PESSEL, KLIKPOSITIF- Dinas Pertanian Kabupaten Pessel (Pesisir Selatan), Sumatera Barat terus lakukan penanganan temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Pessel, Sri Rita Satiawati mengatakan, dari 138 kasus yang terdata, 35 sudah sembuh.
“Dari awal temuan kasus pada 17 Juni lalu, sampai per 29 Juni kemarin sebanyak 35 ekor sudah dilaporkan sembuh,” ungkap Sri Rita Satiawati pada KLIKPOSITIF, Kamis 30 Juni 2022.
Ia menjelaskan, temuan kasus itu awal setelah adanya laporan masuk ke Dinas Pertanian setempat melalui petugas.
Petugas mendapati temuan gejala PMK awalnya sebanyak 13 kasus.
Kasus awal ini, ditemukan dari pedagang ternak di Pasar Ternak Lakitan, Lengayang.
“Lalu, secara berangsur ditemukan di beberapa kecamatan lainnya, totalnya sebanyak 138 ekor,” ujarnya.
Saat ini, setelah adanya penemuan kasus PMK daerah itu, petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian Pessel terus melakukan pemantauan.
Selain melakukan pemantauan, juga melihat perkembangan sapi yang terjangkit dan melakukan pemberian obat.
“Masih dalam pantauan kita, dan terus diobati sampai sembuh,” jelasnya.
Vaksinasi PMK
Sebelumnya, Sumatera Barat telah menerima 4.200 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Kamis (24/6) dari Kementrian Pertanian RI.
Vaksin PMK dan obat-obatan itu diserahkan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementrian Pertanian RI, Tri Melasari selaku penanggung jawab PMK di Sumatera Barat pada Wakil Gubernur, Audy Joinaldy.
Tri Melasari menuturkan bahwa 4.200 dosis vaksin dan obat-obatan merupakan bantuan tahap awal.
Ia menjelaskan, vaksinasi tahap awal tersebut targetnya selesai pada 2 Juli mendatang.
Kemudian bantuan berikutnya akan secara bertahap dan proporsional sesuai kebutuhan daerah.
Pemberian vaksin dari pemerintah pusat tersebut adalah upaya untuk menanggulangi dampak merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Sumbar sendiri menurut wakil gubernur, kasus PMK tergolong tidak parah, namun pemerintah tetap memberikan perhatian khusus untuk menjaga situasi tidak memburuk.
Dari jumlah dosis yang telah ada tersebut, ada setidaknya 4 kabupaten dan kota yang akan menjadi prioritas pemberian vaksin di Sumbar.
Empat daeraj tersebut yakni:
– Kota Padang Panjang,
– Kabupaten Agam,
– Kota Solok,
– Kabupaten Solok Selatan.
Hal itu karena, empat daerah tersebut merupakan kantong-kantong peternakan dan sapi perah di Sumatera Barat.







