KLIKPOSITIF, KLIKPOSITIF — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh melakukan osialisasi Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial.
Sosialisas bertemakan “Melalui Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial Kita Tingkatkan Literasi Untuk Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat”
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh Prima Yanuarita, menyatakan, sosialisasi dilakukan pada 38 orang pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar pada kelurahan di Kota Payakumbuh.
“Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Payakumbuh melaksanakan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah merujuk kepada UU No 43 tahun 2007 tentang perpustakaan,” Katanya, Selasa (4/10).
Ia menambahkan, dalam pasal 2 sebutkan bahwa perpustakaan selenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraan.
“Paradigma perpustakaan harus berubah, dari yang semulanya hanya sebagai gudang buku dan tempat membaca,”
“Kini bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat sehingga dapat membantu kualitas hidupnya menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sehingga menambah income bagi pembaca, pengelola, maupun masyarakat di sekitarnya
Honor Pengelola Secara Stimulan Bagi TBM
“Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan memberikan honor pengelola secara stimulan bagi setiap TBM di kelurahan yang aktif, ada laporan, dan memberikan feedback kepada kita,” lanjut Prima.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Joni turut menyampaikan bahwa telah banyak upaya untuk memajukan literasi di Kota Payakumbuh.
“Meskipun dengan dana terbatas, penambahan koleksi bahan bacaan akan terus kami upayakan, serta untuk perbaikan sarana dan prasarana juga,” kata Joni.
“Dan tentu sebelumnya kami juga telah melaksanakan sosialisasi literasi ke sekolah-sekolah dengan menggunakan sarana pustaka keliling yang berlangsung setiap hari secara terjadwal,” tukuk Joni.







