BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF – Volume kendaraan di Bukittinggi, Sumbar, mulai mengalami peningkatan.
Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Gandha Novidiningrat Gunawan menyebut peningkatan itu sudah mencapai 40 persen di banding hari biasa.
“Walau masih H-5, volume kendaraan roda dua mapupun roda empat mengalami peningkatan, terutama mulai sore menjelang malam,” ujar Ghanda di Sekretariat Bukittinggi Pers Club (BPC), Selasa 26 April 2022.
Menurut Ghanda, peningkatan volume kendaraan di Bukittinggi ini juga menimbulkan kemacetan di beberapa titik.
Namun yang terparah titik macet terjadi di kawasan Simpang Padang Lua dan Jambu Aia.
“Kalau malam hari, dalam kota juga terjadi kemacetan,” ulasnya.
Kasat Lantas memperkirakan puncak arus mudik ini akan terjadi mulai Kamis 28 April 2022.
“Saat ini kendaraan yang mendominasi adalah roda empat, dan plat nomor, termonitor masih plat B dan BA. Untuk BM, BH dan BK, belum cukup banyak,” ungkapnya.
Untuk arus lalu lintas yang padat menurutnya masih daerah Padang-Bukittinggi dan sebaliknya, sementara dari arah Pekanbaru-Bukittinggi atau sebaliknya masih relatif aman.
Pantau Volume Kendaraan
Untuk memantau arus lalu lintas terkini, Polres Bukittinggi juga gunakan aplikasi Google Traffic Analysis.
Jika terjadi kemacetan, maka petugas akan berupaya semaksimal mungkin mengurai kemacetan tersebut.
Agar pemudik mengetahui kondisi arus lalu lintas terkini, polisi sarankan pemudik juga gunakan aplikasi Google Traffic Analysis, atau fitur Google Maps.
“Kita bisa sama-sama mengetahui via Google, melihat maps,” ujarnya.
Dengan memakai peta digital itu, pemudik memungkinkan untuk mengetahui titik mana saja yang padat atau mengalami kemacetan.
Biasanya, jika arus lalu lintas lancar, akan tampak garis hijau. Jika arus lalu lintas padat, akan tampak garis warna orange.
Sementara jika terjadi kemacetan, Google akan menampilkan garis warna merah.
Hal ini tentu sangat berguna bagi pemudik, sebagai gambaran apakah akan menggunakan jalur biasa, atau jalur alternatif.
Tak hanya menginformasikan kondisi arus lalu lintas terkini, fitur tersebut juga bisa memprediksi kecepatan pengendara sampai di lokasi tujuan.
Misalnya, kalau terjadi kemacetan panjang, Google akan memprediksi lamanya pengendara akan tiba di tempat tujuan.







