PADANG, KLIKPOSITIF – PLN UIW Sumbar berkomitmen menjalin kolaborasi dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Hal itu dilakukan dengan kolaborasi dalam meningkatkan ekomomi Sumbar. Hal itu diungkapkan oleh GM PLN UIW Sumbar, Toni Wahyu Wibowo saat kegiatan multi stakeholder forum, Jumat, 24 Juni 2022.
Hadir dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Polda Sumbar, Danrem Wirabraja, Kejati, Kadis DPMPTSP, Kadis ESDM, Kepala Bapeda, perwakilan Bank Indonesia, stakeholder, dan akademisi.
GM PLN UIW Sumbar, Toni Wahyu Wibowo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tahunan yang dilakukan PLN ini bersama-sama mendengarkan transformasi ekonomi, termasuk kemudahan investasi. “Semoga materi dan buah pikiran yang dituangkan dalam forum ini bisa berakhir dengan kolaborasi dan ide perubahan yakni transformasi ekonomi Sumbar. Kita di PLN mendukung perkembangan pariwisata, ekonomi, dan pertanian di Sumbar melalui program TJSL dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) PLN. Semoga setelah ini, ada lagi kolaborasi PLN dan stakeholder untuk kemajuan Sumbar kedepannya,” paparnya.
Toni memaparkan, saat ini ad sekitar 23 persen cadangan listrik untuk Sumbar yang bisa dimanfaatkan untuk transformasi ekonomi. “Kondisi listrik kita sangat cukup untuk memenuhi itu, termasuk jika ada investasi yang masuk ke Sumbar, maka kita siap untuk itu,” paparnya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi dalam kesempatan itu memberikan apresiasi yang tinggi kepad PLN UIW Sumbar yang menginisiasi forum ini.” Semoga dengan adanya forum ini akan memberikan sinergi yang baik guna mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumbar. Terima kasih juga telah memberikan karya-karya terbaik di tengah-tengah masyarakat Sumbar,” paparnya.
Mahyeldi menjelaskan, dampak pandemi mengakibatkan turunnya perekonomian Sumbar. “Saat ini ekonomi Sumbar masih berusaha bangkit dan ini menjadi kunci pembangunan Sumbar. InI merupakan transformasi yang merupakan transformasi ekonomi ke arah yang lebih baik untuk pemulihan. Dalam pemulihannya, dibutuhkan listrik sebagai penggerak utama perekonomian yang sedang tumbuh,” jelasnya.
“Kita berharap dengan cadangan lebih dari 20 persen listrik di Sumbar, investor segera bisa berinvestasi, termasuk dengan memanfaatkan energi terbarukan yang ada di alam Sumbar. Kita berharap tahun ini, rasio pemerataan listrik di Sumbar bisa mencapai 100 persen,” harapnya.
Investasi Sumbar
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Barat Adib Alfikri dalam pemaparannya mengatakan, hingga saat ini, negara yang melakukan investasi di Sumbar didominasi oleh Malaysia dan Singapura. Sedangkan untuk sektor yang dominan untuk investasi adalah makanan. “Sementara untuk daerah yang dominan adalah Kabupaten Solok Selatan dan Kota Padang. Kedepan, prioritas kita adalah menggaet investor dari Timur Tengah di bidang pariwisata, energi terbarukan, dan potensi mikro hidro,” jelasnya.
Kadis ESDM, Herry Martinus dalam sambutannya mengatakan, sumber daya energi terbarukan yang ada di Sumbar saat ini beragam, diantaranta energi samudra, energi surya, energi angin, bioenergi, panas bumi dan energi air.
“Potensi-potensi itu akan terus dikembangkan untuk mencapai kemandirian pengelolaan energi bagi Sumbar, terjaminnya ketersediaan energi daerah yang bersumber dari pengelolaan potensi daerah setempat, sehingga tercapai ketangguhan dan kemampuan daerah,” paparnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Gunawan Wicaksono, mengatakan, perekonomian Sumbar diperkirakan tumbuh pada rentang 3,5 %-4,5 % yang dipengaruhi mobilitas dan aktivitas ekonomi yang semakin membaik.
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, Sumatera Barat perlu mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru sebagai lokomotif perekonomian ke depan, disamping terus memperkuat dan mengoptimalkan kinerja pertanian dan industri pengolahan yang telah lama menjadi tulang punggung perekonomian Sumatera Barat.
“Pariwisata dapat menjadi lokomotif baru perekonomian Sumatera Barat karena memiliki multiplier effect yang luas dan keseluruhan. Kedatangan wisatawan memiliki dampak yang luar biasa dalam menggerakkan begitu banyak kegiatan sektor lain, seperti perhotelan dan restoran, transportasi, produk kerajinan dan industri olahan makan/minum, dan jasa-jasa,” paparnya.






