KLIKPOSITIF – 9 orang santri asal Sumatera Barat (Sumbar) lolos seleksi PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) anggaran 2022 dari pemerintah.
Melalui PBSB, pemerintah menyediakan seluruh biaya pendidikan selama menjalani studi.
9 orang berasal dari Sumbar tersebut masuk dalam 552 penerima bea siswa itu.
Berikut 9 nama santri yang dinyatakan lolos seleksi PBSB Tahun 2022 asal Sumatera Barat;
- Alfi Sukri dari Darul Ulum Tigo Jangko beasiswa pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial.
- Erland Ghozi Haq dari Ponpes Sumatera Thawalib Parabek beasiswa pada UGM prodi Teknologi Survey dan Pemetaan Dasar.
- Rozi Aldi dari Ponpes H Muhamad Nadis beasiswa pada Universitas NU Indonesia prodi Sejarah Peradaban Islam.
- Rizhki Fadli dari MTI Candung Beasiswa pada Universitas Indonesia prodi Hubungan Internasional.
- Muhammad Yusuf Awaluddin dari Tahfizhul Quran Syech Ahmad Chatib Al Minangkabawi beasiswa pada Universitas Indonesia prodi Pendidikan Teknik Industri.
- Akhsan Muharram dari Ihyaul Ulum DDI Baruga beasiswa pada Universitas Wahid Hasyim prodi Hukum Ekonomi Syariah.
- Annisa Rahma Fitri dari Ponpes Prof Dr Hamka beasiswa pada Universitas Mataram prodi Manajemen.
- Ahmad Dhiwa Saputra dari Diniyah Limo Jurai beasiswa pada Universitas Negeri Sunan Kalijaga Prodi Ilmu Hadis.
- Khairani Rahmi dari Ponpes Sumatera Thawalib Parabek beasiswa pada UIN Gunung Jati prodi Tasawuf Psikoterapi.
Penjelasan Kanwil Kemenag Sumbar
Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) H Naharudin menyampaikan selamat kepada santri yang telah lolos seleksi PBSB tahun 2022.
“Kita perlu bersyukur sekaligus bangga dengan capaian ini, semoga kedepan lebih banyak lagi santri kita yang lolos dalam PBSB ini,” ujarnya.
Menurut Naharudin program PBSB ini adalah salah satu bentuk dan wujud kepedulian dan perhatian serius pemerintah terhadap keberadaan pondok pesantren di Indonesia.
Ia menyebut bangsa Indonesia memang sudah sepatutnya memberikan perhatian lebih kepada ponpes.
“Pasalnya, sejarah mencatat bagaimana perjuangan para ulama dan santri masa dahulu terhadap Kemerdekaan RI,” ujarnya.
“Negara ini berhutang Budi terhadap santri dan ponpes, sebelum merdeka sudah eksis berjuang melahirkan putra-putri terbaik untuk bangsa ini,” katanya.
Jadi motivasi pesantren lainnya di Sumbar
Naharudin berharap, walau hanya 9 orang santri, putra-putri terbaik dari Sumbar yang lolos untuk saat ini, semoga menjadi motivasi dan energi positif bagi pesantren lainnya di Sumbar.
Sosialisasikan program PBSB
Terkait itu, kedepan Kabid Papkis mengajak jajaran Kasi di Kemenag Kabupaten /Kota untuk terus mensosialisasikan program PBSB.
Ia memandang kehadiran pondok sebagai pondasi bangsa adalah sebuah keniscayaan.
“Apalagi sejak terbitnya UU nomor 18 Tahun 2019 tentang Ponpes. Istilah Minangnya, Keberadaan ponpes hari ini “Duduk sudah sama rendah, tegak sudah sama tinggi” dengan sekolah umum lainnya,” tegasnya.
Jangan Mengundurkan Diri
Naharudin berharap santri yang lolos tersebut jangan sampai ada yang mengundurkan diri, karena kesempatan belum tentu datang dua kali.







