PARIAMAN, KLIKPOSITIF – Harga cabai di Pariaman selangit. Saat ini, harga cabai merah di Pasar Pariaman mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Sementara itu di kedai kebutuhan pokok (kelontong), harganya mencapai Rp113 ribu hinga Rp115 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang nasi di Pariaman, Ajo Manih (48) mengatakan, belakangan dia mulai mengeluh lantaran harga cabai semakin “melangit”.
“Wah, semakin lama semakin mahal saja harga lado (cabai) ini,” ungkap Ajo Manih, Selasa 28 Juni 2022.
Awalnya Ajo berpikir biasa saja harga naik tersebut, karena ia berpikiran nantinya akan turun lagi.
“Namun ini tidak, sudah naik ndak turun-turun,” ucap Ajo Manih.
Ajo Manih sudah 8 tahun menjual nasi di kawasan Desa Nareh, Kota Pariaman-Sumbar.
Namun baru kali ini dia merasakan kenaikan harga cabai setinggi itu.
“Nah pada awalnya dari Rp80 ribu per kilogram, lalu naik Rp100 ribu dan turun lagi. Eh taunya naik lagi baru-baru ini,” ucap Ajo Manih.
Harga demikian adalah di pasaran. Beda lagi kalau beli di kedai kelontong.
“Kalau di kedai kita beli harganya lebih tinggi, Rp113 ribu hingga Rp115 ribu,” tutur Ajo Manih.
Bagi Ajo Manih, saat ini dia mulai kesulitan menakar harga nasi jualannya.
Dari dulu harga nasi yang ia jual, satu bungkus hanya Rp10 ribu saja.
“Sekarang sulit untuk menimbang harga. Saya jual nasi sepuluh ribu satu bungkus sedangkan cabai mahal,” katanya.
Ajo mengatakan, tidak mungkin Ia menaikan harga, karena takut pelanggannya lari.
Untuk mengakali agar tidak mempengaruhi harga nasi, Ajo terpaksa mengurangi takaran cabe pada masakannya.
“Ya terpaksa saya kurangi takaran cabe. Hal ini tentu mempengaruhi rasa masakan, tapi bagaimana lagi,” keluhnya.
Harga Cabai di Pariaman Tertinggi Dibanding Sebelumnya
Sementara itu, Rosma Neti (47), salah satu pedagang cabai di Pasar Pariaman mengungkapkan bahwa harga cabai di Pariaman memang mahal.
“Bukan pandai-pandai kami di pasar menaikan harga. Dari sononya (pengepul cabai) harga cabai memang sudah naik,” kata Rosma Neti.
Menurut Rosma, harga cabai saat ini merupakan harga tertinggi selama dia menjadi pedagang di Pariaman.
“Ini sangat berbeda dengan harga sebelumnya. Ini harga tertinggi selama saya berjualan di sini,” ujar dia.
Kendatipun demikian, kalau soal stok cabai kata Rosma lagi, tidak berkurang dari pengepul atau petani.
“Stok sampai sekarang masih aman, tidak susah mendapatkannya. Kalau saya membeli cabai dari daerah lain, tidak dari Pariaman,” katanya.
Pantauan KLIKPOSITIF.COM, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan ada pasar murah atau bazar sembako yang akan dilakukan Pemerintahan Kota Pariaman.
Pada berita sebelumnya, Kepala Dinas Perindagkop Kota Pariaman hanya mengutarakan pantauan-pantauan harga cabai.
Sementara untuk bazar atau pasar murah, belum ada kepastian.






