinasi dengan tema “Bersama Meningkatkan Kolaborasi Dan Sinergitas Untuk Percepatan Penurunan Stunting Di Kota Padang” ini dilaksanakan di ruangan Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (20/7).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) Kota Padang, Eri Sanjaya mengatakan rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengambil langkah intervensi yang tepat di kelurahan masing-masing.
“Pesan pak Walikota kepada Camat agar memastikan jumlah Stunting di kecamatan masing-masing,” ungkapnya.
Sebab, data stunting di masing-masing kelurahan sangat berperan dan berpengaruh dalam proses percepatan penurunan angka stunting, termasuk juga berkaitan dengan langkah yang akan diambil.
Sekretaris BKKBN Sumbar Nova Dewita menyampaikan dari hasil survei SSGI, angka sunting di Sumbar meningkat 1,9 persen, salah satu daerah yang mengalami kenaikan yakni Kota Padang.
Untuk itu, koordinasi ini sangat penting digelar karena akan diketahui data jumlah Stunting, khususnya di Padang. Dilanjutkannya, data yang disajikan sangat penting agar intervensi tepat sasaran.
Selain itu, tim pendamping keluarga juga memiliki peran penting karena menjadi ujung tombak dalam menurunkan angka Stunting. Dia berharap, agar tim pendamping melakukan tugas dengan maksimal.
“Tim pendamping keluarga mohon maksimal untuk melakukan pendampingan, sehingga keluarga berisiko Stunting bisa diatasi. Kemudian ada langkah pencegahan dari hulu bagi calon pengantin. Adanya penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan bimbingan,” jelasnya.
Dia juga menyebut tim pendamping juga memastikan Ibu pasca persalinan bisa mendapatkan pendampinga dan melakukan pola asuh yang sehat.
“Kami berharap dengan rapat koordinasi ini Kota Padang melalui TPPS bisa bekerja maksimal, mari kita sama-sama berjuang agar Angka Stunting Sumbar bisa 14 persen sesuai target Presiden,” sambungnya.
Staf Ahli Walikota Padang Guswardi yang mewakili Wakil Walikota Padang mengajak semua pihak agar mengambil peran dalam menurunkan Stunting secara bersamaan.
Dia menyampaikan, angka stunting di Kota Padang 19,5 persen. Semua pihak memiliki peran untuk memastikan apa betul anak-anak yang terdata Stunting, sehingga bisa dilakukan intervensi.
“Pencegahan stunting tugas mulia, pastikan masyarakat kita mendapatkan gizi yang cukup. Kalau keluarga kurang mampu bisa mendapatkan bantuan,” tuturnya.
Disisi lain juga bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman, ternak, agar menjadi sumber gizi. Misalnya, bisa ditanami sayuran, ini menjadi tugas Dinas pangan, bisa pelihara ikan di pekarangan. Tiap rumah beternak ayam, telurnya bisa untuk penopang gizi keluarga.






