KLIKPOSITIF – Tahun ini, ada dua anak muda Minang yang baru saja di wisuda dari Harvard University, salah satu kampus bergengsi dunia. Dua anak muda itu yakni Iman Usman, COO Ruangguru dan Nadhira Nuraini Afifa, pendiri Limitless Foundation Indonesia.
Iman Usman
Iman Usman merupakan salah satu pendiri Ruangguru bersama dengan Adamas Belva Devara. Mereka mendirikan Ruangguru tahun 2014 dan masih eksis sampai saat ini.
Iman Usman lahir di Padang, 21 Desember 1991 dengan nama lengkap Muhammad Iman Usman. Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Alm Muhammad Hayan (ayah)
Yanzimar (Ibu).
Iman merupakan alumni SMPN 1 Padang dan SMAN 1 Padang. Setelah menamatkan pendidikan di Padang, ia melanjutkan studi S1 nya di Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan Hubungan Internasional (HI) dan lulus dengan predikat cumlaude.
Setelah menamatkan pendidikan dari UI, Ia melanjutkan studi S2 nya di Colombia University mengambil study International Education Develoment. Tahun 2020, ia kembali melanjutkan studi S2 di Harvard University dengan study Master of Education dan baru lulus pada 27 Mei 2022.
Iman dikenal sebagai orang yang aktif sejak sekolah. Sejak SD dan SMP ia selalu menjadi juara kelas. Iman dididik oleh keluarga yang sangat kuat dengan nilai-nilai baik, salah satunya hasil tak akan mengkhianati usaha. Saat ini, Iman fokus mengembangkan Ruangguru di kawasan Asia Tenggara dan Asia bersama Adamas Belva Devara.
Berdasarkan Selain di Ruangguru, Iman juga menjabat sebagai Co Founder Indonesian Future Leaders, Komisaris Independen Bali United tahun tahun 2019-2020,
Nadhira Nuraini Afifa
Nadhira Nuraini Afifa merupakan salah seorang anak dari Ibu berdarah Minang. Ia lahir dan menempuh pendidikan di SMPN 1 Bekasi dan SMAN 1 Bekasi. Setelah tamat sekolah, ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) dengan Jurusan Kedokteran.
Setelah menamatkan studi di UI, Nadhira melanjutkan studinya di Harvard University dengan study Master of Public Health dan berhasil menyelesaikan studinya pada Mei 2020 secara daring.
Pada kesempatan itu, Nadhira di dapuk sebagai salah satu commencement student speaker (wisudawan yang memberikan pidato saat wisuda).
“Kata Ibu, jangan jadi ‘Mentimun Bungkuik’, yang hanya masuk karung tapi tak diperhitungkan, makanya itu yang memotivasi saya untuk ikut dalam seleksi pidato di Harvard School of Public Health,” katanya di Podcast Gita Giryawan beberapa waktu lalu.
Ia juga bersyukur bisa terpilih dan menjadi pengalaman berharga baginya kala itu. “Ini merupakan satu kesempatan yang sangat berharga bagi aku, sangat membanggakan juga buat aku, sebuah kejutan yg luar biasa untuk mengakhiri journey aku di Harvard,” katanya di kanal Youtubenya.
Pada 31 Mei 2022 kemarin, Nadhira akhirnya berkesempatan merasakan wisuda langsung di kampusnya, Harvard University yang dianggapnya sebagai ‘wisuda yang tertunda’.
“A delayed graduation. Earned my MPH at @harvardchansph two years ago and finally got the proper closure now. Probably weβre the only graduates in the history who can experience the graduation twice. Grateful for every second of the moment!,” tulisnya di laman Instagramnya.






