Sabtu, 07 Nov 2026 - 10:37 WIB
Klikpositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
KlikPositif.com - Media Generasi Positif
Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara
Home News

LDII Minta Stop Aksi Pelecehan Terhadap Agama

Muhammad Haikal
Senin, 4 Jul 2022 | 12:46 WIB
Share on FacebookShare on Twitter

KLIKPOSITIF — Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Chriswanto Santoso mengatakan kedudukan agama, bagi sebagian besar orang adalah paling suci bahkan menempatkan kesakralannya di atas ayah-ibu.

โ€œBila orang tua kita dihina, pastilah tidak berkenan. Apalagi agama yang dihina,โ€ kata dia.

Hal ini disampaikan menyikapi kritik dan keprihatinan berdatangan terhadap manajemen Holywings saat membuat promosi minuman beralkohol gratis bagi mereka yang bernama Muhammad dan Maria.

Baca Juga

Media Gathering LDII Sumbar, Bahas Munas X Fokus Perkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Dinamika Global

Rabu, 11 Mar 2026 | 06:44 WIB

LDII Kota Padang Bagikan 200 Paket Buka Puasa, Ludes dalam Lima Menit di Ulak Karang

Minggu, 1 Mar 2026 | 19:50 WIB

Menurut KH Chriswanto Santoso dalam negara demokrasi yang liberal, sah-sah saja mengungkapkan ekspresi namun dalam konteks Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, dengan beragam agama dan suku bangsa, menghina agama sangatlah tidak pantas.

โ€œKita bisa bercanda mengenai apa saja di alam demokrasi ini, tapi persoalan agama bukan hal bisa dibuat bercanda. Pertama itu adalah soal keyakinan, dan kedua soal hak asasi manusia,โ€ kata dia.

Bangsa Indonesia tidak bisa meniru kebebasan beragama seperti di Barat. Bila di Barat menghina agama lain sebagai bagian kebebasan berekspresi.

โ€œDi Indonesia sebaliknya, bukan bebas menghina tapi bebas memberi ruang keyakinan kepada orang lain, meskipun berbeda agama dan keyakinan,โ€ ujarnya.

Di sinilah keistimewaan bangsa Indonesia pada satu sisi meyakini ajaran agamanya paling benar, namun membuka ruang toleransi.

Ia menilai toleransi itu beda dengan menghormati atau menghargai. Konsepnya, Anda bisa berbuat apapun, tapi jangan melewati garis merah keyakinan orang lain.

โ€œMenggratiskan minuman keras kepada nama Muhammad dan Maria, itu melanggar batas keyakinan yang paling suci umat Islam dan umat Kristen serta Katolik,โ€ kata dia menegaskan

Setiap agama diajarkan untuk saling menghormati dan menghargai, tapi tetap ada batas toleransinya. Bahkan dalam Islam, menghina agama atau sesembahan agama lain adalah hal yang dilarang karena bisa dipastikan umat lain tersinggung dan balik menghina Allah, Tuhannya umat Islam.

โ€œInilah pentingnya saling menghargai dan menghormati, serta membuka ruang toleransi,โ€ ujarnya.

KH Chriswanto mengatakan, tafsir Bung Karno soal Sila Pertama adalah Ketuhanan yang berkebudayaan, maksudnya sebagai bangsa yang berbudaya bangsa Indonesia jangan meniru Barat dalam berdemokrasi.

โ€œMereka mengagungkan kebebasan individu, boleh menghina agama lain. Bangsa Indonesia justru dengan budaya luhurnya menghormati agama lain. Mereka yang menghina agama lain, bisa disebut budi pekertinya tidak luhur,โ€ paparnya.

Ia juga meminta bangsa Indonesia untuk mengubah persepsi soal radikal karena kata radikal selalu disematkan kepada pemeluk agama, sementara orang-orang sekuler ketika melewati
batas, tidak disebut radikal,โ€ ungkapnya.

Radikalisme penganut sekulerisme justru tampak, saat mereka mulai mencemooh agama.

Ia mengingatkan, bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa, keyakinan, dan agama memerlukan ikatan yang kuat.

Perbedaan itu rentan pecah, dan menurutnya negara pecah karena perbedaan agama bukan mustahil, โ€œLihatlah Hindustan yang pecah jadi Pakistan dan India, Yugoslavia yang pecah juga karena ideologi,โ€ paparnya.

Sementara Pj Ketua DPW LDII Sumatera Barat Afrizal Yaman mengatakan, hanya dengan saling menghargai dan menghormati serta mengikat diri sebagai bangsa yang satu.

โ€œItulah yang bisa menjadikan bangsa ini untuk mengarungi dinamika zaman yang semakin berkembang,โ€ kata dia.

Tags: LDII

Berita Lainnya

Media Gathering LDII Sumbar, Bahas Munas X Fokus Perkuat Wawasan Kebangsaan di Tengah Dinamika Global

Rabu, 11 Mar 2026 | 06:44 WIB

LDII Kota Padang Bagikan 200 Paket Buka Puasa, Ludes dalam Lima Menit di Ulak Karang

Minggu, 1 Mar 2026 | 19:50 WIB

LDII Kota Padang Raih Juara I Kategori Keagamaan di Padang Collaboration Ormas Awards 2025

Jumat, 19 Des 2025 | 20:55 WIB

LDII Dukung Penguatan UMKM oleh Pemprov Sumbar dalam Menyikapi Kebijakan Efisiensi

Minggu, 16 Mar 2025 | 22:44 WIB
Selanjutnya

Tumbuh Hingga 140%, TADEX Semakin Dipercaya Sebagai Premium Programmatic Advertising

Tinggalkan komentar

Informasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Kategori

  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara

Networks

  • ๐ŸŒŽ KlikPositif
  • ๐ŸŒŽ KataSumbar
  • ๐ŸŒŽ Classy FM
  • ๐ŸŒŽ Classy Production
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Iklan
  • Terms Of Use
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

ยฉ 2022 Klikpositif - Media Generasi Positif by Classy Corp.

Tidak ada hasil
Tampilkan semua hasil
  • ๐Ÿ 
  • News
  • Ekonomi
  • Life
  • Sumatera Pulih
  • Cerpen Kato
  • Pariwisata
  • Semen Padang
  • Bola
  • Tekno
  • Olahraga
  • Pariwara